Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 16 Undangan


__ADS_3

Keesokan harinya Salma sedang duduk di ruang kerjanya, seperti biasa disibukan dengan lembaran kertas yang dipenuhi goresan - goresan pensilnya. Ketika sedang fokus - fokusnya menggambar sebuah gaun, ponselnya berdering menandakan adanya panggilan masuk.


Drtt.. drtt.. drtt..


Salma pun mengalihkan padangannya pada arah suara tersebut, meletakkan pensilnya lalu meraih ponsel dan melihat siapa gerangan yang menelponnya. Terlihatlah nama 'Mama Sahidah' dilayar ponselnya, dengan segera Salma pun mengangkat panggilan itu.


''Iya Ma, Assalamu'alaikum.'' seru Salma setelah menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


''Wa'alaikumsalam sayang, bagaimana kabarmu? Mama dengar sekarang Taufik sedang diluar kota ya?'' balas bu Sahidah mertua Salma.


''Alhamdulillah kabar baik Ma. Iya, Mas Taufik sedang diluar kota mungkin besok atau lusa dia sudah akan kembali. Bagaimana kabar Mama dan Papa disana? Maaf, Salma belum bisa berkunjung kembali ke rumah Mama.'' ucap Salma.


''Alhamdulillah kabar Mama dan Papa disini baik, tidak papa sayang Mama mengerti dengan kesibukanmu.'' sahut Bu Sahidah.


''Oh iya, Mama hampir saja lupa. Jadi begini Salma, tujuan Mama menelponmu itu Mama ingin mengundang kamu dan Taufik ke rumah untuk mengadakan syukuran kecil - kecilanlah. Jadi lusa itu adalah hari jadi pernikahan Mama dan Papa yang ke 30 tahun. Emm.. acaranya memang tidak besar hanya dihadiri keluarga saja, hanya kamu, Taufik dan tentunya Papa dan Mama. Mama sengaja tidak ingin membuat acara yang terlalu besar, mengingat kini usia kami sudah tidak muda lagi. Oleh karena itu, kami hanya menyiapkan acara makan malam biasa saja di rumah, Mama harap kamu dan Taufik bisa menghadirinya.'' lanjut Bu Sahidah mengutarakan maksudnya.


''Tentu saja Ma, tentu aku dan Mas Taufik akan menghadirinya. Mama tidak perlu khawatir kami pasti datang, Salma ucapkan selamat ya.. untuk Mama dan Papa atas hari jadi pernikahan kalian yang ke 30 ini. Semoga Papa dan Mama selalu diberikan kesehatan, diberkahi dengan umur yang panjang dan langgeng selalu hingga akhir nanti.'' jawab Salma dengan disertai do'a - do'anya.


''Aamiin.. terima kasih sayang. Untuk acaranya kira - kira lusa, mama harap saat itu Taufik sudah kembali pulang dari luar kotanya.'' timpal bu Sahidah.


''Iya baik Ma, untuk hal itu akan kami usahakan. Mama tidak perlu khawatir.'' ujar Salma.


''Iya.. syukur kalau begitu Mama jadi lebih tenang. Salma, segitu dulu ya.. sepertinya Papa tadi memanggil Mama, Mama akhiri telponnya. Kamu baik - baik disana, ingat Mama menunggumu dan Taufik nanti di rumah. Assalamu'alaikum'' akhir Bu Sahidah.


''Iya Ma, Wa'alaikumsalam Warahmatullah.'' balas Salma.


Sambungan pun terputus, Salma meletakan handphonenya dan melanjutkan pekerjaanya tadi.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟


Malam harinya, Salma menelpon Taufik untuk menanyakan keadaan dan kepastian kapan ia akan pulang. Salma juga menceritakan tentang undangan ibu mertuanya tadi pada Taufik, yang ternyata ia sudah mengetahuinya meski tanpa diberi tahu oleh Salma maupun Bu Sahidah sendiri karena sedari dulu Taufik memang selalu memperingati hari jadi pernikahan orang tuanya. Tak berakhir sampai disana, Salma pun menanyakan hadiah apa yang sepantasnya mereka berikan pada kedua orang tuanya itu dihari spesial mereka nanti, karena jujur dari tadi Salma sangat dibuat bingung oleh hal itu. Dan lagi - lagi Taufik menjawab bahwa Salma tidak perlu khawatir dan merasa direpotkan akan hal itu, karena urusan hadiah atau hal lainnya sudah Taufik persiapkan dan semuanya telah beres.


Salma pun akhirnya bisa tenang ketika mendengar hal itu, meski disisi lain Salma sempat merasa sedih dan kecewa karena Taufik tidak mengikut sertakannya untuk membantu memilihkan hadiah untuk mertuanya. Tujuan awal Salma menelpon Taufik pun sebenarnya ingin mendiskusikan hal ini dengan Taufik, mungkin dengan cara seperti itu hubungan ia dan Taufik akan menjadi lebih dekat dan lebih baik kedepannya pikir Salma. Namun lagi - lagi Salma harus menelan kekecewaan dan harapannya seorang diri.


Ya.. sedari dulu mereka menikah bukan sekali atau dua kali Salma berusaha mendekatkan diri dan berusaha untuk lebih mengenal Taufik. Salma bahkan sudah berkali - kali untuk bisa menggapai dan memahami Taufik, namun hasilnya selalu nihil seperti sekarang ini kecewa dan kecewa itu yang Salma rasakan. Kini Salma tidak tahu lagi harus dengan cara apa ia harus membuat Taufik tertarik padanya.


Yang Salma harapkan sebenarnya tidaklah banyak, ia hanya ingin hubungannya dengan Taufik seperti layaknya pasangan suami istri lainnya yang normal dan harmonis, tidak lebih. Namun sikap kaku dan dingin yang ditampilkan oleh Taufik pada Salma lah yang selalu siap menggagalkan setiap misi Salma, karena sikap itu juga yang terkadang membuat Salma meringis dan sakit hati oleh Taufik, tak peduli seberapa keras ia berusaha.


Meski sudah dari awal ibu mertuanya mewanti - wanti Salma akan hal ini, bahwa anaknya memang agak sulit untuk didekati oleh orang baru apa lagi itu seorang perempuan, tapi dulu Salma pikir tidak akan sesulit ini. Namun menyerah dan putus asa itu bukanlah Salma, Salma terus berpikir dan akan terus mencari cara lain agar rumah tangganya bisa berjalan dengan baik dan seperti semestinya.


Kala sedang serius dengan pikirannya, handphone Salma kembali berdering setelah tadi ia sudah menutup panggilannya dengan Taufik. Tertera nama 'Izma' dilayar ponselnya yang menghubunginya melalui video call, dengan segera Salma menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


''Assalamu'alaikum hallo.. aunty!'' Sapa Izma pada Salma dengan menirukan suara Akmal yang kini sedang duduk dipangkuannya dengan begitu Salma pun dapat melihat Akmal yang sedang melambaikan tangannya kearah ponsel.


''Wa'alaikumsalam hallo juga keponakan aunty yang tampan.'' sahut Salma, juga melambaikan tangannya berupaya membalas lambaian tangan Akmal dari balik layar ponsel.


''Iya nih.. dia tadi ngambek, katanya dia ingin bertemu dengan aunty Salma lagi.'' balas Izma pura - pura mengerucutkan bibirnya bersamaan dengan itu ia memberikan kode pada Salma.


''Lho.. kenapa? Bukannya minggu lalu kita baru saja bertemu?'' tanya Salma karena memang semenjak pertemuan pertama mereka waktu itu, mereka jadi sering bertemu dan jalan bersama.


''Aunty.. auntyy Akmal ingin main lagi sama aunty.'' ujar Akmal dengan suara khas anak kecil, terlihat binar dimatanya ketika mengucapkan hal itu pada Salma.


''Iya sayang, tapi sekarang sudah malam lebih baik Akmal tidur ya nak. InsyaAllah besok kita main lagi ya..'' bujuk Salma.


''Iya aunty benar Mal, lebih baik kamu sekarang tidur agar besok bisa kembali bermain dengan aunty Salma ya.'' tambah Izma pada anaknya.

__ADS_1


''Iya Ma, tapi aunty janji ya.. besok kita akan main.'' ucap Akmal sambil mengangguk kepada ibunya lalu mengacungkan jari kelingkingnya pada layar ponsel agar Salma mau berjanji padanya.


''Nah.. begitu dong anak pintar. Iya aunty janji, nih..'' balas Salma melakukan hal serupa dengan yang Akmal lakukan yaitu mengacungkan jari kelingkingnya pada layar ponsel.


''Ya sudah Akmal tidur dulu ya aunty bye..'' ucap Akmal kemudian ia turun dari pangkuan ibunya.


''Iya daah...'' sahut Salma.


''Salma terima kasih ya, maaf mengganggu waktu istirahat kamu.'' ujar Izma setelah anaknya sudah sedikit menjauh darinya.


''Tidak papa Iz, aku malah senang bisa membantumu dan melihat Akmal malam ini.'' timpal Salma sambil tersenyum.


''Iya, terima kasih Sal. Kalau begitu, aku mau menidurkan Akmal dulu ya.. Assalamu'alaikum.'' pamit Izma.


''Iya Wa'alaikumsalam Warahmatullah.'' Salma pun mengakhiri panggilannya dengan senyuman yang tak hilang dari bibirnya.


"Hah.. Akmal..Akmal.. menggemaskan sekali." gumamnya.


Kemudian Salma pun membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Selama menelpon dengan Akmal tadi, Salma mendapatkan sebuah ide untuk menyelesaikan masalahnya mengenai Taufik.


''Seorang anak! Mungkin dengan hadirnya seorang anak akan mampu mempererat hubunganku dengan Mas Taufik.'' gumam Salma dengan senyumnya.


"Tapi bagaimana acaranya untuk dapat sampai disana?" bingung Salma hingga akhirnya Salma pun tertidur dengan membawa pertanyaannya dalam mimpi.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like dan Votenya!!


__ADS_2