
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sejak kemarin, keluarga Ken dan Gitta sudah berada di hotel mommy Retta. Mereka sudah bersiap-siap untuk melakukan resepsi pernikahan Ken dan Gitta.
"Sayang, kemana Zee?" tanya mama Risma, mama kandung Gitta sambil berjalan memasuki kamar sang putri.
"Eh, tadi sama Khanza, Ma. Tapi tidak tau sekarang."
"Waahh, putri Mama cantik sekali di make up seperti ini. Mama benar-benar tidak menyangka jika putri Mama akan melangsungkan acara resepsi pernikahan. Mama tidak menyangka, kamu sudah menjadi istri dan seorang ibu sekarang, Nak." Mama Risma sudah mulai berkaca-kaca. Beliau membayangkan masa lalu putrinya yang sangat berat hingga membuatnya kembali terharu.
Gitta langsung berbalik dan meraih kedua tangan mamanya tersebut. "Mama ini bicara apa? Meskipun aku sudah menikah dan sudah menjadi seorang istri dan juga ibu, tapi aku akan tetap menjadi putri Mama. Mama dan Papa akan tetap menjadi orang tua terhebat buatku." Gitta ikut berkaca-kaca.
"Hhhssttt, jangan menangis, Sayang. Ini hari spesial kamu. Jangan merusak hari bahagia ini dengan air mata. Ayo, segera lanjutkan riasanmu. Jangan membuat suami kamu menunggu lebih lama lagu. Mama keluar dulu, mau cari Zee." Mama Risma mengecup pucuk kepala Gitta sebentar sebelum melangkahkan kaki keluar ruangan.
Saat sedang berjalan menuju aula, mama Risma melihat Ken tangan berjalan menggendong Zee. Mama Risma berjalan tergesa-gesa untuk mengambil alih Zee dari Ken.
"Lho, kenapa Zee ada sama kamu? Dan ini, kenapa kamu belum siap-siap, Ken?" tanya mama Risma sambil mengambil alih Zee.
"Tadi Zee sama Khanza, Ma. Lalu, dia memberikan Zee kepadaku, karena dia harus ke salon. Mommy juga sedang sibuk memantau dekorasi. Mau nitip ke Daddy pun tidak bisa, karena ada tamu dari Malaysia."
"Ya sudah, biar Zee sama Mama. Kamu siap-siap dulu sana. Acaranya satu jam lagi kan sudah mau mulai. Mama gantiin baju Zee dulu."
__ADS_1
"Iya, Ma. Terima kasih. Perlengkapan Zee ada di dalam kamar, Ma. Ini key cardnya," ucap Ken sambil memberikan key card kepada sang mertua.
Setelah menerima key card tersebut, mama Risma langsung membawa Zee ke dalam kamar. Sementara Ken, dia langsung menyusul sang istri yang sedang di make up di sebuah ruangan khusus.
Ceklek. Ken membuka pintu. Gitta menoleh ke arah sang suami sebentar sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya.
"Zee dimana, Mas?" tanya Gitta di sela-sela aktivitasnya dirias.
"Sama Mama. Tadi ketemu di luar." Ken berjalan mendekat ke arah Gitta. Dia menatap pantulan wajah sang istri dari cermin. Tatapan matanya seolah tidak mau berpindah dari sana.
Gitta mengerutkan kening saat melihat sang suami tak berpindah tatapan matanya. "Ada apa, Mas?"
"Kenapa kamu cantik sekali, Yang? Aku jadi khawatir." Ken mencebikkan bibirnya.
"Khawatir jika kamu akan jadi pusat perhatian semua tamu undangan, Yang." Wajah Ken sudah terlihat di tekuk.
Gitta hanya bisa membulatkan mata dan mulutnya setelah mendengar perkataan Ken. "Astaga, Mas. Mana ada yang seperti itu? Aku kan sudah jadi ibu, mana ada yang melirik. Ada-ada saja kamu ini."
"Ckckck, tentu saja ada. Namanya juga orang. Meskipun sudah buntut pun pasti dilirik jika menarik." Ken masih mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
Gitta hanya bisa menghembuskan napas berat sebelum meminta para perias meninggalkan mereka berdua. Gitta harus benar-benar membujuk sang suami agar tidak mulai berulah lagi. Sebenarnya, sejak semalam Ken terlihat uring-uringan. Entah mengapa dia menjadi kesal jika membayangkan sang istri akan menjadi pusat perhatian.
Gitta memutar tubuhnya hingga kini dia langsung berhadapan dengan sang suami. Gitta langsung meraih tangan Ken dan menggenggamnya dengan erat.
"Mas, dengarkan aku baik-baik. Jangan berpikir yang tidak-tidak. Kita sudah sepakat untuk melaksanakan acara ini. Jangan membuat Mommy dan Khanza kecewa. Mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan baik."
"Lagi pula, dengan resepsi ini kita bisa memberitahukan kepada orang lain jika kita sudah menikah. Ya, meskipun tidak semua orang kita undang, tapi setidaknya kita sudah mengumumkan pernikahan ini. Jadi, tidak akan ada lagi gunjingan orang setelah ini, Mas."
Gita menjelaskan panjang lebar kepada sang suami. Ken yang mendengar penjelasan Gitta hanya bisa pasrah. Dia mengangguk mengiyakan sambil mencuri sebuah kecupan pada bibir Gitta. Sontak saja hal itu membuat Gitta kesal.
"Apaan sih, Mas. Aku belum selesai nih. Sana jauh-jauh." Gitta menggerutu sambil mendorong tubuh sang suami.
Namun, bukannya menjauh, Ken langsung menarik Gitta ke dalam kamar ganti. Melihat hal itu, Gitta langsung panik.
"Eh, eh mau apa, Mas?"
"Sebentar saja. Itu susunya Zee sudah mulai merembes. Aku bantu pompa, deh."
"Eh, alatnya ada di luar, Mas." Gitta menoleh ke arah tas yang berisi perlengkapannya.
__ADS_1
"Nggak usah pakai alat. Pakai…,"
Pakai apa? 🤔