Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 35 Meledek Taufik


__ADS_3

Keesokan paginya, setelah Salma memasak untuk sarapan dia kembali ke kamarnya menyiapkan pakaian kerja Taufik seperti biasa. Selesai dengan itu, tiba - tiba ponselnya berdering dan menampilkan nama 'Izma'.


"Ada apa Izma menelponku pagi - pagi begini?" Batin Salma namun dengan segera mengangkatnya.


Setelah beberapa menit kemudian.


"Hah.. apa? Kamu serius Iz? Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Salma beruntun setelah tadi Izma menjelaskan bahwa anaknya, Akmal sedang tak hentinya menangis karena tak menemukan Salma di rumahnya.


Ya.. Sekarang Akmal sedang menangis histeris di rumahnya. Sejak Tadi setelah dia terbangun dari tidurnya, dia segera berlari ke setiap sudut rumahnya untuk mencari Salma yang semalam sudah berjanji bahwa akan mengajaknya bermain ketika ia bangun nanti. Tapi kenyataannya, pagi ini Salma tak ada dan ketika Akmal bertanya tentang keberadaan Salma pada ibunya, ibunya bilang kalau Salma sudah pulang tadi malam. Mendengar hal itu sontak saja Akmal menangis meraung memanggil - manggil nama Salma, hingga saat inipun ia masih belum berhenti menangis. Merasa dibohongi oleh Salma.


"Iya aku serius Sal, sampai saat ini dia masih belum berhenti menangis dan terus memanggilmu." Sahut Izma.


"Ya ampunn.. pasti dia sangat marah dan kecewa padaku. Em.. begini saja, kamu tolong arahkan ponselmu pada Akmal aku akan mencoba bicara padanya." Ujar Salma yang memang mereka sedang melakukan video call.


"Oke, baiklah." Izma pun mendekati anaknya dan mengarahkan layar ponselnya pada wajah sang anak. Terdengar suara tangisan yang semakin jelas oleh Salma, dan suara Izma yang berbicara pada anaknya.


"Tidak, aku tidak mau berbicara dengan aunty. Aunty berbohong.. dia berbohong pada Akmal." Tolak Akmal ketika Izma telah memberi tahunya bahwa Salma ingin berbicara padanya.


Salma yang mendengarnya dengan segera menyahuti ucapan Akmal.


"Akmal, sayang. Lihat aunty nak, aunty minta maaf karena semalam aunty memang harus pulang. Tidak mungkinkan aunty menginap di rumahmu, sedangkan rumah aunty kosong tidak ada penghuninya. Coba kamu pikir, bagaimana jika nanti rumah aunty diisi oleh hantu? Ah.. kan aunty takut Mal, apa Akmal tidak kasihan pada aunty?" Ucap Salma dengan ekspresi yang sengaja ia buat seperti orang ketakutan.


Tangis Akmal sedikit mereda, meski masih terdengar isak tangisnya. Ia mendengar ucapan Salma dan terlihat sedang berpikir dengan apa yang diucapkan oleh Salma.


"Sekarang begini saja, sebagai permintamaafan aunty bagaimana jika nanti siang kita bertemu saja. Nanti kita akan pergi ke playground dan bermain bersama sepuasnya. Bagaimana, Akmal mau?" Tawar Salma yang melanjutkan ucapannya tadi ketika melihat Akmal belum meresponnya.

__ADS_1


"Tidak! Nanti aunty berbohong lagi pada Akmal." Tolaknya seketika meski dalam hati ia sudah membayangkan akan serunya pergi kesana.


"Tidak sayang, aunty janji deh.. tidak akan seperti kemarin lagi. Nih!" Mengacungkan jari kelingkingnya sebagai pertanda ia benar - benar berjanji.


"Emm.. baiklah. Tapi jika nanti aunty berbohong lagi, Akmal benar - benar tidak akan bermain lagi dengan aunty." Sahut Akmal akhirnya dengan sedikit mengancam Salma. Kemudian melakukan hal yang sama dengan yang Salma lakukan yaitu mengacungkan kelingkingnya. Melihat itu Salma sangat senang dan segera mengangguk mengangguki ucapan Akmal.


"Haha.. iya, iya aunty janji sayang!" Balas Salma lagi dengan tertawa lucu melihat ekspresi Akmal yang sedang mengancamnya.


Ceklek...


Pintu kamar Salma terbuka, Taufik baru kembali dari ruangan gymnya dan terlihat heran melihat Salma sedang tertawa dengan lepasnya di pagi hari seperti ini.


"Kenapa dia? Dan siapa yang mengajaknya melakukan video call pagi - pagi begini?" Batin Taufik keheranan. Meski begitu dia tetap menikmati wajah cantik Salma yang seolah kecantikannya bertambah berkali - kali lipat saat ia sedang tertawa.


Salma menoleh kearah Taufik ketika ia sudah menyadari jika suaminya sudah ada di kamar.


"Eh.. tunggu dulu Sal, kenapa harus setelah makan siang? Kenapa kita tidak makan siang saja bersama?" Heran Izma.


"Iya Iz, soalnya nanti aku akan makan siang bersama mas Taufik di kantornya." Jelas Salma.


"Oh.. ya sudah kalau begitu, oh ya.. terima kasih Sal sudah membuat Akmal mengerti. Maaf jiga telah mengganggu waktumu." Ujar Izma penuh sesal karena lagi - lagi harus merepotkan sahabatnya itu.


"Ah.. iya sama - sama Iz, sudahlah jangan seperti itu padaku. Aku tutup ya.. telponnya, Assalamu'alaikum."


"Iya, Wa'alaikumsalam Warahmatullah." Sahut Izma, kemudian panggilan pun berakhir.

__ADS_1


"Emm.. maaf mas, sebentar biar aku siapkan dulu airnya." Ucap Salma pada Taufik sambil beranjak dari duduknya dan bergegas ke kamar mandi.


"Ada apa Izma menelponmu pagi hari begini?" Tanya Taufik yang tentu saja membuat langkah Salma terhenti.


"Oh.. itu mas, tadi katanya Akmal terus menangis mungkin karena merasa dibohongi olehku yang kemarin malam pulang tanpa berpamitan dulu padanya. Padahal aku sudah berjanji akan mengajaknya bermain." Jelas Salma pada Taufik.


"Hmm.. ku kira karena apa." Sahutnya kemudian Salma pun melanjutkan lagi langkahnya.


"Ya.. semalam dia juga terlihat sangat bahagia seperti pagi ini. Padahal ia hanya bertemu dengan Akmal, bahkan terlihat sekali ia begitu menyayangi Akmal."


"Hah.. bagaimana ya.. jika dia sedang merawat anak -  anak kami nanti?" Gumam Taufik sambil membayangkan Salma yang sedang merawat anak - anaknya nanti.


Dan entah kenapa hal itu tiba - tiba saja terlintas dipikiran Taufik, ah.. mungkin saja karena melihat Salma yang begitu dekat dengan Akmal hingga aura keibunya nampak dan terlihat oleh Taufik. Tidak, tidak.. bukan hanya Taufik, tapi pasti setiap orang yang melihat Salma dengan seorang anak, mereka akan merasa dan berpikir bahwa Salmalah ibu dari anak itu.


"Mas! Hei.. kamu kenapa? Kok pagi - pagi malah melamun?" Tegur Salma karena sudah beberapa kali ia memanggilnya, Taufik masih juga belum menyahut.


"Itu airnya sudah siap, mas. Segeralah mandi dan pastikan juga kamu tidak akan melamun lagi nanti." ledek Salma saat Taufik tersadar dari lamunannya dengan gelagapan melihat wajah Salma tepat didepannya.


Salma berlalu dari hadapan Taufik dengan sebuah senyuman dibibirnya, karena merasa telah berhasil meledek Taufik dan membuatnya malu pagi ini. Ck.. ternyata Salma sudah mulai berani sekarang pada suaminya, hingga tak ragu lagi membuat wajah suaminya itu memerah bak kepiting rebus😂😂. Tapi tidak apa - apa, lanjutkan saja terus Salma. Ledek terus dia dan buatlah kekakunya itu hilang seketika dan tidak akan pernah kembali lagi.


"Cih.. apa yang sedang aku pikirkan? Kenapa juga aku harus bertingkah sangat memalukan seperti tadi didepan Salma." Ucap Taufik sambil berdecih menyesali kebodohannya tadi.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2