Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 79. Berhenti mendadak


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu, Fitri yang memang pulang ke hotel lebih dulu sudah akan bersiap pergi menyantap makan malamnya di resto hotel tersebut. Dia bahkan sempat tidur siang dulu tadi, mengistirahatkan tubuhnya sejenak setelah lelah harus menyelesaikan sisa pekerjaan hari ini sendirian, karena Husain yang tiba-tiba menghilang dan sampai saat ini pun Fitri tidak tahu apakah pria itu sudah kembali ke hotel apa belum.


" Apa dia sudah kembali ya? Ck, dia bahkan tidak ada menghubungiku sama sekali. " Gerutunya ketika melihat pintu kamar Husain yang tepat disebelah kamarnya.


" Apa aku ketuk saja ya? Siapa tahu dia sudah didalam. " Monolognya yang kini sudah menghadap pintu kamar tersebut dan bersiap untuk mengetuknya, namun sejurus kemudian dia urungkan.


" Ah, tidak.. tidak.. Untuk apa juga aku peduli padanya, tidak berguna! " Ujarnya yang pada akhirnya berlalu, tanpa ingin pusing lagi memikirkan keberadaan Husain.


.....


Malam berganti pagi, entah kapan dan jam berapa Husain kembali ke hotel. Yang jelas pagi ini, dia sudah terlihat rapih saja dengan jas kerjanya. Dengan wajah yang terlihat kesal dia kini menggedor pintu kamar Fitri entah sudah yang ke berapa kalinya.


Dikarena persoalan kemarin, membuat jadwal pagi ini sengaja dia ubah menjadi lebih pagi agar segera terselesaikan dan dia pun bisa fokus mengatasi permasalahan pria misterius yang kemarin menguntitnya itu.


Namun karena kesalahannya juga sih, yang tidak atau mungkin terlambat memberitahukan hal ini pada Fitri, membuatnya lagi-lagi harus menunggu keleletan wanita itu dengan setengah emosi.


Tok, tok, tok...


" Kenapa lama sekali?! Kau membutuhkan berapa banyak waktu lagi untuk bersiap, heh!? " Teriak Husain lagi karena masih belum terlihat tanda-tanda jika Fitri akan segera keluar.

__ADS_1


" Ck, iya.. iya sebentarrr!! " Pekik Fitri membalas teriakan Husain dari dalam kamarnya.


Hingga tak lama dari itu, dengan segala kehebohannya Fitri pun keluar, terlihat tampilannya yang kini sedikit berantakan. Dilihat dari wajahnya sepertinya Fitri bahkan belum memoleskan apapun di sana, dengan napas yang masih berkejaran Fitri menatap Husain dengan tak kalah kesal dan marah.


" Dasar! Seenaknya saja, mengubah jadwal dan membuat orang kelimpungan seperti ini. " Mungkin seperti itulah arti dari tatapan matanya itu.


" Ck, selalu saja kau seperti ini. " Keluh Husain seraya berlalu meninggalkan Fitri yang mengekor dibelakangnya dengan bersungut-sungut.


" Hei! Yang ada akulah yang seharusnya marah padamu! Kau tiba-tiba saja mengubah semuanya, kau pikir segala sesuatu tidak memerlukan persiapan heh!? " Akhirnya terlontar jugalah kekesalan yang berusaha ia kemas itu, rasanya tak terima saja jika sudah dia lagi yang harus kembali disalahkan dan dipojokan seperti ini.


Tak ada sahutan sama sekali dari pria yang kini melangkah lebar didepannya itu, yang sontak saja hal itu membuat Fitri semakin kesal dan geram.


Didalam mobil, Fitri yang kini fokus membenahi tampilan dirinya dan Husain yang tengah fokus berkendara. Tidak ada kata yang terucap dari keduanya, mereka sama-sama fokus dengan kegiatannya masing-masing.


Keadaan yang semula hening, bahkan Fitri pun hampir saja rampung menggunakan semua alat-alat ajaibnya itu ketika tiba-tiba saja Husain menghentikan laju mobilnya secara mendadak.


" Aaa.. A..ada apa? Kenapa kau tiba-tiba berhenti mendadak begini? " Pekik Fitri yang celingukan melihat situasi, bagaimana dia tidak terkejut karena sejak tadi dirinya tengah asik memoles bibirnya yang kini bahkan belepotan karena tragedi barusan.


" Kau ini sebenarnya kenapa sih? Ini, tidak ada apa-apa kok, kenapa menghentikan mobil mendadak? Kau sengaja ingin mengerjaiku 'kan? " Serang Fitri dengan berang melihat Husain yang tampak terlihat santai dan tenang-tenang saja itu.

__ADS_1


Melihat hal itu Fitri semakin yakin saja jika Husain memang benar sengaja melakukan hal itu, dia sengaja melakukannya untuk mengusili dan mengganggu dirinya. Tapi, saat mengingat lagi jika situasinya kini tidak memungkinkan, dimana mereka bukankah sedang dikejar waktu dan tengah terburu-buru untuk menyelesaikan deadline pekerjaan mereka sesegera mungkin. Ah, rasa-rasa mustahil juga Husain melakukan tindakan sia-sia itu, tapi.. lalu apa yang menjadi alasan Husain melakukan hal itu?


Fitri bertanya-tanya, hingga pada saat dia memerhatikan raut wajah Husain yang tampak serius dan sedikit tegang, disana dia menyadari sepertinya ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi. Husain nampak serius memperhatikan sebuah mobil dari kaca spionnya dengan cermat, hingga tiba-tiba mobil itu berbalik dan melaju dengan kencang meninggalkan tempat tersebut.


" Kejar mereka, jangan sampai kehilangan jejaknya! " Titah Husain kepada seseorang yang sejak tadi terhubung melalui earphone-nya.


Tak lama Husain pun kembali melajukan kendaraanya dengan suasana yang kembali hening namun masih terasa sedikit tegang itu.


" Siapa? Siapa mereka? " Pada akhirnya Fitri pun memberanikan diri membuka suara dan mencari jawaban dari rasa penasarannya itu.


" Kau tidak perlu tahu, urusi saja wajahmu yang berantakan itu! " Sahut Husain yang merujuk pada bibir Fitri yang masih belepotan karena lipstiknya tadi. Ya, karena saking terkejut dan tegangnya Fitri tadi belum sempat menghapusnya.


" Ck, menyebalkan! " Ujar Fitri dengan cemberut dan memalingkan wajahnya merasa malu, pasti tampilannya kini sangat mengenaskan dan sialnya dia juga lupa akan hal itu hingga Husain bahkan harus melihat hal itu.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2