Mencintaimu Hingga Akhir

Mencintaimu Hingga Akhir
Episode 61 Kecelakaan


__ADS_3

Brukk..


Tubuh Salma melayang cukup jauh, hingga akhirnya ia tergeletak dengan tubuh yang sudah bersimbah darah dimana-mana. Darah segar terus mengalir dari kepala dan kedua kaki Salma, meski ia tidak langsung tak sadarkan diri ia masih bisa sedikit merintih dan meraba perutnya yang terasa teramat sakit. Namun, tetap saja karena tubuhnya sudah sangat melemah dan juga karena banyaknya darah yang keluar hingga beberapa saat kemudian ia pun pingsan dan tak sadarkan diri.


Bila dilihat dari kerasnya hantaman mobil tadi, sehingga membuat tubuh Salma terhempas cukup jauh dari tempat terakhir ia berdiri. Bisa dapat dipastikan bahwa cedera yang Salma alami ini cukuplah serius, kepala yang terhantuk cukup keras dan belum lagi kondisi Salma yang tengah hamil. Hah.. entahlah seperti apa keadaan Salma saat ini, author juga gak tahu lagi cara menjelaskan keadaannya.


Pak supir dan beberapa orang disana berlarian mendekati tubuh Salma yang sudah tergeletak tak berdaya. Sebelum itu Pak supir juga sempat memotret flat mobil yang menabrak Salma tadi, sebelum akhrinya mobil itu melaju melarikan diri.


"Tolong, tolong bantu saya membawanya kedalam mobil." Teriak dan pinta Pak supir pada orang-orang yang mengitari tubuh Salma.


Salma pun akhirnya dibopong kedalam mobil dan segera dilarikan ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Salma segera ditangani oleh beberapa perawat dan dokter. Mengingat kecelakan yang dialami Salma cukup parah dan serius, sehingga dokter pun memutuskan untuk segera memindaknya, sebelum terjadi pendarahan dikepalanya.


Dengan kepanikannya pak supir pun dengan bergegas menghubungi dan memberitahu majikannya, yaitu Bu Sahidah mengenai kondisi Salma saat ini.


"Ha..hallo Nyo..Nyonya?" Ucap Pak supir dengan tergagap ketika sambungan telah terhubung.


"Iya.. hallo pak, ada apa? Tumben tidak mengucap salam dulu?" Sahut Bu Sahidah yang terheran dengan supirnya itu.


"Ah.. i..iya Bu, maaf. Assalamu'alaikum." Salam pak supir dengan perasaan yang sudah tidak karuan.


"Wa'alaikumsalam, ya.. katakan pak ada apa?" Tanya Bu Sahidah dengan lembut dan tenang.


"Emm.. be..begini Nyonya, em.. No..Nona Salma, Nona.." ucapnya menggantung membuat Bu Sahidah disebrang sana dilanda penasaran dan rasa cemas yang semakin menjadi.


"Ada apa Pak, ada apa dengan Salma? Dimana dia, saya ingin bicara padanya pak." Cemas Bu Sahidah yang sudah gelisah, hingga ia yang tadi sedang duduk pun bangkit berdiri saking cemasnya pada Salma.


"Eem.. Nona Salma sedang berada di rumah sakit, Nyah.. kami sedang berada di rumah sakit saat ini." Ujar pak supir akhirnya meski ia belum menjelaskan yang sebenarnya terjadi.


"Rumah sakit?! Apa, apa yang sebenarnya terjadi dengannya? Apa yang kalian lakukan disana Pak?" Kaget Bu Sahidah, pklikirannya sudah kemana-mana saat ini. Ia sudah membayangkan hal yang tidak-tidak terjadi pada menantunya.


"Nona.. Nona mengalami kecelakaaan Nyonya. Nona.. tertabrak mobil saat ia akan menyebrang tadi." Jelasnya.

__ADS_1


"Apa?! Kenapa bisa terjadi?" Pekik Bu Sahidah dan langsung tubuhnya kembali terduduk dengan lemas mendengar hal itu.


"Rumah sakit mana Pak?" Tanya Bu Sahidah yang sudah tersadar dari keterkejutannya.


"Rumah sakit XX Nyonya." Jawab Pak supir hingga ia mendengar bahwa sambungan pun akhirnya terputus.


...


"Taufik! Ya.. aku harus menelpon Taufik." Gumam Bu Sahidah dengan wajah pias dan tangan yang sudah mendingin dan gemetaran.


Berdering.


Namun, Taufik belum mengangkatnya juga hingga Bu Sahidah menelponnya untuk yang kedua kalinya. Masih berdering, hingga beberapa saat kemudian..


"Hallo Ma, Assalamu'alaikum. Bagaimana keadaan Mama, apa sekarang sudah lebih baikkan? Maaf Ma, aku belum bisa menjengukmu pekerjaanku masih banyak disini Ma." Tutur Taufik yang langsung berbicara lebih dulu.


"Wa..Wa'alaikumsalam Fik, ka..kamu cepat pulang. Hiks.. Salma.. Salma kecelakaan Fik, saat ini dia berada di rumah sakit. Cepat pulang nak, hiks.." sahut Bu Sahidah yang sudah terisak dan menangis, memikirkan bagaimana keadaan menantunya itu.


"Kecelakaan? Salma?" Gumamnya dengan menautkan alisnya dalam, entahlah ia merasa linglung dengan apa yang didengarnya. Sampai beberapa detik kemudian..


"Apa Ma?! Salma kecelakaan? Bagaimana bisa, dia.. dia.." ucap Taufik sangat kaget dengan perasaan dan pikiran yang berkecamuk.


"Iya nak, makanya kamu cepat pulang ya.. Mama juga akan pergi ke rumah sakit sekarang untuk melihat keadaan Salma. Kamu juga segera menyusul Mama ya.. nak." Lanjut Bu Sahidah.


"Iya Ma, nanti Mama segera kabari aku setelah Mama mengetahui kondisi Salam. Aku juga akan segera pulang sekarang, Mama tunggu aku dan tenanglah semua pasti akan baik-baik saja." Sahut Taufik berusaha menenangkan ibunya, padahal saat ini dirinya sendiri sudah sangat khawatir dan cemas akan kondisi Salma. Pikirannya pun sudah semakin kacau, memikirkan bagaimana kondisi istrinya disana juga masalah proyeknya yang belum kunjung selesai juga sampai saat ini.


"Iya nak, kamu hati-hati dijalan. Jangan terlalu terburu-buru, pikirkan juga keselamatanmu. Saat ini Salma sedang sangat membutuhkanmu." Pesan Bu Sahidah takut jika malah juga ikut kenapa-kenapa.


"Iya Ma baik, ya sudah Taufik tutup telponnya. Mama baik-baik disana, Assalamu'alaikum." Putus Taufik mengakhiri panggilannya.


"Wa'alaikumsalam Warahmatullah." Balas Bu Sahidah yang langsung bergegas pergi menuju rumah sakit.

__ADS_1


Di tempat Taufik, Taufik pun sudah membereskan semua barang-barangnya dan bersiap untuk segera pulang ke ibukota.


"Tuan, ada apa kenapa anda terlihat panik?" Tanya Husain yang segera menemui Taufik kala ia tahu Taufik tadiĀ  mencarinya.


"Kita harus pulang sekarang!" Sahut Taufik tegas, tanpa menjelaskan duduk permasalahannya terlebih dahulu pada Husain.


"Baik Tuan!" Patuh Husain meski ia pun bingung dan bertanya-tanya akan alasan dibalik kepulangan mereka yang mendadak itu. Tapi, melihat dari kepanikan atasannya akhirnya ia pun memilih untuk tidak banyak bertanya saat ini.


"Biar aku saja yang membawa mobilnya Pak." Pinta Taufik ketika ia sudah berada didepan mobil dan meminta agar dirinya sendiri yang membawa mobil. Ia ingin secepatnya sampai di rumah sakit.


Namun sepertinya Husain tidak membiarkan itu terjadi, ia melarang Taufik mengendarai mobilnya sendiri mengingat betapa panik dan kalutnya keadaan Taufik saat ini. Hingga akhirnya ia sendiri yang menawarkan diri untuk mengambil alih kemudinya.


"Tidak Tuan, biar saya saja yang membawanya. Tuan tenang saja, saya akan mengendarainya secepat mungkin." Larang Husain yang langsung diangguki oleh Taufik yang tak ingin mengulur waktu lagi.


"Ya, baiklah cepat." Mereka pun masuk ke mobil dan berlalu dari sana.


"Apa sebenarnya yang sudah terjadi? Dan apa yang membuat Tuan Taufik jadi sepanik ini?" Batin Husain yang bertanya-tanya, namun ia memilih tetap diam. Ia sadar akan kondisi atasannya saat ini.


"Ya Allah.. ku mohon jangan sampai hal buruk terjadi pada istriku juga calon anak kami. Ku mohon jaga dan selamatkan mereka disana." Do'a Taufik yang semakin tak karuan dan sangat gelisah.


.


.


.


Maaf ya.. lama Upnya. Dan aku ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan, semoga kita selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa tahun ini Aamiin..


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2