Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Harus Membiasakan Diri


__ADS_3

Benar saja, Ken begitu gelagapan saat Gitta langsung mengerucutkan bibirnya. Dia langsung duduk dan menggeser tubuhnya hingga menempel pada lengan sang istri.


"Sayang, bukan begitu maksudku tadi. Kamu tidak gendut kok, kamu sexy dan menggemaskan." Kata Ken sambil tersenyum.


Gitta menoleh menatap wajah sang suami sambil mendengus kesal.


"Kamu mau samakan aku dengan Nyedit Mas?" Ketus Gitta.


"Lhah, kenapa bawa-bawa Nyedit segala sih?" Tanya Ken.


"Setiap kamu gendong Nyedit bilangnya selalu gemes-gemes gitu." Kata Gitta sambil memanyunkan bibirnya.


Ken menjambak rambutnya dengan kasar. Dia benar-benar frustasi menghadapi istrinya yang sedang mengandung ini. Ken harus benar-benar bisa menjaga emosinya jika sedang menghadapi Gitta.


"Bu-bukan begitu Sayang. Itu kan karena Nyedit selalu ngikutin gerakan mainannya." Kata Ken. 


Gitta mencebikkan bibirnya sambil beranjak berdiri. 


"Itu alasan mas Ken saja. Dari kemarin sejak sebelum acara pernikahan Khanza mas Ken selalu ngelus-ngelus Nyedit. Emang istri mas Ken itu Nyedit apa." Ketus Gitta sambil berjalan meninggalkan Ken.


Ken masih cengo di tempat duduknya. Dia masih mencerna perkataan Gitta.


"Lhah, aku kan memang sudah biasa main-main sama Nyedit, kenapa dia marah?" Kata Ken lirih.


Mommy yang sedikit mendengar perkataan Gitta saat hendak pergi meninggalkan Ken pun segera mendekati sang putra.


"Kamu itu jadi laki-laki yang peka sedikit sama istri. Dia cemburu jika kamu perhatian ke yang lainnya." Kata mommy.


"Lhah, aku kan hanya main sama Nyedit Mom. Aku hanya ngelus-ngelus dia." Bela Ken.


"Dari pada ngelus-ngelus Nyedit, mending ngelus-ngelus istri kamu. Kamu senang, istri kamu juga senang. Kamu harus pinter-pinter menyenangkan istri, biar dapat pahala, plus dapat bonus." Kata mommy.


Seketika senyum Ken terbit. Benar kata mommy. Selain bisa menyenangkan sang istri, dia bisa dapat bonus nanti. Ken tersenyum semakin lebar.


"Baiklah Mom, aku sudah mengerti sekarang. Aku menemui Gitta dulu. Thanks Mom." Kata Ken sambil beranjak berdiri dan memberikan kecupan pada pipi sang mommy. Setelahnya, dia berjalan menuju kamarnya untuk membujuk sang istri. Siapa tahu dapat bonus juga, pikir Ken.


Sepeninggal Ken, daddy yang baru saja mengambil minum di dapur beranjak menemui mommy yang saat itu masih berada di teras.


"Ada apa Sayang?" Tanya daddy sambil mendudukkan diri di samping sang istri. Daddy meletakkan minuman yang baru di ambilnya di atas meja dan mulai merapatkan duduknya pada mommy. Tak lupa juga daddy menempelkan dagunya pada bahu mommy.


Seketika mommy langsung menoleh menatap wajah daddy yang sudah sangat dekat dengan wajahnya.


"Apaan sih Mas, jauhan dikit ih." Kata mommy sambil menggerak-gerakkan tubuhnya.


Bukan Vanno yang tidak usil bin jahil. Dia malah mengeratkan pelukannya. Bukan main-main. Tangan kanannya malah berpegangan pada squishy sang istri dengan erat untuk mencegahnya bergerak-gerak.

__ADS_1


"Astaga Mas, ini tangan nggak kenapa semakin nakal ih. Turunin nggak?!" Kata mommy sambil mendelik ke arah daddy.


Daddy pun menggeleng setelah mendengar perkataan mommy.


"Aku capek Yang. Temenin ke kamar yuk." Ajak daddy.


Mommy memutar bola matanya dengan jengah. Dia sudah sangat hafal dengan kelakuan sang suami.


"Halah kamu Mas, capek kok ngajak ke kamar. Paling juga olahraga meres keringat." Kata mommy.


"Hehehe, iya. Aku kan juga capek karena acara kemarin. Boleh dong memanjakan Vj." Kata daddy sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


Mommy mendengus mendengar perkataan daddy. "Aku harus bantu bibi masak untuk makan malam nanti Mas." Elak mommy.


Daddy menggeleng dengan cepat sambil beranjak berdiri. Dia sedikit menarik lengan mommy agar mengikutinya.


"Jika tidak ada kebutuhan darurat, kamu boleh membantu mereka. Sekarang, tugasnya membantu suami." Kata daddy.


Jika sudah berkata seperti itu, mau tidak mau mommy pun harus mengikuti daddy. 


"Sebentar saja ya." Kata mommy sambil beranjak berdiri.


"Enak saja sebentar, bayar hutang yang kemarin-kemarin dong. Kemarin dua hari sudah bolong." Kata daddy sambil berjalan menarik mommy.


Malam itu, Khanza dan Al sudah bersiap-siap untuk makan malam dan jalan-jalan keluar. Namun, keberuntungan tidak berpihak pada mereka. Setelah Maghrib, hujan turun sangat deras. Mereka juga mengurungkan niatnya untuk makan malam di luar. 


Karena yakin hujan akan turun hingga malam, Khanza dan Al memutuskan untuk memesan makan malam. Mereka terpaksa makan malam di dalam kamar, karena hujan cukup deras. Mereka juga enggan turun ke restoran hotel.


Setelah selesai makan malam, Al dan Khanza segera membersihkan diri dan mengganti baju dengan baju tidur. Beberapa saat kemudian, mereka sudah selesai membersihkan diri dan mengganti baju mereka.


Al segera mengambil ponselnya dan memainkannya di atas tempat tidur sambil menunggu Khanza. Beberapa saat kemudian, Khanza terlihat keluar dengan menggunakan baju tidur satin yang sangat minim. Bagian bawahnya Khanza hanya memakai celana yang sangat pendek, sementara bagian atasnya tanpa lengan dengan dua tali yang menggantung di bahunya. 


Baju tidur tersebut sangat minim sekali. Al yang melihatnya langsung membulatkan mata dan mulutnya. Seluruh tubuhnya terasa sangat panas. Ada yang mulai terasa sesak tapi bukan nafas.


Khanza masih berdiri didepan pintu kamar mandi. Dia merasa sangat malu untuk memakainya. Namun, dia teringat pembicaraannya dengan Al tadi sore, bahwa mereka harus benar-benar belajar untuk memulai semuanya dari awal, termasuk hubungan suami istri.


Mereka juga sepakat untuk memulainya dengan pelan-pelan. Berhubung saat ini Khanza sedang kebanjiran, jadi dia memutuskan untuk memulai dengan cara ini. Itu pun sudah dibicarakannya dengan Al.


Al yang melihat Khanza menggunakan baju tidur yang sangat minim hanya bisa menelan salivanya dengan keras. Entah mengapa tenggorokannya terasa kering. Bahkan untuk menelan saliva pun terasa sulit. Matanya seolah tak bisa berpaling dari tubuh Khanza. Bahkan, berkedip pun terasa tidak rela.


Khanza masih berdiri tak bergerak. Kedua tangannya pun saling bertaut dan saling remas. Dia juga tidak berani memandang wajah Al. Sedari keluar dari kamar mandi, kepalanya langsung menunduk. Dia masih merasa malu.


Al segera tersadar saat melihat Khanza masih diam mematung di depan pintu kamar mandi. Dia segera mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Ke-kenapa masih berdiri di sana?" Tanya Al. Dia masih tergagap dengan situasi yang baru baginya ini.

__ADS_1


Khanza mendongakkan kepalanya dan menatap Al. Kemudian, dia memberanikan diri untuk berjalan menuju tempat tidur dimana Al sudah berada di sana. Khanza segera merangkak naik ke atas tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga sebatas dada. Dia pun merasa malu.


Al masih tak memindahkan pandangan matanya dari Khanza. 


"Ma-maaf Kak. Tadi kita sudah sepakat jika kita harus belajar untuk memulai ini semua." Kata Khanza sambil menunduk.


Al tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Iya. Kita harus mulai untuk membiasakan ini mulai sekarang." Kata Al.


Khanza menoleh menatap Al. Dia masih terlihat malu.


"Maaf aku masih halangan Kak." Kata Khanza. "Mungkin sekitar tiga hari lagi baru selesai." Lanjut Khanza.


"Tidak apa-apa. Itu memang sudah kodrat wanita kan. Lagi pula, kita bisa melakukan yang lainnya." Jawab Al sambil tersenyum.


Khanza mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Al.


"Ma-maksudnya?" Tanya Khanza.


"Jika yang bawah kebanjiran, kita bisa pindah ke bagian atas kan." Jawab Al sambil tersenyum.


Wajah Khanza langsung panas begitu mendengar perkataan Al. Dia sudah sangat malu mendengarnya. Ya, dia sangat paham dengan maksud Al. Tadi sore, mereka juga sudah membahas hal itu.


"Memangnya seperti rumah dua lantai, jika lantai satu kebanjiran, maka akan pindah ke lantai atas."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=


Berhubung sudah memasuki awal bulan, mohon dukungannya agar bisa naik lagi rank nya kakak. Mohon bantuan like, comment dan vote.


Mendadak Istri akan tamat setelah Gitta melahirkan, insy.beberapa hari lagi. 


Untuk informasi karya baru, akan di up di ig othor ya kak, silahkan mampir di @keenandra_winda.


Thank you.

__ADS_1


__ADS_2