Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 60 Kecemasan Mama


__ADS_3

Tiga hari sudah Salma berada di kediaman mertuanya, selama itu juga ia tidak pergi ke butik atau hanya sekedar pergi keluar. Ia hanya fokus dan menghabiskan waktunya untuk menjaga dan merawat ibu mertuanya.


Dan selama ia tinggal disana, ia tidur satu kamar bahkan satu ranjang dengan mertuanya itu. Ya, itu permintaan Bu Sahidah sendiri dan tanpa rasa keberatan Salma pun menyanggupinya, ia justru jadi tidak kesepian lagi dengan harus tidur sendiri. Setiap sebelum mereka pergi tidur, mereka akan banyak mengobrol dan bercerita terlebih dahulu. Tak jarang mereka pun akan tidur sedikit lebih larut dari waktu yang biasanya mereka tidur.


Keadaan Bu Sahidah pun kini sudah jauh lebih baik dan sehat, setiap pagi hari mereka akan jalan-jalan disekitar halaman rumah dan menghirup udara segar dengan ditemani celotehan Bu Sahidah yang bercerita dan mengenang kejadian-kejadian disekitar rumahnya.


"Salma, hari ini kamu jadi pergi nak?" Tanya Bu Sahidah setelah mereka menghabiskan sarapan mereka.


Ya, hari ini Salma akan pergi ke butiknya karena nanti siang ia ada janji dengan salah satu kliennya yang hampir saja ia lupa akan hal itu, jika saja semalam Karin tidak menelponnya dan memberitahunya hal itu.


"Iya Ma, kenapa? Apa ada yang ingin Mama beli lagi? Biar sekalian Salma yang belikan." Tawar Salma karena sebelumnya Bu Sahidah telah memintanya membelikan obatnya yang kebetulan sudah habis juga.


"Oh.. tidak nak, bukan itu. Hanya saja.." ucapan Bu Sahidah terhenti entah kenapa ia merasa berat melepas Salma pergi hari ini.


"Mama tenang saja, aku pasti akan pulang cepat. Mama pasti tidak mau aku tinggal sendirikan?" Tebak Salma saat melihat ada sedikit kecemasan dari wajah Bu Sahidah.


"Ah haha.. iya sayang, kok kamu bisa tahu?" Sahut Bu Sahidah menutupi rasa khawatirnya.


"Iya dong Ma, karena aku juga sebenarnya berat meninggalkan Mama sendiri begini." Ungkap Salma membuat senyuman terbit diwajah Bu Sahidah.


"Tapi Mama tak apa'kan aku tinggal? Hanya sebentar kok." Imbuh Salma dengan menggandeng tangan Bu Sahidah menuju teras depan, karena Bi Sahidah ingin mengantar kepergian Salma.


"Iya sayang, Mama tidak mengapa. Kamu jangan sampai kecapean ya disana." Pesan Bu Sahidah, ia berusaha menepis semua rasa yang berkecamuk didadanya. Ia tidak mau kalau sampai memikirkan suatu hal yang tidak-tidak mengenai menantunya.


Dan ya, karena Pak Atif yang merupakan supir Salma tidak ikut menginap di rumah ini, ia kembali saat sudah mengantar Salma kesini kemarin. Maka dari itu, hari ini Salma akan pergi dengan diantar oleh supir pribadi Bu Sahidah yang saat ini sudah stand by dihalaman depan.


"Baiklah, Mama baik-baik di rumah. Salma pergi dulu ya.. Ma, Assalamu'alaikum." Pamit Salma dengan mencium tangan ibu mertuanya.


"Iya sayang, Wa'alaikumsalam Warahmatullah kamu hati-hati ya.." sahut Bu Sahidah dengan perasaannya yang semakin tak enak.


"Semoga ini hanya perasaanku saja, semoga Salma akan baik-baik saja dan tidak akan kenapa-napa." Gumam Bu Sahidah dalam hatinya, karena perasaan cemasnya semakin tak terbendung saat melihat Salma mulai menjauh.

__ADS_1


Salma pun melenggang pergi mendekati dan menaiki mobil, ia tidak menyadari kecemasan yang terpancar diwajah ibu mertuanya itu. Ia hanya bersikap seperti biasanya saja, bukankah pergi bekerja adalah hal yang sudah biasa ia lakukan? Maka dari itu, ia pun menghalau dan menepis semua rasa ragunya. Ya, sebenarnya Salma merasa ragu untuk berpergian hari ini dan entah kenapa perasaan itu muncul dan sedikit mengganggunya. Namun, Salma tidak ingin menduga-duga dan membuat dirinya sendiri cemas tak karuan.


🌟🌟🌟🌟


Siang hari


"Dengan Nyonya Salma?" Tanya seorang wanita yang baru datang dan menghampiri meja Salma dan Karin.


Ya, tempat pertemuan mereka kali ini adalah disalah satu restoran, karena sekalian juga mereka akan makan siang disana.


"Iya benar, apa ini dengan Nyonya Mitra?" Tanya balik Salma yang langsung mendapat sahutan dan anggukan dari lawan bicaranya.


"Oh.. silahkan duduk Nyonya." Pinta Salma sopan dan dengan sebuah senyum ramah.


"Ah ya.. terima kasih." Sahut Ny. Mitra yang kemudian duduk dihadapan Salma dan Karin.


Mereka pun memulai perbincangan mereka dan tak lama dari itu Karin pun menyodorkan sebuah map yang berisi beberapa desain buatan Salma. Lama mereka berbincang dan mendiskusikan pakaian yang diinginkan Ny. Mitra, hingga akhirnya mereka pun sepakat dan pertemuan itu diakhiri dengan makan siang bersama disana.


"Pak, langsung ke apotik ya.." pinta Salma kala ia sudah duduk dikursi penumpang.


"Baik Non." Patuh pak supir.


....


Keluar dari apotik, langkah Salma terhenti sejenak kala melihat toko kue kering disebrang jalan.


"Emm.. sepertinya kue-kue disana enak." Batin Salma dengan menelan air liurnya kala ia melihat gambar-gambar kue yang terpajang didepan toko tersebut.


Tok, tok..


"Pak!" Seru Salma dengan mengetuk kaca mobil samping pak supir.

__ADS_1


Pak supir yang sedari tadi menunggu didalam mobil pun tersentak kaget, mendengar ketukan kaca itu. Namun, dengan segera ia membuka pintu mobil dan keluar menjumpai Salma.


"I..iya Non? Ada yang bisa saya bantu?" Sahut dan tanya pak supir tersebut.


"Tidak Pak, hanya saja saya mau ke toko kue itu dulu. Bapak tidak apa-apakan menunggu saya lagi?" Ucap Salma yang sedikit sungkan dengan supir pribadi mertuanya itu.


"Oh.. tentu tidak Non, mari biar saya antar Non kesana." Tawar pak supir.


"Ah.. tidak usah pak, biar saya saja sendiri. Bapak tunggu saja saya disini, lagi pula tokonya juga cukup dekat." Tolak Salma karena memang toko tersebut terletak tepat disebrang apotik.


"Baiklah Non." Angguk pak supir yang berdiri disamping mobil untuk menunggu Salma.


Salma pun berlalu dan bergegas ingin menyebrang jalan, tanpa disadarinya ada sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi dan terlihat sedang mengarah kepadanya.


"Nona awasss!!!" Teriak pak supir ketika menyadari bahwa sepertinya mobil tersebut memang mengincar majikannya. Bagaimana tidak, karena posisi Salma saat ini masih terhitung berada ditepi jalan, tapi mobil itu tetap terus melaju menuju kearah Salma yang berada dipinggir jalan.


Teriakan beberapa orang yang berada disana yang juga melihat hal serupa dengan pak supir pun ikut membuat riuh jalanan disana. Hingga Salma juga menoleh kearah mobil hitam tersebut dan..


"Aaaaaahh..." teriak Salma saat mobil tersebut sudah berada tepat didepannya.


Brakkk...


.


.


.


Apa Salma tertabrak??


Jangan lupa Like, koment dan Votenya guys..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2