
Hari ini Salma tidak akan pergi ke butiknya, ia berencana akan menghabiskan waktunya di rumah. Kini Salma sedang duduk disofa ruang keluarga, dilihatnya ruangan itu oleh Salma tidak ada sedikit pun yang berubah disana, bukan hanya di ruangan itu saja akan tetapi seluruh rumahnya belum ada yang berbeda sejak ia menginjakan kakinya di rumah ini. Menyadari hal itu terlintas sebuah ide untuk mengubah tata letak beberapa barang dan hiasan juga interior setiap ruangan di rumahnya, Salma juga berinisiatif untuk memajang beberapa foto pernikahannya di rumah ini karena belum ada satupun foto pernikahannya yang terpajang bahkan di kamarnya sekali pun.
Dengan dibantu Bi Ati dan pekerja yang lain Salma mulai melakukan aksinya, ada yang menggeser letak sofa, ada yang mengganti atau menambah pajangan dinding, ada yang ditugaskan membeli atau bahkan memanggil tukang untuk menambah beberapa hiasan yang menurut Salma diperlukan.
Tak tanggung - tanggung Salma memanggil desainer interior untuk membantunya menyulap dan memperindah istananya tersebut, ia juga meminta agar kamar dan balkonnya dibuat semakin nyaman dan sedikit menambahkan kesan - kesan yang romantis disana. Salma berharap suaminya akan senang dan menyukainya ketika ia pulang nanti.
Semua bekerja dan menata ulang isi rumah itu, saat sedang melihat balkon kamarnya Salma teringat saat pertama kali ia datang ke balkon, tempat yang sejuk dan menenangkan. Namun.. sepertinya ada yang kurang pikir Salma
Salma turun dan pergi ke taman belakang untuk menemui Pak Budi, terlihat pak Budi sedang merawat dan menyiram beberapa tanaman disana. Salma pun menghampirinya,
'' Permisi pak '' ucap Salma ketika sudah berhadapan dengan pak Budi
'' Eh.. iya non, ada yang bisa saya bantu? '' tanyanya sopan
'' Begini pak, saya menginginkan beberapa tanaman bunga untuk saya rawat. Apa bapak bisa membawanya ke balkon kamar saya ? '' terang Salma mengemukakan keinginannya untuk membuat sebuah taman kecil di balkonnya.
'' Ya tentu non, akan segera saya bawakan '' sahut pak Budi dengan senang hati
'' Terima kasih pak, mari saya bantu pak. Sekalian saya juga ingin belajar merawat tanaman, bapak maukan mengajarkan saya? '' tanya Salma kemudian
'' Dengan senang hati nona, mari ikut saya non '' ujar pak Budi
Salma pun mengikuti pak Budi dari belakang, setelah beberapa langkah terlihat dari kejauhan sebuah bangunan mungkin bisa dibilang mirip gudang namun tidak dengan isinya yang terlihat begitu tertata rapih, bersih dan juga terawat. Bangunan tersebut ternyata tempat penyimpanan pupuk, bibit - bibit bunga dan tanaman lainnya juga tempat penyilangan bunga untuk menghasilkan jenis bunga lainnya.
__ADS_1
'' Wah.. pak jenis bunganya banyak sekali. Apa bapak yang merawatnya sendiri? Apa bapak tidak lelah dan kewalahan? '' tanya Salma beruntun pada pak Budi
'' Tentu non, saya merawatnya namun tidak sendiri terkadang pak Junaedi pun membantu saya. Dan saya tidak sedikit pun merasa lelah ataupun kewalahan karena saya sangat menyenangi tanaman, malah saya merasa terhibur ketika terus berinteraksi dengan tanaman '' sahut pak Budi yang sudah merasa kebun dan juga tanaman adalah kehidupannya sehari - hari.
'' Oh ya non, non ingin bunga yang mana saja? Biar saya siapkan dan pindahkan pada pot bunga yang baru '' lanjut pak Budi
'' Iya pak, saya ingin yang ini, ini, yang warna kuning juga pak, dan yang disebelah sana juga boleh pak '' jawab Salma dengan semangat menunjuk ke arah beberapa bunga yang diinginkannya.
'' Kalau begitu mari non perhatikan saya bagaimana cara menanamnya dari awal. Pertama tanah dicampurkan dengan beberapa pupuk, kemudian bla.. bla.. bla.. '' pak Budi terus mengajarkan Salma dengan telaten dan sabar, begitupun Salma yang cepat paham dan mengerti dengan yang diajarkan oleh pak Budi.
'' Setelah seperti ini, biarkan tanaman beradaptasi dengan media tanamnya yang baru. Siram secara rutin, ya.. kurang lebih dua kali sehari kalau saya rutin menyiramnya setiap pagi dan sore. Ada juga beberapa vitamin tanaman, ada vitamin untuk tanaman cepat berbunga atau ada juga agar tanaman terhindar dari hama atau kutu tanaman '' papar pak Budi ketika semua tanaman yang Salma inginkan sudah selesai dan siap untuk dipindahkan ke balkon kamarnya.
'' Baiklah pak, terima kasih sudah membantu dan mengajarkan saya. Kalau begitu saya permisi, mau pindahkan potnya dulu '' ucap Salma
'' Tidak papa pak, biarkan saya ikut membantu '' keukeuh Salma
'' Iya ada apa non, pak Budi? Ada yang bisa saya bantu? '' tanya pak Junaedi ketika sudah menghampiri mereka
'' Begini, non Salma ingin memindahkan beberapa pot bunga ini ke balkon kamarnya. Tolong bantu saya memindahkannya '' jelas pak Budi
Akhirnya pak Budi dan pak Junaedi mengangkat dan memindahkan pot - pot tersebut, dan karena Salma tetap keukeuh ingin membantu maka dengan berat hati pak Budi membiarkan Salma membawa satu buah pot yang paling kecil untuk diangkatnya.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Hari pun berlalu dengan sangat cepat, kini Salma sedang berada di ruang makan karena sekarang sudah waktunya untuk makan malam.
'' Bi, tolong temani saya makan ya.. dan ajak juga yang lainnya '' ucap Salma pada Bi Ati ketika mereka sedang sama - sama menyajikan menu makan malam malam ini.
'' Emm.. tapi non, saya.. tidak berani non '' sahut Bi Ati lirih, ia tidak pernah bermimpi untuk makan bersama majikannya apalagi ia harus duduk dimeja makan yang saat ia bersihkan saja ia takut dan sangat hati - hati.
'' Kenapa? Ah.. sudah bi tidak papa, ayo ajak yang lain kemari '' tanya Salma namun sesaat kemudian ia mengerti apa yang ditakutkan bi Ati sehingga ia hanya menunduk tak mampu menjawab pertanyaan Salma.
Dengan tidak enak hati bi Ati pun memanggil rekan kerjanya yang lain seperti yang Salma minta. Mereka duduk dikursi meja makan dengan perasaan dan raut wajah yang berbeda - beda, ada yang takut, ada yang tegang dan ada juga yang terus menunduk tak berani menatap Salma bahkan sampai ada yang gemetaran. Sampai Salma dibuat bingung sendiri, kenapa dengan mereka apa di rumah ini ada sebuah peraturan yang aku tidak tahu? Ah.. lebih baik aku tanyakan pada mereka nanti Batin Salma
Bukan karena adanya peraturan atau apalah itu yang membuat mereka begitu sungkan bahkan takut dalam bersikap dan berucap. Akan tetapi, karena mereka memang diajarkan dan dibiasakan untuk tetap menjaga jarak dan tatakrama mereka selama bekerja bahkan mungkin ketika sedang dikamar mereka sendiripun mereka akan tetap menjaga prilakunya.
Karena apa? Karena semua pekerja di rumah Taufik baik satpam, tukang kebun ataupun yang lainnya itu berasal dari sebuah yayasan yang mendidik dan mengajarkan para calon pekerjanya secara ketat. Yayasan tersebut akan memastikan bahwa para calon pekerja memiliki etika dan tatakrama yang baik sebelum mereka mendapatkan surat izin untuk disalurkan bekerja di rumah majikannya kelak, hal itupun mencakup kejujuran dan kesetiaan para pekerja pada majikannya.
Dan para pekerja yang berasal dari yayasan tersebut sangat terjamin kualitas dan kinerjanya, mereka bahwa diharuskan berjanji untuk terus menjaga sikapnya sehingga tidak mencoreng nama baik yayasan yang telah menaunginya. Untuk itu, tentu Taufik harus membayar harga yang bisa dibilang tidaklah murah karena apa yang kita dapatkan harus setimpal dengan apa yang kita berikan.
.
.
Bersambung...
.
__ADS_1
Maaf kemarin saya tidak Up, oleh karena itu sebagai gantinya hari ini 2 episode.😊😊