Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 8 Rencana perjodohan


__ADS_3

Kita beralih dulu dari Salma, ditempat lain tepatnya di sebuah gedung yang menjulang tinggi Taufik sedang duduk dikursi kebesarannya dengan membaca sebuah berkas yang sesekali ia tanda tangani. Tak lama kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu ruangannya dari arah luar, dan tanpa mengalihkan pandangannya Taufik berseru ''Masuk!''.


Lalu setelah itu muncullah seorang pria dengan pakaian jas formalnya lengkap dan cukup rapih juga tak kalah tampannya dari Taufik. Ia membawa beberapa map juga sebuah tab ditangannya kemudian berujar,


''Selamat pagi tuan.'' sapanya ketika sudah berada didepan meja kerja Taufik dan meletakan map yang ia bawa tadi.


''Siang ini, tuan ada rapat dengan Pak Wijaya yang akan membahas mengenai kerja sama kita di minggu lalu.'' lanjutnya memaparkan jadwal atasannya hari ini.


Ya.. pria tersebut adalah asisten pribadi Taufik, ia yang mengurus dan membantu semua pekerjaan Taufik di kantor. Husain namanya, merupakan orang kepercayaan Taufik selama kurang lebih 5 tahun ini, kemanapun Taufik pergi Husain pasti akan ada disamping Taufik. Husain juga dikenal orang yang sangat setia dan patuh kepada Taufik, selain itu dia juga tegas, profesional dan pekerja keras tak berbeda jauhlah dari atasannya itu. Mungkin hal itu juga yang menjadi salah satu alasan mereka nampak cocok menjadi rekan kerja selama ini.


Mengangguk ''Ya.. lalu?'' tanya Taufik masih dengan fokus pada kertas - kertas didepannya, sekarang ia beralih pada map yang Husain bawa tadi.


''Seperti yang tuan minta kemarin, dua jam kedepan rapat akan segera dimulai.'' sahutnya.


Kemarin Taufik meminta agar hari ini para karyawannya mengikuti rapat untuk pengarahan proyek baru yang akan segera perusahaan adakan.


Sebenarnya hari ini Taufik sedang merasa tubuhnya tidak terlalu fit, karena semalam ia kesulitan tidur hingga waktu istirahatnya pun sangat singkat. Ditambah lagi sampai saat ini ia masih belum bisa menepiskan bayangan Salma dikepalanya, kalau boleh jujur Taufik merasa dirinya kini benar - benar bodoh. Padahal kalau dia jujur dan mengutarakan keinginannya pada Salma, Salma pasti dengan sangat pengertiannya dapat mengerti dan memahami Taufik tanpa harus banyak tanya ini itu Salma pasti dengan suka rela memberikan apa yang seharusnya sudah menjadi hak Taufik. Tapi Taufik malah lebih memilih menyiksa dirinya sendiri sekarang, Ck..


''Oh ya tuan, lusa nanti tuan juga memiliki perjalanan bisnis keluar kota selama beberapa hari.'' papar Husain pada Taufik lagi.


''Lusa?'' tanya Taufik kaget setengah tidak terima.


Pasalnya ia berencana akan segera menghentikan segala penyiksaan yang menguras habis semua fokusnya sejak kemarin, yaitu meminta haknya pada Salma. Namun, apalagi ini?😳 Huh.. ada - ada saja pikirnya.


Jika Taufik meminta hal itu sebelum keberangkatannya untuk perjalanan bisnis, atau boleh dikatakan sebelum lusa tiba apa itu tidak terlalu terburu - buru? Ia bahkan harus mengumpulkan nyalinya terlebih dahulu untuk bisa menyampaikan niatnya kepada Salma dan jika seperti ini, bukankah seperti ia yang dikejar waktu? Aah.. pusing Taufik jadinyaπŸ˜‘. Kira - kira begitulah isi pergolakan batin Taufik.


🌟🌟🌟🌟


Waktu telah menunjukan bahwa hari sudah siang. Setelah sholat dzuhur Taufik pergi ke salah satu restoran untuk melakukan perjumpaan dengan salah satu rekan bisnisnya yakni Pak Wijaya sekaligus untuk makan siang disana.


Sesampainya di restoran, ternyata Pak Wijaya telah sampai terlebih dahulu dari Taufik. Ia duduk disalah satu sudut restoran sehingga terhindar dari lalu lalang para pengunjung yang lain, mengapa tidak memesan ruangan privat? Itu dikarenakan sifatnya yang sederhana sehingga ia tidak pernah mau melakukan hal - hal yang menurutnya berlebihan, termasuk memesan sebuah ruang privat hanya untuk ia makan terkecuali untuk hal tertentu saja, contohnya jika ia akan membahas sebuah proyek atau berkas rahasia. Dan Taufik pun sudah memaklumi sifatnya itu, mereka sudah lama saling mengenal dan sudah dua tahun lamanya menjalin kerja sama.


Taufik bersama dengan Husain berjalan menuju meja Pak Wijaya, disana juga ada seorang wanita yang merupakan sekretaris pak Wijaya.

__ADS_1


''Assalamu'alaikum, siang Pak Wijaya, nona.'' salam dan sapa Taufik kepada kedua orang didepannya lalu menjabat tangan keduanya.


''Wa'alaikumsalam, silahkan duduk pak Taufik dan pak Husain.'' sahut pak Wijaya sedangkan sekretarisnya hanya menjawab salam dan ucapan selamat siang dari Taufik.


Taufik dan Husain pun akhirnya duduk setelah dipersilahkan.


''Apa kabar pak Taufik? Bagaimana pak, setelah melewati masa - masa pengantin baru?'' tanya pak Wijaya dengan dibarengi godaan pada Taufik, ya.. dia tahu Taufik sudah menikah bahkan ia juga ikut diundang pada acara pernikahan Taufik. Meski Wijaya berusia dua tahun lebih tua dari Taufik, tapi mereka terlihat seperti seumuran entah itu karena Taufik yang terlihat tua atau Wijaya yang nampak awet muda, Hah.. hanya tuhan yang tahu.


Pertemanan mereka bermula sekitar empat setengah tahun yang lalu. Saat itu Taufik baru memulai karirnya dalam dunia bisnis, setelah satu tahun menggeluti dunia perbisnisan akhirnya untuk pertama kalinya Taufik mendapatkan tender besar pada waktu itu. Dalam rangka ingin memberikan ucapan selamat atas kemenangan Taufik salah satu rekan bisnisnya mengundang Taufik ke sebuah acara perayaan yang diadakannya. Tanpa sedikitpun merasa curiga Taufikpun akhirnya mengiyakan dan ternyata memang benar, tidak hanya dirinya yang diundang pada acara itu disana juga ada banyak pebisnis - pebisnis besar lainnya yang turut diundang oleh rekannya itu termasuk ada Wijaya disana.


Namun siapa yang tahu acara tersebut ternyata sengaja dibuat untuk menjatuhkan dan menghancurkan Taufik, karena tidak terima bahwa Taufiklah yang memenangkan tender tersebut rekan bisnisnya itu nekat ingin menjebak Taufik disana. Tetapi nasib baik masih terus bersama dengan Taufik hingga ia dibantu dan diselamatkan oleh seseorang yang ternyata itu adalah Wijaya, dan dari sanalah kisah mereka dimulai. Meski seperti itu, akan tetapi mereka baru memiliki kesempatan bekerja sama baru - baru ini.


''Alhamdulillah kabar baik pak, mengenai itu sepertinya bapak sudah lebih dulu merasakannya.'' balas Taufik diiringi dengan senyumnya.


''Haha.. pak Taufik bisa saja.'' sahut pak Wijaya dengan tawanya. Wijaya memang sudah menikah bahkan ia sudah memiliki seorang anak.


''Baiklah, mari langsung saja pada pembahasan. Aku benar - benar sudah gerah dengan kalimat - kalimat formal ini.'' lanjutnya karena memang diwaktu mereka sedang membahas pekerjaan maka mereka akan berbicara formal dengan memanggil satu sama lain dengan sebutan 'pak' hal ini mereka sepakati demi menjaga keprofesionalan dalam bekerja.


''Fik gimana, udah ada tanda - tanda belum?'' tanya Wijaya pada Taufik.


''Tanda - tanda? Tanda - tanda apa maksudnya?'' bingung Taufik dengan menautkan kedua alisnya.


''Masa gak ngerti sih Fik, itu lho.. nimang anak.'' jelasnya sambil dengan mengayun - ayunkan tangannya seakan ia sedang menggendong bayi


''Uhuk.. uhuk..'' Taufik terbatuk ketika ia sudah mengerti maksud perkataan Wijaya.


''Hah.. jangan kan punya anak Wij.. aku memulai saja belum. Lagian kenapa juga kamu dari tadi terus membahas soal ini Ck.. menyebalkan.'' gerutu Taufik dalam hatinya.


Sepertinya Taufik sedang sensitif jika membahas hal ini, karena saat ini dia masih berusaha menghalau ingatannya tentang bayangan Salma.


''Oh.. itu ya belumlah Wij, seperti yang kamu bilang tadi. Kita kan masih baru jadi gak secepet itulah.'' timpal Taufik pada akhirnya.


''Yah.. padahal jika sudah, aku berniat akan menjodohkan anak - anak kita nantinya.'' sesal Wijaya sedangkan Taufik membelalakan matanya.

__ADS_1


''Tapi tak apa, sekarang kita berencana saja dulu. Jadi nanti jika kamu sudah memiliki anak baru kita lanjutkan perjodohan ini.'' lanjutnya sebelum Taufik sempat menyanggah.


''Wijaya, apa kamu baik - baik saja?


Tanda yang menunjukan aku akan segera memiliki anak saja belum ada, dan sekarang kamu merencanakan perjodohan anak yang bahkan belum ada itu? Yang benar saja Wij, apa kamu bercanda?'' sanggahan Taufik terdengar juga, sedangkan dua orang lainnya di meja itu hanya mendengarkan tanpa ada niat untuk ikut bergabung dalam pembicaraan tersebut.


''Ya.. aku baik dan aku juga tidak sedang bercanda, aku serius Taufik bahkan sangat serius. Aku ingin hubungan pertemanan kita tidak hanya seperti ini saja, tetapi juga terikat dengan ikatan kekeluargaan sehingga akan memperkuat hubungan kita kedepannya.'' papar Wijaya dengan serius menjelaskan alasan ingin adanya perjodohan ini.


''Ya aku mengerti, tapi aku tidak bisa memutuskan hal ini saat ini juga. Karena aku juga membutuhkan persetujuan Salma, walau bagaimanapun anakku nanti anaknya juga.'' balas Taufik ketika menyadari berbincangan ini bukan main - main.


''Dan maaf Wij kita juga memerlukan persetujuan dari anak - anak kita nantinya, tidak bisa kita sendiri yang putuskan karena merekalah yang nantinya akan menjalani.'' ucap Taufik hati - hati karena tidak ingin kalau ucapannya menyinggung Wijaya.


''Ya aku setuju denganmu, walau bagaimanapun anak kita berhak menentukan jalan hidupnya kelak. Dan perjodohan ini hanyalah rencana Fik, semuanya kita kembalikan pada Allah SWT dan takdir-Nya yang akan membawa anak - anak kita kemana nantinya.'' ujar Wijaya pada akhirnya dan dibalas anggukan oleh Taufik menandakan ia setuju dengan apa yang dikatakan temannya itu.


''Oke.. sepertinya kita harus menyudahi pertemuan ini lebih cepat, karena ternyata aku masih memiliki satu pertemuan lainnya lagi. Maaf ya Fik.'' imbuh Wijaya merasa tidak enak hati pada Taufik karena harus pergi lebih cepat padahal mereka sudah lama tidak bertemu karena selalu terhalang oleh kesibukan masing - masing. Jika saja sekretarisnya tidak memberi tahu bahwa ada jadwal lain, mungkin dia akan lupa waktu dan terus asik berbincang dengan Taufik sebab sudah lama juga ia tidak mengobrol seperti ini dengannya.


''Ah iya.. tidak papa, aku mengerti. Aku juga akan segera kembali ke kantor.'' sahut Taufik


Kemudian mereka pun kembali berjabat tangan, Wijaya dan sekretarisnya sudah berlalu terlebih dahulu baru disusul Taufik dan Husain yang akan kembali ke kantor karena sudah banyak pekerjaan yang menanti mereka berdua.


.


.


Bersambung...


Halo... para pembaca setia MENCINTAIMU HINGGA AKHIR, gimana ceritanya seru gak?


Jika kalian ingin memberi masukan maka dengan senang hati akan saya dengarkan, begitupun ketika ada kesalahan jangan ragu untuk kritik dan sarannya disampaikan.


Jangan lupa juga untuk dukung selalu dengan cara LIKE, COMENT dan VOTE ya..


Terima kasih😊😊

__ADS_1


__ADS_2