Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 19 Malam hangat


__ADS_3

Mendengar penuturan Salma Taufik terkejut, benar - benar terkejut. Ia tidak menyangka yang dimaksud Salma sebuah permintaan adalah hal seperti itu, meski tak dapat Taufik sangkal bahwa ia bahagia mengetahui bahwa Salma ternyata sudah siap akan hal itu hingga Salma mengutarakannya sendiri. Namun Taufik bingung, mengapa Salma harus meminta izinnya untuk hal itu?. Bukankah dia memang istrinya Taufik, tentu saja dia yang nantinya akan menjadi ibu dari anak - anaknya kelak. Sehingga tanpa perlu ia minta atau Taufik izinkan hal itulah yang memang akan terjadi kedepannya.


Taufik menatap mata Salma sebelum ia menjawab ucapan Salma tadi.


'' Iya, tentu saja. Bukankah kamu istriku? '' balas Taufik setelah lama terdiam untuk mencerna ucapan Salma.


Salma tertunduk, berusaha mengumpulkan nyalinya untuk mengatakan semua yang ia rasakan dan pikirkan selama ini.


'' Lalu, kenapa mas tidak pernah menyetuhku selama ini? '' tanya Salma seraya mengangkat kepalanya lagi.


Deg...


Taufik terpaku dengan dada yang seakan ditikam belati.


'' Bukankah aku ini istrimu mas? Seperti yang kamu ucapkan barusan, kamu punya hak atas diriku mas. Tapi kenapa, kamu seakan enggan untuk menyentuhku? '' tanya Salma lagi dengan tenang dan jauh dari kata emosi.


Hati Taufik semakin sakit mendengar hal itu, ia dengan segera ingin menyanggah opini Salma barusan. Namun belum sempat ada kata yang terlontar dari mulutnya, Salma sudah kembali melanjutkan kalimatnya.


'' Aku tahu, kita menikah karena dijodohkan bukan karena kita saling mencintai. Dan mungkin saja kamu dulu terpaksa menikah denganku, namun kenyataannya kini kita sudah menikah mas. Jadi bisakah kamu menerimaku? Bisakah kita bersikap layaknya suami istri yang normal? '' Salma menghela nafas, sedangkan Taufik masih memperhatikan Salma dan membiarkan Salma menyelesaikan keluhannya.


'' Ya aku menyadari, aku memang tidaklah secantik gadis - gadis diluaran sana, yang mungkin bisa dengan mudah membuatmu tertarik dan jatuh cinta padanya mas. Tapi meski begitu biarkanlah aku berusaha menjadi istri yang baik untukmu. Setidaknya biarkan aku mencobanya '' dengan lembut Salma bicara.


'' Tidak Salma, kamu sangatlah cantik. Bahkan hal itu saja, sudah sangat cukup membuatku mencintaimu. Belum lagi dengan yang lainnya yang mungkin akan membuatku tergila - gila padamu '' ucap Taufik dalam hati.


'' Maaf mas, aku jadi tidak sopan seperti ini. Tadinya aku tidak akan mengatakan atau bisa dibilang mengeluhkan hal ini padamu, tapi bukankah aku harus memperjuangkan pernikahan kita? '' tutur Salma kemudian ia menunduk dalam, dengan dada dan perasaan yang plongg karena telah mengatakan isi hatinya.


Taufik pun menghela nafas, meski sejak tadi Salma bicara dengan nada yang sangat lembut dan tanpa mengandung emosi atau amarah padanya. Tapi Taufik tahu, dari setiap kata yang Salma ucapkan dan dari sorot matanya yang menjelaskan bahwa ada luka disana.


Namun bodohnya dia yang baru menyadari kalau dia yang telah melukai Salma, melukai istrinya, wanitanya yang sangat dia cintai itu. Kemana saja dia selama ini, hingga baru mengetahui hal ini. Benar - benar bodohhh.

__ADS_1


Taufik kemudian beringsut mendekati Salma. Memegang kedua bahu Salma, dan berkata


'' Tidak papa Salma, justru aku yang harusnya minta maaf jika selama ini aku membuatmu merasa diabaikan dan tidak diinginkan. Jujur, tidak ada sedikitpun niatku untuk mengabaikanmu. Juga.. '' Taufik menarik dagu Salma agar Salma menatap dirinya karena sejak tadi Salma terus saja menunduk.


'' Aku tidak pernah sedikitpun merasa terpaksa untuk menikahimu, aku malah bersyukur dan merasa beruntung mendapatkan gadis baik dan InsyaAllah sholehah sepertimu '' lanjunya sambil menatap mata Salma lekat berusaha untuk menyakinkannya.


'' Dan aku benar - benar minta maaf, jika selama ini aku telah membuatmu merasa tidak bahagia. Tapi, maukah kamu memulai semuanya dari awal lagi bersamaku?'' tanya Taufik pada Salma.


Salma yang menatap dan mendengarkan Taufik sedari tadi pun segera mengangguk dan meneteskan air matanya, tak bisa lagi menahan tangisnya. Bahagia itu yang ia rasakan saat ini, keinginan yang selama ini ia perjuangkan, akhirnya menjadi kenyataan juga.


Melihat itu Taufik dengan cepat memeluk Salma, berusaha menenangkan dan membuat Salma nyaman. Salma akhirnya terisak dalam dekapan Taufik meski ia berusaha menghentikan tangisnya, namun air matanya terus saja mengalir keluar.


'' Shtt.. shtt.. sudah jangan menangis. Lebih baik kita tidur, hari sudah semakin malam '' ujar Taufik sambil mengelus - elus punggung Salma.


Segera Salma angguki, mereka pun merebahkan diri dengan tangan Taufik yang tetap mendekap Salma yang masih sedikit terisak. Malam ini adalah malam yang hangat bagi mereka, untuk pertama kalinya mereka tidur dengan saling memeluk satu sama lain seperti ini.


🌟🌟🌟🌟


'' Hmm.. jam berapa sekarang? '' gumamnya masih berusaha membuka mata, namun.. tunggu! ada yang berbeda.


'' Apa ini?! '' batinnya.


Salma pun meraba apa yang sedang disentuhnya sekarang. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa tangannya kini sedang meraba dada bidang suaminya, matanya membelalak. Namun sesaat kemudian dia tersenyum sambil menengadahkan kepalanya untuk melihat wajah suaminya yang masih tertidur pulas, terasa juga olehnya sebuah tangan kekar yang sedang memeluk tubuhnya. Ya.. Taufik memang memeluk Salma sepanjang malam.


Salma tersenyum ketika mengingat pembicaraannya dengan Taufik semalam. Dia benar - benar bahagia pagi ini, bisa terbangun dalam keadaan segar dan merasakan hangat dekapan suaminya.


'' Ternyata memang benar, semua yang terjadi semalam nyata bukan mimpi '' batin Salma.


Senyum Salma semakin mengembang, tangannya yang semula berada di dada Taufik kini perlahan terulur menyentuh rahang kokoh Taufik. Dengan ragu dan sangat pelan Salma mengelus rahang Taufik, entah mengapa hatinya begitu bahagia dan ada perasaan yang membuncah didalam sana.

__ADS_1


'' Selamat pagi mas! '' bisik Salma sangat pelan pada Taufik, karena takut Taufik terganggu dan terusik Salma pun menghentikan elusan tangannya dirahang Taufik.


Dengan sangat hati - hati pula ia pun mengangkat dan memindahkan tangan Taufik yang memeluk pinggangnya. Perlahan ia beringsut ke pinggir ranjang, lalu terduduk disana. Mengambil ikat rambut dari atas nakas, kemudian mengikat rambutnya secara asal. Lalu, matanya melihat kearah jarum jam dan sesaat kemudian..


'' Ya ampun.. aku kesiangan! '' pekiknya dalam hati.


Salma segera berdiri dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Entah karena tadi malam ia tidur terlalu larut atau karena tadi malam ia tidur dipeluk oleh Taufik sehingga hal itu membuatnya nyaman dan terlena dalam tidurnya, sampai - sampai kini ia bangun terlambat.


_____


'' Mas, mas pulang nanti jam berapa? '' tanya Salma sambil berjalan disamping Taufik dan menenteng tas kerja Taufik yang akan berangkat bekerja.


'' Sekitar sore hari, tapi aku tidak bisa menentukan pukul berapa aku akan pulang. Pokok nanti setelah sholat magrib kita berangkat ke rumah Mama, jadi aku usahakan sebelum magrib aku sudah pulang '' sahut Taufik bertepatan dengan sampainya mereka didepan mobil Taufik.


'' Baiklah kalau begitu '' cicit Salma kemudian ia memberikan tas kerja Taufik dan mencium tangan kanan Taufik.


'' Hati - hati dijalan mas '' ucap Salma selepas ia mencium tangan Taufik.


'' Iya '' timpal Taufik sambil mengecup kening Salma lalu mengucap salam.


'' Assalamu'alaikum ''


'' Wa'alaikumsalam Warahmatullah '' jawab Salma.


Setelah mobil Taufik berlalu, Salma masuk kembali kedalam rumah dan akan menyiapkan keperluannya untuk pergi ke butik nanti siang.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2