Mendadak Istri

Mendadak Istri
Extra Part 2


__ADS_3

Retta yang sudah merasa malu segera melepas seatbeltya. Dia menunggu Vanno memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari mobil. Melihat Retta yang tengah malu, Vanno semakin tertawa dengan keras. Retta berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya. Dia berdiri di depan pintu masuk butik mommy sambil menunggu Abel memarkirkan kendaraannya.


Begitu melihat Abel sudah mendekat, Retta langsung menarik tangannya menuju ruang kerja mommy di lantai tiga. Vanno yang melihat tingkah Retta yang terburu-buru langsung tertawa terbahak-bahak.


Ccckkkk. Sudah punya anak juga masih suka malu jika digoda suami, batin Vanno sambil menahan tawanya.


Vanno tidak ikut Retta dan Abel naik ke lantai tiga. Dia segera berbelok menuju pantry yang ada di lantai satu butik mommynya. Dia mencari mang Kusno untuk meminta di buatkan kopi. Sesampainya di pantry, Vanno langsung mencari mang Kusno untuk membuatkan kopi.


Sementara itu, di ruang kerja mommy Abel sudah bercerita tentang kebaya keinginannya kepada mommy. Sesekali mommy menunjukkan sketsa gambar kebaya yang baru saja di buatnya kepada Abel. Mereka saling berdiskusi memberikan masukan.


Begitu sampai di ruang kerja mommy, Retta langsung mencari sang buah hati yang tengah tertidur di kamarnya yang ada di dalam ruang kerja mommy. Retta berjalan pelan-pelan mendekati sang buah hati yang tengah tertidur pulas. Retta memberikan ciuman pada kepala dan pipi Ken karena gemas.


Merasa ada yang mengusik tidurnya, Ken terbangun dari tidurnya. Dia menoleh dan mendapati sang mommy tengah duduk di sampingnya. Seketika senyum langsung merekah dari bibirnya.


"Aaaaa.. Mommy dah uyang cuwah? kata Ken sambil merentangkan kedua tangannya minta di gendong.


Retta segera meraup Ken ke dalam gendongannya. 


"Sudah sayang, mommy sudah pulang sekolah," kata Retta sambil membawanya ke luar kamar. "Adik lapar?" Tanya Retta pada Ken.


Ken mengangguk. "Adik apel mom, api au nen ja," jawab Ken sambil berusaha membuka kancing baju Retta.


"***** di mobil saja ya, daddy sudah nunggu di mobil," bujuk Retta yang segera di angguki oleh Ken.


Retta segera berpamitan kepada mommy dan Abel yang masih terlihat sibuk membicarakan rancangan kebaya Abel. Retta segera mengambil perlengkapan Ken dam segera membawanya turun. Begitu sampai di lobi, langkah kaki Retta terhenti. Dia melihat tiga orang perempuan, yang tadi tengah membicarakan Vanno di kantin, berada di sana. Mereka terlihat sedang berusaha menarik perhatian Vanno. Sementara Vanno masih terlihat asik sendiri memainkan ponselnya, tanpa merespon perkataan tiga orang perempuan yang ada di depannya.


Retta melirik Ken yang juga melihat sang daddy yang tengah dikelilingi tiga orang perempuan.


"Teddy," teriak Ken dengan suara yang lumayan keras ketika melihat sang daddy. 


Vanno menoleh melihat anak dan istrinya telah berdiri tak jauh dari posisinya. Vanno segera berjalan mendekati mereka sambil tersenyum. Ken segera merentangkan kedua tangannya ketika melihat Vanno mendekat. Vanno segera mengambil alih Ken dari gendongan Retta. 


"Anak daddy baru bangun tidur ya?" Tanya Vanno sambil memberikan ciuman bertubi-tubi pada pipi gembul Ken. Merasa geli dengan perbuatan Vanno, Ken segera mendorong wajah Vanno.


"Aauuhhh teddy, adik alu dah besa. Angan cium-cium," kata Ken sambil mendorong wajah Vanno. Vanno tergelak mendengar perkataan Ken.

__ADS_1


Sementara itu, tak jauh dari mereka ada tiga pasang mata yang tengah menatap interaksi ayah dan anak itu. Mereka begitu terkejut melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka. Ya, mereka adalah Renata, Gisella dan Cindy. Mereka satu angkatan dengan Vanno, tapi beda jurusan. Renata begitu tertarik dengan Vanno. Dia sering mengekori bahkan menguntit Vanno ketika di kampus maupun di luar kampus. Renata tahu jika Vanno memiliki beberapa usaha kafe dan bengkel. Hal itu membuat rasa tertariknya kepada Vanno semakin besar. Muda, tampan,berbakat dan kaya, itu yang ada di pikiran Renata. Namun, dia sama sekali tidak mengetahui jika Vanno telah menikah dan memiliki seorang putra.


Renata dan teman-temannya segera mendekati Vanno. Mereka penasaran dengan perempuan dan batita yang tengah di gendong oleh Vanno.


"Siapa ini Van?" Tanya Renata begitu sudah dekat dengan Vanno.


Vanno menatap Renata dan kedua orang temannya dengan jengah. "Anak gue," jawab Vanno datar.


Renata dan teman-temannya begitu terkejut mendengar jawaban Vanno. 


"A anak?" Tanya Renata. "Lo bercanda kan Van, mana mungkin lo sudah punya anak. Atau, ini adik lo?" Lanjut Renata yang masih tidak percaya.


Vanno menoleh menatap Renata dan kedua orang temannya dengan wajah kesal. 


"Ccckk. Sudah gue bilang dia anak gue. Lo nggak lihat wajahnya mirip gue ," kata Vanno dengan suara meninggi. "Dan ini, istri gue" lanjut Vanno sambil menarik tangan Retta agar lebih mendekat ke arahnya. 


Ketiga orang di depannya terkejut mendengar perkataan Vanno.


"I-istri?!" Tanya ketiga perempuan itu bersamaan sambil menatap Retta.


"Barusan Vanno bilang apa Cin?" Tanya Gisella kepada Cindy untuk memastikan telinganya tidak bermasalah.


Cindy yang tersadar pun segera mendengus kesal. "Telinga lo nggak bermasalah kan, sudah jelas tadi Vanno bilang jika mereka anak dan istrinya, masih tanya lagi" jawab Cindy.


Renata segera tersadar dan berjalan menuju reseptionis. Dia ingin memastikan kebenaran perkataan Vanno tadi, mengingat Retta tadi keluar dari lift khusus, jadi Renata berpikir mungkin Vanno hubungannya dengan pemilik butik tersebut. Begitu berada di depan resepsionis Renata langsung bertanya.


"Maaf mbak saya mau tanya, tadi perempuan yang menggendong anak laki-laki yang bersama Vanno tadi siapa ya, mbak kenal?" Tanya Renata.


Maya, resepsionis tadi tersenyum sambil mengangguk mendengar pertanyaan Renata. "Iya mbak, saya kenal. Tadi itu mbak Retta, istrinya mas Vanno. Dan yang di gendong tadi baby Ken, anak mereka" jawab Maya.


Mendengar jawaban Maya, Renata dan teman-temannya semakin yakin jika apa yang dikatakan Vanno tadi benar adanya.


"Jadi Vanno sudah menikah?" Kini giliran Gisella yang bertanya kepada Maya.


"Iya mbak. Mas Vanno dan mbak Retta sudah menikah sekitar 3 tahun yang lalu" jawab Maya.

__ADS_1


"Hhaaa?!" Ketiga perempuan itu sontak terkejut.


"Tiga tahun yang lalu bukannya mereka masih SMA?" kali ini Cindy yang bertanya.


"Iya, mereka memang menikah waktu masih kelas 12 semester 2," jawab Maya.


Kembali mereka bertiga membulatkan mulut dan matanya karena terkejut. "Lalu, apa hubungannya mereka dengan butik ini mbak, tadi aku lihat Retta baru keluar dari lift khusus itu?" Tanya Renata sambil menunjuk lift khusus.


"Oh itu, butik ini milik mommynya mas Vanno mbak, mertuanya mbak Retta" jawab Maya.


"Apa?!" 


Mereka bertiga kembali dikejutkan dengan kenyataan baru. Mereka sadar jika butik ini adalah salah satu butik milik Geraldy Corp (GC). Mereka mulai menerka-nerka siapa Vanno sebenarnya.


"Apa Vanno anak dari pemilik GC?" Tanya Renata dengan wajah yang masih menunjukkan rasa keterkejutannya.


"Iya mbak. Mas Vanno adalah putra tunggal pendiri GC, Pak Evander Geraldy" jawab Maya.


Seketika wajah ketiga perempuan tadi tampak pucat. Bagaimana mungkin mereka akan menggoda Vanno jika mereka sudah mengetahui siapa Vanno sebenarnya. Mereka menghembuskan napas dengan kasar sebelum berpamitan kepada Maya. Mereka mengurungkan niatnya untuk melihat koleksi gaun pesta terbaru di butik mommynya Vanno.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Masih adakah yang menunggu extra partnya?


Jangan lupa dukungannya ya,

__ADS_1


Cerita terbaruku "The CEO's Proposal" is cooming soon 🤭🤭


__ADS_2