
Tak terasa sudah tiga hari semenjak kepergian Taufik ke luar kota. Kini di sebuah kamar terlihat seorang gadis yang sedang termenung dengan perasaan yang berkecamuk, seperti ada sesuatu yang sedang mengganggunya.
Perasaan apa ini? Mengapa aku merasa kosong dan seperti kehilangan sesuatu dari diriku? Ada apa denganku? Apa.. aku merindukan Mas Taufik? Tapi, apa seperti ini rasanya merindukan seseorang? Batin Salma
Salma berjalan menuju balkon kemudian duduk dan berayun diayunan favoritnya, dengan pikiran yang masih berpusat pada Taufik.
'' Sedang apa ya.. Mas Taufik sekarang? Apa dia juga mengingatku dan sedang merindukanku, seperti aku sekarang yang sedang merindukannya? '' gumam Salma pada dirinya sendiri kemudian tersenyum kala bayangan Taufik melintas dikepalanya.
Jika mungkin, ingin rasanya Salma sekarang menemui Taufik dan menghambur kedalam pelukannya, namun jarak sedang menguji mereka sekarang.
Meski dulu Salma sempat masih ragu akan perasaannya pada Taufik, tapi sekarang setelah ia dan Taufik berjauhan dan lama tak berkomunikasi seperti ini membuat Salma akhirnya menyadari bahkan mengakui bahwa ia memang sudah memiliki perasaan lebih pada Taufik, bukan sekedar tuntutan akan kewajibannya saja sebagai seorang istri. Dan karena hal itu pula kini Salma harus menanggung akibatnya, merasakan sebuah hukuman yang sama dengan yang dialami oleh kebanyakan orang yang sedang kasmaran ketika harus berpisah dan berjauhan dengan pasangannya, yaitu berupa rasa gelisah dan tersiksa dengan perasaan rindunya pada Taufik.
Kenapa tidak dari dulu saja sih aku menyadarinya? Kenapa baru sekarang? Disaat aku bahkan tak bisa menggapainya😔 Batin Salma
Rasa - rasanya Salma ingin sekali menangis saat ini, menangis dan mempertanyakan waktu mengapa kini ia terasa begitu lamban bergerak. Padahal sedari kemarin ia selalu berusaha menyibukkan dirinya dengan segala hal yang Salma rasa itu dapat mengalihkan pikiran dan perasaannya yang terus saja tertuju pada Taufik. Bahkan ketika Salma di butik sekali pun, menghadapi dan melayani para pelanggannya dan pesanan mereka Salma tetap saja dirundung gelisah dan tak dapat fokus pada pekerjaannya.
'' Hah.. ternyata seperti ini rasanya ditinggal oleh orang yang spesial dihati kita.. sungguh melelahkan, padahal aku tahu dia hanya beberapa hari saja disana bukan untuk selamanya😯 '' ucap Salma
Salma bangkit dan bersiap akan pergi ke suatu tempat yang biasa ia kunjungi disetiap bulannya. Tempat dimana sebuah mimpi dan harapan selalu menjadi hal yang ditunggu - tunggu kapan terwujudnya oleh orang - orang disana.
Salma pun pergi keluar mencari pak Atif untuk mengantarnya pergi, ya.. pergi lebih baik dari pada terus termenung dengan perasaan tak tentu pikir Salma.
'' Pak antarkan dulu saya ke supermarket, baru setelah itu ke tempat yang kita tuju sebelumnya '' ujar Salma pada pak Atif ketika mereka sudah meninggalkan halaman rumah.
__ADS_1
'' Siap non '' balas pak Atif
Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang dan dibawah teriknya sinar mentari yang menandakan bahwa hari telah beranjak menuju siang.
Salma pun akhirnya sampai di supermarket tersebut, untuk membeli beberapa keperluan yang akan dia bawa ke tempat yang akan Salma datangi nanti.
Masuk, membawa troli dan bersiap memilah apa saja yang akan dia beli, setelah setengah jam sudah berlalu kini Salma berada didepan kasir dengan belanjaan yang telah memenuhi trolinya, antri menunggu giliran untuk membayar belanjaannya karena kebetulan siang ini supermarket sedang penuh - penuhnya pembeli.
Setelah lama menunggu, Salma keluar dengan beberapa kantong besar ditangannya. Melihat Salma yang kesulitan membawa barang belanjaannya, pak Atif segera turun dari mobil dan bergegas menghampiri Salma untuk membawakan belanjaannya.
'' Non, kenapa tidak bilang belanjanya akan banyak. Kalau tadi saya tahu pasti akan saya tunggu di depan pintu masuk '' ucap pak Atif ketika sudah dihadapan Salma lalu mengambil alih semua tas belanjaan ditangga Salma.
'' Tidak papa kok pak, saya sudah biasa seperti ini '' timpal Salma
Pak Atif memasukkan semua barang belanjaan Salma kedalam bagasi mobil, selepas itu pak Atif kembali masuk kedalam mobil dengan Salma yang sudah duduk dikursi penumpang sedari tadi. Mobil pun melaju menuju ke tempat selanjutnya, tak berapa lama terlihat sebuah bangunan yang cukup luas dengan bagian depannya terdapat sebuah plang bertuliskan ' Panti asuhan PERMATA IBU ' Ya.. Salma mendatangi sebuah panti asuhan yang mana disana banyak anak kurang beruntung yang ditinggal orang tuanya, baik ditinggal pergi atau karena memang orang tuanya sudah meninggal dunia tak sedikit juga yang dibuang karena tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya.
Bahkan ada diantara mereka yang membuatkan sebuah sekolah gratis yang khusus didirikan hanya untuk anak - anak kurang mampu, termasuk anak - anak di panti ini pun semua disekolahkan disana. Dan jika ada seorang anak yang berprestasi dan berkeinginkan tinggi melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi lagi, para donatur tersebut pun akan dengan tangan terbuka membantu untuk mewujudkan mimpi - mimpi anak tersebut dengan syarat ia harus belajar dengan sungguh - sungguh dan tetap menjadi pribadi yang baik dan rendah hati apapun hasil dari belajarnya itu nanti.
Tak jarang juga pecinta sosial, tetangga atau orang - orang setempat yang selalu membawakan bingkisan untuk mereka baik sebuah mainan, makanan atau sekedar pakaian baru demi untuk menghibur dan membahagiakan anak - anak disana. Seperti yang Salma lakukan saat ini, ia selalu meluangkan waktunya hanya untuk sekedar berkunjung dan mengajak mereka bermain. Walau pun Salma tidak membantu banyak seperti para donatur lainnya, tapi kedatangannya lah yang selalu ditunggu - tunggu oleh anak - anak di panti karena dengan Salma mereka seperti mendapatkan kebahagiaan dan kasih sayang yang tak pernah mereka dapat dari orang tua mereka.
'' Kak Salmaaa '' teriak salah satu anak disana ketika ia melihat Salma turun dari mobil, mendengar teriakan anak tersebut membuat anak - anak yang lain pun segera melihat kearah dimana Salma berdiri.
'' Kak Salmaa '' teriak mereka serempak kemudian berlarian menghampiri Salma
__ADS_1
'' Assalamu'alaikum, apa kabar kalian? '' sapa Salma
'' Baik kak, Alhamdulillah '' jawabnya kompak
'' Bagaimana dengan kakak, apa kakak baik - baik saja? Kenapa saja kakak selama ini, kenapa baru datang sekarang? Kakak tahu, kami sangat merindukan kakak '' ujar salah satu anak, mengutarakan kerinduannya pada Salma
'' Iya kak, apa kakak tahu kami selalu menunggu kakak disini. Kami rindu bermain petak umpet dengan kakak '' timpal yang lainnya
'' Iya.. iya.. kakak minta maaf ya.. baru bisa mengunjungi kalian sekarang. Akhir - akhir ini kakak sedang banyak pekerjaan. Tapi.. apa hadiah dari kakak sudah sampai pada kalian? '' jelas Salma yang diiringi tanya
'' Sudah kak, aku suka sekali bonekanya '' jawab seorang anak perempuan sambil menunjukan boneka yang ia maksud.
'' Iya kak, aku juga suka robot - robotan dari kakak. Canggih.. sekali '' lanjut yang lainnya dan jawaban - jawaban pun terus terdengar dari mereka satu persatu.
'' Ya sudah kalau begitu, kakak permisi dulu ya.. kakak mau bertemu ibu panti. Ini untuk kalian, pilihlah yang kalian suka tapi ingat...! jangan berebut '' ucap Salma dengan menyodorkan dua kantong besar pada mereka.
'' Siap kakkk '' sahut mereka dan Salma pun berlalu menyusuri lorong - lorong hingga akhirnya berhenti didepan sebuah pintu.
Tok.. tok.. tok..
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Like dan Votenya ya...