Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 6 Dibuat terpesona


__ADS_3

Waktu terus berlalu tak terasa hari sudah sore, adzan ashar pun telah berkumandang. Salma membereskan meja kerjanya, menyimpan hasil desainnya dilaci meja kerjanya dan membawa sisa desainnya yang belum selesai untuk Salma lanjut di rumah. Meski butik akan terus buka hingga pukul 19.00 tapi Salma berniat akan pulang lebih awal, mengingat kini dia juga memiliki tanggung jawab lain yaitu melayani dan menunggu suaminya pulang dari kantor.


Sebelum pulang Salma memilih melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu di ruang kerjanya. Pukul 16.25 Salma sampai di rumah utama dengan diantar taksi, kemudian ia bersegera membersihkan diri dan melanjutkan pekerjaannya tadi sambil menunggu waktu magrib dan makan malam tiba.


Malam pun tiba, selepas makan malam dan membereskan meja makan Salma berlalu ke kamarnya untuk berganti pakaian dan bersiap pergi tidur. Tadi usai sholat isya, Taufik pulang lebih awal dari biasanya mungkin ia tidak menginginkan kejadian seperti malam kemarin yang membiarkan Salma lama menunggu dirinya.


Kini Taufik sedang di ruang kerjanya, seperti biasa larut dengan pekerjaan - pekerjaan yang selalu menumpuk dan seperti menuntut ingin segera diselesaikan. Dan karena itu pula Salma berinisiatif untuk membuatkan teh herbal untuk menemani Taufik bekerja malam ini, dengan pakaian yang telah berganti dengan piyama tidurnya dan karena di rumah ini tidak akan ada orang lain selain Salma dan Taufik. Salma melepas hijabnya, dengan rambut hitam panjang tergerainya Salma mengantarkan teh herbal tersebut ke ruang kerja Taufik.


Sontak hal itu membuat Taufik sangat terkejut, untuk pertama kalinya ia melihat Salma tanpa mengenakan hijabnya. Ya.. meski mereka telah beberapa minggu menikah namun Salma belum pernah melepas hijabnya sebelumnya, mungkin dia belum siap pikir Taufik dan Taufik pun tidak terlalu memusingkan bahkan memaksa Salma dalam hal itu. Dan sekarang entah angin apa Salma melepasnya dengan suka rela, entah ia lupa atau mungkin karena memang Salma kini sudah siap dan mempercayai Taufik. Aah.. apapun itu Taufik sangat dibuat senang bukan kepalang, lagi pula itu memang sudah kewajiban Salma dan menjadi sebuah keharusan baginya untuk mempercayai dan menyerahkan diri pada suaminya.


Jujur saja saat ini Taufik semakin dibuat terpesona dengan kecantikan Salma, leher jenjang nan putih sungguh telah membuat Taufik tidak berhenti memandangi Salma. Seperti laki - laki normal lainnya tentu saat ini jiwa kelaki - lakiannya sedang berontak dan meronta ingin segera dituntaskan, tapi akankah Taufik dapat mengutarakan keinginannya itu pada Salma ? Ataukah Taufik harus menahannya dan tersiksa sepanjang malam? Hah.. mungkin yang kedua yang akan terjadi malam ini, sungguh Taufik tidak akan berani memintanya terlebih dahulu untuk sekarang.


''Maaf Mas ganggu, ini Salma bawakan teh untuk menemani Mas bekerja.'' ucap Salma memecah keheningan di ruangan tersebut, ketika sudah sampai di meja kerja Taufik Salma meletakkan cangkir tersebut diatasnya.


Melihat Taufik yang hanya tertegun memandanginya membuat Salma ikut melihat dirinya sendiri, berpikir apakah ada yang salah dengan dirinya saat ini. Dan setelah Salma sadari bahwa yang berbeda saat ini hanyalah ia yang tak mengenakan kerudungnya, ya.. Salma sengaja melakukan itu karena bagaimanapun ini memang yang seharusnya terjadi dan Taufik berhak atas semua yang ada pada dirinya.


Namun melihat reaksi Taufik yang terkejut bahkan boleh dikatakan sekarang Taufik sedang bengong. Membuat Salma kehilangan kepercayaan dirinya.


"Apakah Mas Taufik tidak menyukainya? Apakah sekarang aku terlihat begitu aneh?" itu isi pikiran Salma saat ini.


Salma tertunduk dan merasa sedih karena berpikir Taufik tak menyukai penampilannya saat ini.

__ADS_1


''Ma.. maaf Mas, apakah Mas terganggu dengan penampilanku ? Apakah aku terlihat jelek ?'' tanya Salma masih dengan tertunduk dan suara yang terdengar lirih.


''Ekhmm.. ti.. tidak, kamu tidak terlihat jelek kok dan saya juga tidak terganggu dengan penampilanmu.'' jelas Taufik setelah tersadar dari lamunannya.


''Oh ya.. terima kasih tehnya, sebaiknya sekarang kamu istirahat nanti saya akan menyusul.'' lanjut Taufik karena melihat wajah lelah istrinya.


''Apakah tidak papa aku tidur lebih dulu Mas ?'' tanya Salma.


''Tentu tidak, lagi pula kamu sepertinya kelelahan maka istirahatlah lebih dulu.'' tukas Taufik.


''Baiklah Mas, kalau begitu Salma permisi dan selamat malam.'' ujar Salma yang diakhiri senyum indahnya.


''Hmm..'' timpal Taufik.


🌟🌟🌟🌟


Hari menjelang pagi seperti biasa Salma melakukan aktivitasnya dipagi hari. Pagi ini Salma terbangun dengan tubuh yang terasa lebih segar dari sebelumnya, Salma bangkit dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Disisi lain, Taufik pun terbangun dengan keadaan berbanding terbalik dari Salma. Semalam Taufik terus saja gelisah dan tidak dapat tertidur sepanjang malam, bahkan ia merasa waktu seakan berjalan sangat lambat. Hingga saat dini hari tiba ia baru bisa memejamkan matanya itupun hanya sebentar, buktinya saat ini Taufik sudah kembali terjaga padahal waktu baru menunjukkan pukul 03.00 dini hari.


Bangun kemudian duduk dan bersandar pada sandaran kepala tempat tidur, lama terdiam Taufik kembali dibuat tertegun dengan keluarnya Salma dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk kimono sebatas lutut dan rambut basahnya yang menjuntai, Salma berjalan ke ruang ganti sambil fokus mengosok - gosok rambutnya dengan handuk kecil.

__ADS_1


Sekembalinya dari ruang ganti dan setelah mengeringkan rambutnya, Salma keluar dengan sudah memakai alat sholatnya lengkap dengan sajadah yang ia tenteng. Berniat menghamparkannya, tapi sejurus kemudian ia melihat suaminya ternyata sudah terbangun.


''Mas udah bangun?'' tanya Salma baru menyadari suaminya telah terjaga, sedangkan Taufik hanya meringis mendapat pertanyaan dari Salma.


Aah.. yang benar saja, masa dia baru menyadarinya. Heii.. aku sudah terjaga dari tadi, sejak kamu terus berusaha menggodaku😭 bahkan sekarang sesuatu yang sedari tadi malam berusaha ku tenangkan, kini kembali memberontak dan membangkang padaku. Jerit hati Taufik


Kemudian bangkit dan berkata ''Mm.. ya, saya sudah bangun. Saya akan pergi ke tempat gym.'' lalu berlalu pergi dari kamar.


Sedangkan Salma dibuat bingung dengan jawaban Taufik. Ke tempat gym?  Sejak kapan Mas Taufik ke tempat gym dini hari begini? Bukankah biasanya ia kesana setelah sholat shubuh dan dulu Mama bilang juga begitu. Ada apa dengan Mas Taufik pagi ini? Batin Salma.


Salma benar - benar tidak menyadari penyebab Taufik seperti ini adalah karenanya, dan dengan tanpa berdosanya ia bertanya kenapa? Benar - benar kamu Salma😢.


Di tempat gymnya Taufik berusaha mengalihkan hasratnya dengan terus berolahraga, meski dia merasa sudah lelah sekalipun tetapi apa boleh dikata jika si juniornya belum juga kembali tenang dan tertidur.


Sungguh malang nasibmu Taufik😂😂


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya, jangan lupa dukung dengan cara like, coment dan vote ya..


Terima kasih😊😊


__ADS_2