
'' Oh itu, kalau permintaan Mama kayak gitu Papa juga setuju, sangat setuju malah. Sudah lama Papa tidak mendengar tangisan anak kecil lagi disini '' timpal Pak Sulaiman dengan senang dan antusiasnya dan diangguki oleh Bu Sahidah.
Sedangkan Salma hanya menunduk mendengar keinginan Mama dan Papa mertuanya, meski Salma juga menginginkan hal yang sama namun pada akhirnya semuanya tergantung pada Taufik dan untuk itu Salma tidak bisa memaksa Taufik. Berbanding terbalik dengan Salma, Taufik justru menoleh kearah Salma ingin melihat bagaimana reaksi Salma akan hal itu. Taufik menatap Salma dengan perasaan dan tatapan yang tak bisa diartikan.
'' Bagaimana Salma, Taufik? Apa kalian mau mewujudkan permintaan Mama dan Papa? '' imbuh Bu Sahidah ketika hanya mendapat kebisuan dari keduanya.
'' Emm.. iya Ma, InsyaAllah akan kami usahakan '' jawab Taufik yang langsung membuat orang tuanya bahagia dan Salma yang sedari tadi menunduk pun langsung menoleh pada Taufik, menatapnya dengan tatapan tak percaya.
'' Ya sudah kalau begitu, Mama tunggu kabar baiknya ya.. Salma, Taufik. Oke, lebih baik kita istirahat saja sekarang dan sholat isya. Sebelum semakin malam '' lanjut Bu Sahidah.
'' Oh ya Kalian menginap saja disini, Mama masih merindukan kalian dan masih ingin mengobrol dengan Salma nanti '' imbuhnya yang tanpa bisa ditolak oleh Salma dan Taufik.
'' Baik Ma '' sahut Taufik dan juga Salma.
Mereka berlalu ke kamar masing - masing, untuk menunaikan sholat isya juga untuk istirahat.
'' Mas, kita kan gak bawa baju ganti kesini. Lalu bagaimana sekarang? '' tanya Salma ketika mereka sudah sampai di kamar.
'' Kamu tenang saja, didalam lemari sudah ada baju kita. Jadi kita tidak usah repot membawa baju ganti, jika akan menginap disini '' jelas Taufik sambil membuka jas dan dasinya.
'' Benarkah? Tapi seingatku.. aku tidak pernah meninggalkan baju di rumah ini '' bingung Salma.
'' Iya, itu Mama yang menyiapkan semuanya untukmu. Jika tak percaya kamu lihat saja '' timpal Taufik, tadi sebelum berlalu ke kamar Bu Sahidah sempat berbisik pada Taufik tentang hal ini. Sepertinya Bu Sahidah benar - benar sudah merencanakan agar mereka mau menginap di rumahnya.
__ADS_1
'' Tidak.. tidak mas, bukan begitu. Aku percaya kok, tapi aku hanya sedikit heran saja '' sanggah Salma, kemudian ia pun berlalu kedepan meja rias. Melepas kerudungnya dan membersihkan bekas riasannya.
Dan untuk pertama kalinya mereka sholat isya dengan berjamaah di kamar, Taufik tidak pergi ke masjid karena memang adzan isya sudah terlewat sejak tadi. Usai sholat, berdzikir dan berdo'a, Salma mencium tangan suaminya yang dibalas Taufik dengan mencium kening Salam. Sesaat setelah mencium kening Salma, bibir Taufik ia arahkan kearah telinga Salma kemudian ia berbisik.
'' Bagaimana pendapatmu tentang keinginan Mama? '' tanyanya tepat ditelinga Salma, hingga Salma sedikit terjengkit dan merasakan gelenyar aneh dalam dadanya.
'' Ma..maksud mas? '' tanya balik Salma yang bingung harus menjawab apa, walau ia tahu maksud pertanyaan Taufik.
Taufik bangkit dari duduknya melipat sajadah yang ia gunakan tadi, Salma pun mengikuti Taufik bangkit dari duduknya dan melipat mukena juga sajadah yang tadi ia kenakan, sambil harap - harap cemas menunggu Taufik menjawab pertanyaannya.
Namun, Taufik tak kunjung menjawab ia malah berjalan ke ruang ganti dan mengganti kokonya dengan piyama tidur. Salma semakin bingung.
'' Aduuh.. apa dia marah padaku? '' batin Salma.
Kemudian ia mendudukan dirinya disisi ranjang, menunggu Taufik selesai berganti pakaiannya. Karena Salma sudah mengenakan piyama tadi sebelum sholat isya dan sudah bersiap akan tidur. Tak berselang lama, Taufik muncul dan berjalan menuju ranjang. Salma sudah bersiap akan bertanya mengenai ucapan Taufik tadi, namun Taufik sudah lebih dulu duduk disamping Salma dan membisikan sesuatu ditelinga Salma.
Tiba - tiba saja tubuh Salma menegang setelah mendengar bisikan Taufik, bahkan kini Salma dapat merasakan detakan jantungnya sudah tidak berdetak secara normal lagi, namun berdetak dengan sangat cepatnya. Salma menelan ludahnya berusaha untuk membalas ucapan Taufik.
'' Ap.. apa mas yakin? '' ucap Salma dengan sangat lirih.
Sebenarnya Salma bahagia akhirnya ia bisa melakukan kewajibannya sebagai istri. Namun meski begitu, Salma tetap merasa takut, gugup juga cemas karena bagaimana pun ini akan menjadi yang pertama untuknya.
'' Tentu saja, bukankah ini yang memang harus kita lakukan sejak dulu '' balas Taufik yang membuat Salma semakin gugup.
__ADS_1
'' Jadi bagaimana? '' imbuhnya dengan mata yang sayu menahan hasratnya. Melihat hal itu, Salma merasa tak tega akhirnya ia pun hanya bisa mengangguk samar.
Melihat anggukan Salma dengan perlahan Taufik menarik Salma untuk semakin dekat kepadanya. Dan dengan perlahan pula Taufik mendekatkan wajahnya pada wajah Salma, dengan sangat pelan dan lembut Taufik pun mencium bibir Salma. Ciuman tersebut merupakan ciuman pertama untuk mereka berdua, sehingga tak heran jika ciuman tersebut terlihat sangatlah kaku.
Selanjutnya terjadilah hal yang memang seharusnya dilakukan oleh pasangan halal.
🌟🌟🌟🌟
Salma sudah terlelap kedalam mimpinya setelah pergulatannya bersama Taufik usai. Mungkin Salma kelelahan sehingga ia tertidur lebih dulu dari Taufik. Taufik pun membaringkan dirinya disebelah Salma, sebelum menyusul Salma menyusuri mimpinya Taufik menyempatkan mencium kening Salma dalam dan sedikit agak lama. Entah mengapa saat ini rasanya Taufik hanya ingin memandangi wajah Salma yang kini sudah ia jadikan miliknya seutuhnya. Bahkan sekarang Taufik pun tak bisa tepiskan perasaannya yang membuncah dan seakan terus meneriaki nama Salma.
'' Terima kasih. Terima kasih sayang, atas kepercayaan yang kamu berikan '' ucapnya kemudian tidur dengan memeluk Salma erat seperti tidak ingin jika Salma sampai terlepas dari pelukannya. Tak lama setelah itu terdengarlah suara dengkuran halus dari Taufik yang juga merasa lelah.
____
Suara alarm Salma berdering menadakan hari telah berganti, dan sudah saatnya bagi Salma untuk bangun memulai aktivitas paginya. Mata Salma mengerjap berusaha untuk ia buka, meski sangat lengket dan sulit sekali rasanya untuk dibuka. Setelah berhasil terbuka Salma menggerakan sedikit tubuhnya yang sangat pegal juga sedikit ngilu, bahkan Salma merasa seakan tubuhnya sudah remuk tak berbentuk.
Melihat kearah tubuhnya Salma tersenyum dengan wajah bersemu merah karena mengingat kejadian semalam, kemudian ia melirik kearah sebelahnya dimana kini Taufik sedang tertidur dengan lelapnya. Salma kembali tersenyum namun kini senyumnya lebih lebar dari yang tadi, ia menyentuh wajah Taufik membelainya dan menatapnya lekat.
'' Terima kasih, karena telah membantuku menunaikan kewajibanku yang satu ini. Sekarang aku telah menjadi istrimu yang seutuhnya dan semoga juga untuk selamanya '' ujar Salma kemudian mengecup dahi Taufik.
Dengan pelan Salma melepas pelukan Taufik ditubuhnya lalu bangkit dan berjalan dengan perlahan sambil menahan sedikit rasa sakit dan perih dibeberapa bagian tubuhnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung...