
Tepat pukul 05.00 sore Taufik pulang dari kantor, meski pekerjaannya masih banyak disana namun ia memilih untuk pulang. Bukankah masalah pekerjaan memang tidak akan ada habisnya, selesai yang ini maka yang itu pun harus diselesaikan dan begitu pun seterusnya.
Taufik masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya dilantai atas. Sesampai disana, kamar terlihat sepi dan kosong namun terlihat pintu balkon terbuka menandakan mungkin Salma ada disana. Taufik akhirnya memilih mendudukan dirinya disofa, ia benar - benar merasa sangat lelah hati ini.
Tak lama dari itu Salma masuk dan menutup pintu balkon, ia baru saja menyiram tanaman - tanamannya yang ada di balkon. Ketika berbalik ia kaget ternyata suaminya sudah pulang dan sedang duduk dengan wajah lelahnya yang terlihat jelas.
'' Mas sudah pulang? Maaf, aku tidak mengetahuinya. Apa mas mau mandi sekarang, biar aku siapkan dulu airnya? '' tegur Salma pada Taufik yang sedang duduk dengan memejamkan matanya. Kemudian ia mencium tangan Taufik, Taufik membuka matanya dan tersenyum kapada Salma.
'' Ahh.. tidak, aku ingin istirahat dulu sejenak '' sahut Taufik agak terkejut.
'' Baiklah, kalau begitu aku ambil minum dulu untuk mas '' lanjut Salma kemudian berlalu setelah Taufik menjawabnya dengan sebuah anggukan.
Salma kembali dengan membawa secangkir air minum untuk Taufik, lalu menyerahkannya pada Taufik.
'' Ini mas diminum dulu '' ujar Salma menyodorkan cangkir itu pada Taufik yang langsung disambut oleh Taufik.
Salma duduk disamping Taufik, ia melihat Taufik yang terlihat lebih lelah dan letih dari biasanya. Kemudian ia menawarkan diri agar Taufik mau dipijat olehnya.
'' Mas, maukah bila aku pijat? Sepertinya mas sangat lelah hari ini '' tawar Salma sambil mengamati wajah lelah Taufik.
'' Boleh '' timpal Taufik karena ia benar - benar letih dan pegal saat ini.
Salma langsung memijat pundak Taufik dengan perlahan dan penuh kelembutan. Taufik yang baru pertama kali merasakan pijatan Salma pun merasa sangat nyaman dan terbantu oleh pijatan Salma, ia bahkan sampai memejamkan matanya untuk merasai setiap sentuhan Salma padanya.
Salma masih terus memijat, setelah beberapa lama Taufik mendekat kepada Salma dan menidurkan kepalanya diatas pangkuan Salma. Salma terkejut, namun ia berusaha mengendalikan keterkejutannya tak lama dari itu Taufik bersuara.
'' Salma, tolong pijatkan juga kepalaku. Aku merasa sedikit pusing '' ujar Taufik dengan mata yang masih terpejam.
'' Iya mas, baik '' sahut Salma, ia pun memijat kepala Taufik mulai dari kening hingga ke seluruh kepalanya.
__ADS_1
Hingga tanpa terasa Taufik sampai tertidur dengan posisi masih diatas pangkuan Salma, namun Salma tidak mengetahui hal itu. Ia hanya fokus memijat Taufik.
Hari semakin sore, Salma menghentikan gerakan tangannya dikepala Taufik.
'' Mas mandi dulu, udah sore. Kalau masih mau dipijat nanti kita lanjutkan lagi '' ucap Salma.
Namun Taufik tak menyahuti Salma, hingga akhirnya Salma menunduk berusaha untuk bisa melihat wajah Taufik yang membelakangi tubuh Salma.
'' Ternyata mas Taufik tidur. Bagaimana ya.. sebentar lagi adzan maghrib, aku harus tetap membangunkannya '' gumam Salma.
Dengan pelan Salma mengguncang bahu Taufik dan berseru agar Taufik bangun dan segera mandi. Meski ada rasa tak tega untuk membangunkan Taufik, namun hal ini yang memang harus Salma lakukan. Tak berapa lama Taufik terbangun dan beranjak dari paha Salma, duduk disamping Salma berupaya mengumpulkan kesadarannya kembali.
'' Maaf aku ketiduran '' ucapnya sambil melirik kearah Salma.
'' Tidak papa mas, maaf aku membangunkanmu. Karena sebentar lagi adzan dan mas belum mandi. Lebih baik sekarang mas mandi dulu '' tutur Salma beranjak dari duduknya karena akan pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Taufik mandi.
'' Hmm '' balas Taufik lalu mengikuti Salma yang masuk ke kamar mandi. Taufik merasa tubuhnya kini sudah lebih segar dari sebelumnya dan sakit kepalanya pun sudah hilang entah kemana.
'' Akh! Ya ampun mas '' pekik Salma yang kaget melihat Taufik.
Sedangkan Taufik tersenyum melihat wajah lucu Salma yang terkejut saat melihatnya. Kemudian ia berjalan melewati Salma dan membuka pakaiannya satu persatu.
Melihat itu Salma terbelalak, buru - buru ia keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya. Untung saja ia tidak terjauh karena tadi sempat terpeleset saking buru - burunya saat akan keluar.
Taufik kembali tersenyum melihat tingkah Salma barusan. Ingin rasanya Taufik tadi menarik Salma untuk ikut mandi bersama, namun ia segera kembali sadar dan bergegas mandi sebelum nanti ia terlambat pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat maghrib.
๐๐๐๐
Waktu menunjukan pukul 18.56 saat Salma sedang bersiap dan merias wajahnya didepan cermin dan duduk dimeja riasnya. Dengan gerakan tangan yang cepat Salma memoleskan bedak dan lipstik ke wajah dan bibir mungilnya. Kemudian ia memakai kerudungnya, dengan cekatan Salma menyematkan pentul ke kerudungnya itu. Berdiri dan memastikan kembali penampilannya didepan cermin, lalu menoleh kearah pintu kamar.
__ADS_1
'' Kenapa mas Taufik belum pulang juga, Mama dan Papa pasti sudah menunggu disana '' gumamnya yang cemas akan terlambat datang ke rumah mertuanya.
Tak berselang lama Taufik muncul dari balik pintu.
'' Assalamu'alaikum '' salamnya.
'' Wa'alaikumsalam.ย Mas kamu kemana aja, kenapa baru pulang? Ayo sekarang cepat bersiap, kasihan Mama dan Papa menunggu lama '' balas Salma sambil menghampiri Taufik, lalu segera menariknya ke ruang ganti untuk segera bersiap - siap.
Sedangkan Taufik seperti orang linglung saat ditarik oleh Salma. Bagaimana tidak, tadi setelah mengucap salam ia langsung tertegun ketika melihat penampilan Salma yang sudah rapih dan telah berdandan dengan sangat cantiknya. Gaun berwarna biru tua dan kerudung bermotif dengan warna yang agak lebih muda dari gaunnya sangat cocok dipakai Salma malam ini.
Mereka sampai di ruang ganti, Salma menegur Taufik yang masih dalam lamunannya memandang Salma.
'' Mas ayo dibuka baju kokonya, ganti dengan ini '' ujar Salma menyodorkan kemeja dengan warna yang sama dengan pakaian yang Salma pakai sekarang.
'' I.. iya '' Taufik tersadar, kemudian melepas pakaian yang sedang ia pakai beserta dengan sarungnya. Menyambut kemeja yang Salma sodorkan dan mengenakannya.
Dengan gerakan lambat Taufik mengancingkan kemejanya melihat itu Salma tak tinggal diam, ia mengambil alih mengancingkan kemeja Taufik, kemudian jas dan dasinya. Dalam sekejap Taufik telah siap, Taufik berjalan menuju cermin untuk merapihkan tatanan rambutnya. Dan Salma menghampirinya dan memakaikan jam tangan dilengan kiri Taufik.
'' Selesai. Mari kita berangkat mas '' ajak Salma akhirnya.
Taufik mengangguk dan mereka pun pergi berlalu. Kini Salma dan Taufik sudah berada didalam mobil yang dikendarai langsung oleh Taufik. Sebab tidak tahu jam berapa nanti mereka akan pulang, maka dari itu Taufik meminta Pak Aji untuk istirahat saja di rumah ditakutkan nanti mereka pulang larut atau bahkan menginap disana.
.
.
Bersambung...
Like dan Votenya teman - teman๐
__ADS_1
Makasih yang sudah menyempatkan mampir๐