Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 54 Pertemuan


__ADS_3

Setelah acara makan siang mereka selesai, Wijaya dan Izma ternyata harus berpamitan terlebih dahulu karena ada sedikit urusan katanya. Dan akhirnya hanya tertinggallah Salma dengan Taufik, sengaja Taufik tidak kembali ke kantor karena ingin mengajak Salma untuk jalan-jalan hari ini.


"Ayo Mas, kita pulang." Ajak Salma bermaksud untuk kembali ke butik.


"Apa pekerjaanmu cukup banyak hari ini?" Tanya Taufik.


 "Tidak sih, tapi bukankah kamu juga perlu kembali ke kantor?" Jawab dan tanya Salma, ketika Taufik seperti mencegahnya pulang.


"Tidak, hari ini aku ingin menghabiskan waktuku denganmu seharian." Jawab Taufik yang membuat Salma mengerutkan dahi.


"Kenapa?" Pertanyaan yang secara reflek lolos begitu saja dari mulutnya.


"Kenapa? Apa salah, jika seorang suami ingin mengajak istrinya sendiri pergi?" Tanya balik Taufik.


Salma tersenyum malu dengan agak sedikit meringis, merutuki pertanyaannya tadi.


"Hehe.. maaf Mas, bukan itu maksudku." Balas Salma jadi salah tingkah.


"Ah.. sudahlah, ayo ikut aku. Apa kamu sedang menginginkan sesuatu sekarang?" Lanjut Taufik yang langsung menggandeng tangan Salma dan mulai melangkahkan kakinya, menuju mobil mereka yang sudah terparkir didepan.


"Tidak Mas, bukankah tadi kita baru saja makan. Mana mungkin aku menginginkan sesuatu lagi, aku sudah sangat kenyang Mas." Sahut Salma yang membuat Taufik melirik kearah Salma sejenak.


"Maksudku? Apa kamu sedang membutuhkan sesuatu atau ingin membeli sesuatu? Seperti pakaian atau hal lainnya. Apa setiap yang diinginkan harus berupa makanan saja?" Papar Taufik yang kembali membuat Salma merutuki mulutnya itu.


"Huh.. ada apa denganku hari ini? Kenapa aku jadi tidak fokus begini." Batin Salma dengan sangat menahan rasa malunya pada Taufik.


"Maaf Mas, aku sedikit tidak fokus tadi." Balas Salma dengan menggelengkan kepalanya kecil.


"Em.. sepertinya aku tidak sedang memerlukan apapun sih Mas. Memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?" Imbuh Salma menjawab pertanyaan awal dari Taufik.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin membelikanmu sesuatu. Lagi pula aku belum pernahkan membelikan sesuatu untukmu?" Ucap Taufik yang membukakan pintu mobil untuk Salma, kemudian mempersilahkannya masuk.


Salma pun masuk tanpa bertanya akan pergi kemana mereka, sedangkan Taufik ia berjalan memutari mobil setelah tadi menutup pintu mobil samping Salma.


"Ayo Pak, jalan." Pinta Taufik ketika ia sudah duduk bersebelahan dengan Salma.


"Iya baik, Tuan." Sahut Pak Aji yang langsung menjalankan mobilnya ke tempat yang Taufik masuk sebelumnya.

__ADS_1


"Kamu tidak bekerja sampai membuat diri sendiri lelahkan, hari ini?" Ujar Taufik kembali membuka suara, ia kini sedang duduk menyamping sambil melihat kearah Salma.


Salma pun menoleh kearah Taufik, ketika mendengar Taufik kembali bertanya padanya.


"Hmm.. tidak Mas, kamu tenang saja. Aku akan selalu mengingat pesanmu dan pastinya akan selalu menjaganya untuk tetap aman dan nyaman." Sahut Salma dengan tersenyum dan tangan yang meraba perutnya sendiri.


Taufik pun ikut tersenyum melihat itu, entah kenapa senyuman manis Salma selalu berhasil menghipnotisnya. Bahkan tak jarang ia akan selalu ikut tersenyum saat melihatnya.


"Pintar! Kamu memang harus selalu mengingatnya, karena jika tidak.. butikmu akan tinggal nama." Ucap Taufik sambil mengayunkan jari telunjuknya kearah Salma, seperti yang biasa dilakukan oleh seorang ibu saat memperingatkan anaknya.


"Hahaha.." Salma tertawa dengan lepasnya melihat Taufik seperti itu, alih-alih merasa takut. Justru Salma merasa bahwa Taufik kini sedang bergurau dengannya, belum lagi ekspresi Taufik saat mengucapakan kalimat akhirnya membuat Salma tak bisa lagi untuk menahan tawanya.


"Lho.. lho.. kenapa tertawa? Aku serius ya.. jangan anggap ini sebuah lawakan." Lagi Taufik berucap, meski kini ia sedang sangat menikmati tawa Salma. Wajahnya yang semakin memancarkan sinar kebahagiaan, dan suaranya yang begitu lepas itu seakan sudah memenuhi seluruh rongga dalam diri Taufik.


"Sangat cantik. Ya.. kamu memang benar-benar cantik Salma, bukan hanya wajahmu bahkan hatimu jauh lebih cantik lagi. Hatiku memang tidak pernah salah untuk memilihmu, sayang.." ujar Taufik membatin dalam diamnya menatap Salma.


Entah kenapa, tapi Taufik merasa seperti ada perasaan yang membuncah didalam dirinya saat ini. Ia bersyukur dan akan selalu merasa bersyukur, akan hari dimana untuk pertama kalinya ia dipertemukan dengan Salma. Saat itu..


Flash back on


"Taufik, untuk kali ini saja. Mama mohon, kamu mau ya.. menemui gadis pilihan Mama itu. Jika nanti kamu tidak menyukainya, oke Mama janji tidak akan mencoba untuk menjodoh-jodohkanmu lagi." Ucap Bu Sahidah memelas pada Taufik karena ini untuk kesekian kalinya ia menjodohkan anaknya itu, tapi sampai saat ini tidak ada yang berjalan sesuai keinginannya. Karena pasti Taufik akan selalu menolaknya, baik sebelum dipertemukan maupun sesudah keduanya sudah saling bertemu.


"Kamu tahu Fik, dia itu sangat santun dan sopan. Soal cantik, tak usah kamu tanyakan lagi. Dia sangat, sangat cantik dan yang pasti baik hatinya. Mama tidak sedang melebih-lebihkannya ya.., ini memang yang sebenarnya dan Mama akan merasa sangat beruntung jika dialah yang menjadi mantu Mama nantinya." Lanjut Bu Sahidah, ia bercerita dengan mata yang berbinar dan penuh dengan keantusiasan.


Ia sangat berharap jika pilihanya kali ini, akan membuat Taufik luluh dan segera menikah. Melihat Taufik yang belum juga menanggapinya, Bu Sahidah pun berniat untuk kembali membujuk Taufik. Namun, sebelum itu terjadi ternyata Taufik sudah lebih dulu menyahut.


"Iya Ma, InsyaAllah nanti akan Taufik usahakan. Mama tinggal kirim saja alamatnya padaku, dan bolehkan sekarang aku kembali membaca ini? Aku harus segera mempelajarinya malam ini, karena besok ini akan aku presentasikan." Sahutnya dan dengan sangat halus ia meminta Mamanya untuk berhenti mengajaknya bicara.


Ya.. saat ini ia sedang berada di ruang kerjanya, namun karena sejak pagi Bu Sahidah tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan anaknya. Maka dari itu, ia sampai menunggu Taufik pulang kerja hanya untuk membicarakan soal ini. Tapi tidak apa-apa, karena Bu Sahidah kini sudah merasa puas akan usahanya itu. Taufik akhirnya setuju dan mau menemui gadis pilihannya itu.


"Iya baiklah, silahkan kamu lanjutkan kerjanya ya. Dan ingat! Jangan tidur terlalu malam, baiklah kalau begitu Mama tinggal ya.." pamit Bu Sahidah yang langsung keluar dari ruang kerja anaknya.


Keesokan harinya, setelah selesai meeting. Taufik pergi ke alamat yang dikirimkan oleh ibunya, kini ia sudah duduk disalah satu meja restoran yang sudah direservasi oleh ibunya sebelumnya.


"Sepertinya Mama benar-benar sudah merencanakan ini dengan baik sebelumnya." Batin Taufik sambil melihat ke segala arah resto tersebut, mencari gadis yang dimaksud oleh sang ibu.


Dan sepertinya gadis tersebut belum datang, hingga Taufik pun memilih untuk membuka beberapa email yang belum sempat dibacanya sambil menunggu kehadirannya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat.


"Ekhm.. Assalamu'alaikum. Permisi, apa benar ini dengan Mas Taufik?" Tanya seorang gadis dengan sopan.


Taufik mendongkakkan kepalanya, ketika mendengar suara perempuan yang berdiri didekat mejanya.


"Ya benar, dengan Nona Salma? Silahkan duduk." Sahut Taufik yang langsung mempersilahkannya duduk, ketika ia mengangguk membenarkan pertanyaannya.


"Perkenalkan nama saya Taufik Alfahri." Ucap Taufik mulai memperkenalkan dirinya saat Salma sudah duduk didepannya. Ia juga menyodorkan tanganya ketika memperkenalkan diri.


"Maaf Mas, nama saya Salma Azizah. Mohon maaf sebelumnya bukan saya tidak sopan, tapi saya tidak bersentuhan dengan yang bukan mahram." Balas Salma dengan menangkupkan kedua tangannya, dan dengan sopan Salma menolak Taufik untuk bersentuhan dengannya.


"Ekhm.. iya tidak apa-apa." Taufik menarik kembali tangannya. Ia menatap Salma yang sedari tadi tertunduk didepannya.


"Di jaman seperti ini? Hmm.. menarik, tapi aku tidak boleh langsung mempercayainya. Aku harus mengenal dan mengujinya terlebih dahulu." Ujar Taufik membatin.


Taufik mulai merasa tertarik kepada Salma, disaat para gadis diluaran sana sudah tidak memperhatikan dan mempedulikan soal kesuciannya. Namun, disini Salma berbeda. Salma terlihat sangat menjunjung tinggi kehormatan dan harga dirinya sebagai seorang wanita, ia bahkan tak segan menolaknya yang hanya ingin berkenalan dan menyentuh tangannya.


Dan tak mau berlama-lama lagi dengan rasa penasarannya, Taufik pun memulai perbincangan mereka dan mulai memberi Salma pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan sedikit membuat Salma terjebak bahkan terpojok saat akan menjawabnya.


Namun, karena Salma yang juga sama pintarnya dengan Taufik sehingga dengan mudah ia dapat menjawabnya, bahkan keadaan terbalik. Saat beberapa kali justru Taufik yang malah tersudut dengan pertanyaannya sendiri, dan hal itu membuat ketertarikan dan kekaguman Taufik bertambah pada Salma.


Taufik tersenyum puas dengan setiap jawaban Salma, dan kini ia sudah yakin jika gadis didepannyalah yang ia cari dan nantikan selama ini. Ia yakin dan akan segera memberitahu ibunya untuk bergegas melamar Salma dan menikahinya.


Flash back off


.


.


Hallo.. tadinya hari ini aku mau Up 2 episode, tapi karena satu episode lainnya kehapus dan hilang semuanya. Aku jadi hanya bisa kasih yang seadaanya ini, maaf ya..😭😭😭


Aku bahkan sampai nangis2 tadi,


emm.. minta do'anya juga ya.. supaya setelah ini, aku akan banyak ide dan bisa Up banyak episode untuk kalian.


⤵⤵⤵

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah kalian membaca, dengan LIKE, COMENT DAN VOTE.


Terima kasih😍😍


__ADS_2