
'' Mari kita makan '' ajak Salma ketika semuanya telah berkumpul dimeja makan.
'' Ba.. baik non '' jawab salah satu dari mereka dengan gugup sedangkan yang lainnya hanya mengangguk untuk menjawab ajakan Salma.
Kemudian merekapun makan meski dengan sungkan dan malu - malu. Seusai makan malam Salma ingin membantu mereka mengangkat dan membersihkan piring kotor dan meja makan, namun kali ini mereka benar - benar melarang dan menolak sama dengan sedikit lebih keras dari sebelumnya. Karena bagaimanapun itu pekerjaan mereka, tidak sepantasnya Salma mengotori tangannya hanya untuk membantu mereka, lalu untuk apa mereka dibayar disini itu pikir mereka.
Dan Salma pun mengalah ia hanya memperhatikan mereka bekerja, sampai ia teringat kembali kejadian tadi dimeja makan yang membuatnya bingung sekaligus penasaran.
'' Emm.. Bi apa di rumah ini terdapat sebuah aturan tertentu? '' tanya Salma setengah ragu ia bertanya.
'' Aturan? Maksud non aturan bagaimana? '' jawab Bi Ati dengan kebingungan
'' Ya aturan, emm.. seperti tidak dibolehkannya seorang pekerja duduk dan makan bersama dengan majikannya misalnya? '' balas Salma yang merasa bingung juga untuk menjelaskannya
'' Tidak ada non, selama saya bekerja disini tidak ada aturan apa - apa yang mengikat kami selama bekerja. Kami justru senang dan nyaman bekerja disini, karena tuan Taufik tidak pernah menuntut atau mengeluh dengan apa yang kami kerjakan selama ini. Dia sangat baik dan pengertian non '' papar Bi Ati pada Salma
'' Kalau begitu kenapa tadi Bibi dan yang lain seperti sangat takut hanya untuk menemani saya makan? '' tanya Salma akhirnya yang sudah menyerah dengan semua pertanyaan yang sejak tadi ada dikepalanya.
'' Oh.. itu, kalau itu memang sudah menjadi prinsip kami agar tidak bersikap semena - mena apa majikan kami. Kami harus mengetahui dan menyadari posisi dan batasan kami sebagai seorang pelayan non '' jelas Bi Ati
'' Bibi, bibi jangan bicara seperti itu, kita semua sama disini bi, tidak ada yang berada diatas maupun dibawah. Kita sama - sama membutuhkan disini bi, aku dan Mas Taufik membutuhkan bibi dan pekerja yang lain untuk membantu kami meringankan pekerjaan rumah begitupun dengan bibi dan yang lain yang juga membutuhkan sebuah pekerjaan. Kita disini sama bi, sama -sama saling membantu dan membutuhkan jadi bibi jangan berkata atau berpikir seperti itu lagi ya bi. Kita semua keluarga disini '' bantah Salma yang merasa perkataan bi Ati itu tidak benar dan membuatnya merasa tidak nyaman.
Berbeda dengan Salma, Bi Ati malah tertunduk bahkan menitihkan air matanya mendengar perkataan Salma begitupun para pekerja yang lain yang terharu mendengar penuturan Salma tadi. Bahkan seumur hidup mereka bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga tidak ada bahkan tidak pernah ada majikan yang sebaik dan selembut Salma memerlakukan mereka, kenyataan itu membuat mereka senang tapi sekaligus sedih.
__ADS_1
Salma yang melihat bi Ati menangis dan yang lain tertunduk merasa sangat terkejut dan berpikir, apakah ada yang salah dengan perkataannya? Atau ucapan Salma tadi malah melukai perasaan mereka? Salma benar - benar dibuat kaget dan panik melihat itu semua, buru - buru ia mendekati Bi Ati meminta maaf dan memeluknya.
'' Lho.. kenapa bi? Kenapa bibi nangis? Apa perkataanku tadi melukai bibi? Apa ucapanku tadi membuat bibi dan yang lain tersinggung? Jika benar seperti itu, aku minta maaf bi. Aku tidak bermaksud seperti itu sedikit pun bi, sungguh '' ujar Salma yang kelabakan melihat bi Ati terus menangis. Salma terus memeluk bi Ati sesekali mengelus punggung bi Ati agar tangisannya segera berhenti.
'' Tidak non, bukan begitu '' ucap salah satu yang lain dengan suara parau berusaha menahan tangisnya
'' Lalu apa? Kenapa kalian jadi sedih bahkan bi Ati sampai menangis begini, ayolah aku tadi tidak bermaksud apa - apa, aku minta maaf '' jawab Salma kembali, bahkan kini Salma pun menitihkan air matanya karena benar - benar merasa bersalah
'' Tidak non kami tidak tersinggung ataupun marah pada non, non jangan menangis. Kami hanya merasa terharu dan merasa dipedulikan dengan perkataan non tadi '' balas bi Ati akhirnya ketika mendengar Salma terisak dan ternyata Salma sudah menangis.
'' Bibi minta maaf non karena terlalu terbawa emosi sampai menangis seperti ini, maaf membuat non Salma jadi sedih dan ikut menangis '' imbuhnya ketika Salma sudah melepas pelukannya
'' Apa benar bibi baik - baik saja? Bibi tidak marah padaku kan karena perkataanku tadi? '' tanya Salma masih belum yakin jika ia bukan penyebab bi Ati bersedih
'' Apa benar hanya karena itu? '' ucap Salma memastikan dan kini ia pun menghentikan tangisnya juga menghapus sisa air matanya.
'' Iya non, hanya karena itu. Bibi menangis karena memang dasarnya saja bibi ini cengeng '' sahut bi Ati kemudian tertawa karena ucapannya sendiri yang mengakui bahwa dirinya cengeng.
'' Lalu yang lainnya kenapa? kenapa tadi kalian bersedih? '' tanya Salma setelah tadi tersenyum melihat dan mendengar bi Ati tertawa, kini Salma beralih pada pekerjanya yang lain.
'' Seperti yang tadi saya katakan non, kami hanya terharu mendengar perkataan non tadi. Bahkan saya sampai teringat dengan keluarga saya di kampung '' jawabnya diiringi tawa kecil diakhir kalimatnya
'' Huh.. hanya pikir kalian kenapa. Ngomong - ngomong soal kampung, kapan biasanya kalian bisa berlibur dan pulang ke kampung kalian masing - masing? '' tanya Salma beralih topik😅
__ADS_1
'' Biasa kami libur secara bergiliran non, agar disini masih ada yang bantu bi Ati merawat dan mengurus rumah. Kami memiliki jadwal masing - masing untuk pulang kampung dan mendapat jatah libur paling lama satu bulan penuh '' jelasnya pada Salma, Salma pun mengangguk sebagai jawaban dan sekali lagi mencerna penjelasan tadi.
'' Kalau begitu.. berarti bi Ati tidak pernah pulang kampung dong? '' simpul Salma
'' Ya.. seperti itulah non, saya kan tidak memiliki siapa - siapa lagi dan mau pulang kemana saya jika keluarga pun saya tidak punya '' timpal bi Ati menunduk sedih
'' Eitss.. jangan begitu, bibi lupa kalau kini kita semua adalah keluarga, iya.. keluarga bibi '' tutur Salma kemudian mengangguk - anggukan kepalanya ketika bi Ati menatapnya seolah memastikan ucapan Salma. Bi Ati pun akhirnya tersenyum
'' Dan mulai sekarang bersikaplah layaknya sebuah keluarga, tidak boleh ada kata canggung atau sungkan lagi padaku, dan saling membantulah ketika salah satu dari kalian sedang kesusahan '' ucap Salma pada semua pekerjanya.
'' Siap non ''
'' Baik non '' itulah jawaban - jawaban dari mereka.
Salma memang sengaja selalu mendekati dan mengakrabi semua pekerjanya karena menurut Salma hal itu sangat diperlukan. Saling mengenal dan saling memahami satu sama lain, itu akan mempermudah kerja sama dan hubungan yang terjalin, apalagi dengan hal itu Salma akan mendapatkan teman dan keluarga yang baru.
.
.
Bersambung...
LIKE, COMENT DAN VOTENYA YA.. KAWAN - KAWAN😊😊
__ADS_1
Makasih💕