Mendadak Istri

Mendadak Istri
Extra Part 15


__ADS_3

Keesokan harinya, Ken, Gitta, mommy, daddy dan baby Z segera berangkat menuju Jakarta. Mereka mengambil penerbangan setelah makan siang. Hingga menjelang makan malam mereka tiba di rumah utama.


Khanza dan Al yang sudah mendapat kabar dari Ken pun langsung menuju rumah sang mommy. Mereka memutuskan untuk menginap di sana.


Keesokan paginya, semua sudah siap di meja makan untuk sarapan. Begitu juga dengan Al dan Khanza.


"Kamu yakin mau mengajak Zee sekalian Ken?" Tanya daddy.


"Iya, Dad. Sebaiknya, kami jelaskan saja semuanya. Aku tidak ingin ada yang ditutup-tutupi lagi." Jawab Ken.


"Benar. Daddy juga sependapat denganmu." Kata daddy sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. "Untuk tesnya bagaimana Al?" Tanya daddy kepada Al.


"Semua sudah disiapkan di rumah sakit kita, Dad. Tinggal bagaimana nanti pihak sana mau melakukan tes DNA dimana." Jawab Al.


Semua orang mengangguk mengerti. Tak berapa lama kemudian, Khanza dan Al segera berangkat ke kampus. Ada beberapa hal yang harus mereka lengkapi sebelum ujian minggu depan. Sementara Gitta sedang mempersiapkan Zee.


Tak berapa lama kemudian, Ken, Gitta dan baby Z sudah siap. Mereka segera pergi ke rumah pak Abi. Sejak kemarin, Ken sudah membuat janji untuk bertemu hari itu. Ken mengatakan ada sesuatu yang ingin disampaikan terkait keluarganya. Mendengar penjelasan Ken, pak Abi menyetujui untuk bertemu dengan Ken di rumahnya. Beliau bahkan sengaja untuk tidak pergi ke kantor hari itu.


Setelah berpamitan kepada mommy dan daddy, Ken dan Gitta segera berangkat. Mereka langsung menuju rumah pak Abi yang berjarak sekitar lima belas menit perjalanan. 


Gitta terlihat khawatir saat di dalam kendaraan. Ken yang menyadari kekhawatiran sang istri langsung menggenggam tangannya.


"Jangan khawatir. Apapun yang terjadi, kamu tetap istriku dan menantu di keluargaku." Kata Ken sambil memberikan kecupan pada punggung tangan sang istri.


Gitta menoleh sambil tersenyum menatap wajah sang suami. Hatinya menghangat setiap Ken mengatakan hal yang sama berulang-ulang. Keputusan mereka dengan membawa baby Z sudah benar. Selain ingin memberitahu semuanya, dengan kehadiran Zee bisa membuat suasana hati mereka sedikit lebih tenang.


Tak berapa lama kemudian, mobil yang dikendarai Ken sudah memasuki kediaman rumah pak Abi. Rupanya, satpam rumah tersebut sudah cukup hafal dengan wajah Ken, jadi dia bisa langsung masuk. 


Sebenarnya, Ken dan daddy sudah beberapa kali mampir ke rumah pak Abi untuk urusan pekerjaan. Namun, kali ini Ken datang kesana untuk urusan yang berbeda.


Setelah memarkirkan kendaraannya, Ken dan Gitta segera turun dan berjalan menuju pintu utama. Ken menggandeng tangan Gitta seolah memberi kekuatan kepadanya.


Ting tong


Ken memencet bel yang ada di samping pintu. Tak berapa lama menunggu, tiba-tiba pintu tersebut dibuka.


Ceklek


Seorang laki-laki paruh baya terlihat membuka pintu tersebut. Seketika pandangan mata Gitta menatap wajah yang tidak asing di ingatannya. Ya, Gitta merasakan wajah itu tidaklah asing.


Hal yang sama juga dirasakan oleh laki-laki tersebut. Pandangan matanya seolah tersedot pada wajah Gitta. Ada sedikit getaran aneh yang menyusup pada relung hatinya. Cukup lama mereka saling terdiam, hingga Ken berusaha untuk mencairkan suasana.


"Eheemmm. Selamat pagi pak Abi." Sapa Ken. Ya, laki-laki yang membukakan pintu tersebut adalah Abimana Giffari.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Ken, pak Abi langsung tersadar. Beliau langsung mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Setelah cukup bisa menguasai diri, pak Abi tersenyum menyambut Ken.


"Ah, maaf pak Ken. Selamat pagi. Mari, silahkan masuk." Kata pak Abi sambil mempersilahkan Ken dan Gitta untuk masuk.


Ken dan Gitta segera mengikuti langkah kaki pak Abi memasuki rumah tersebut. Ternyata, pak Abi membawa Ken dan Gitta menuju ruang keluarga yang cukup luas. Ada sebuah kasur bulu yang terhampar luas di depan seperangkat kursi di ruang keluarga tersebut.


"Kita ngobrol disini saja. Saya kira ini lebih nyaman untuk putra anda pak Ken." Kata pak Abi sambil tersenyum.


Ken dan Gitta saling pandang kemudian mengangguk mengiyakan. Pak Abi segera mempersilahkan mereka untuk duduk, sementara dirinya memanggil sang istri dan meminta asisten rumah tangga mereka untuk menyiapkan minuman dan makanan kecil.


Gitta masih duduk dengan gelisah sambil memeluk baby Z dengan erat. Sang putra yang merasa tidak nyaman dengan sang mommy. Dia langsung merengek dan menangis. Gitta menjadi semakin panik.


Ken berusaha menenangkan baby Z, namun hasilnya tetap sama. Sang putra terlihat masih sangat kesal.


Mendengar suara tangisan bayi, pak Abi segera kembali. Beliau melihat Ken yang masih berusaha menenangkan sang putra tapi tidak berhasil. Pak Abi berjalan mendekat ke arah Ken.


"Kenapa menangis? Boleh saya coba menggendongnya?" Tanya pak Abi.


Ken dan Gitta menoleh saling pandang. Kemudian, Ken segera mengangguk. Ken segera memberikan baby Z kepada pak Abi. Anehnya, baby Z langsung diam begitu berpindah tangan. Dia langsung mengamati wajah pak Abi dengan mata penuh air mata.


Mata bulat dengan pipi tembem begitu menyihir pak Abi. Dikecupnya pipi gembul itu beberapa kali hingga membuat si empunya langsung tertawa karena geli. Ken dan Gitta begitu terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya.


Tak berapa lama kemudian, terdengar sebuah suara membuyarkan pandangan Ken dan Gitta.


"Lho, putra siapa ini Pa?" Tanya sebuah suara.


Deg


Wanita paruh baya tersebut langsung menghentikan langkah kakinya. Dia langsung melupakan tujuan awalnya untuk menghampiri sang suami begitu dia melihat Gitta.


Pak Abi yang menyadari sang istri juga memiliki pikiran yang sama dengan dirinya tadi segera bersuara.


"Ah, ini putra pak Ken, Ma. Cucunya pak Vanno. Ayo, duduk sini dulu." Kata pak Abi sambil menggerakkan tangannya agar sang istri menuruti perkataannya.


Wanita paruh baya tersebut segera mengerjap-ngerjapkan matanya dan beranjak mengikuti sang suami. Dia mengalihkan pandangan kepada baby Z yang sedang menggigiti jarinya dengan air liur yang menetes. 


"Iiihh, gemes. Sini sama Uti." Kata wanita paruh baya tersebut sambil mengulurkan tangannya.


Gitta dan Ken saling menoleh. Jangan ditanya bagaimana perasaan Gitta saat mendengar wanita paruh baya tersebut memanggil dirinya sebagai Uti pada Zee.


Pak Abi langsung mengulurkan baby Z kepada sang istri. Ya, wanita paruh baya tersebut adalah bu Kharisma atau lebih sering dipanggil bu Risma, istrinya pak Abi. Baby Z langsung mengulurkan tangannya menyambut bu Risma. 


Setelah baby Z berpindah tempat, pak Abi beralih kepada Ken dan Gitta.

__ADS_1


"Maaf pak Ken, saya malah asik dengan putra anda." Kata pak Abi sambil terkekeh geli.


"Tidak apa-apa pak Abi. Justru kami yang meminta maaf telah mengganggu anda." Jawab Ken.


"Tidak merepotkan, justru kami sangat senang sekali. Putra anda sangat lucu." Kata pak Abi. "Oh iya, anda bilang kemarin ada hal yang perlu disampaikan. Tentang apa itu?" Tanya pak Abi.


Ken menoleh menatap Gitta sebentar sebelum menjawab pertanyaan pak Abi.


"Sebelumnya, kami minta maaf karena mengganggu waktu anda beserta istri, pak Abi. Kami sangat berterima kasih untuk waktunya. Sebelum saya mulai bercerita, izinkan saya memperkenalkan istri saya." Kata Ken sambil menoleh menatap Gitta yang tengah menunduk. "Ini adalah istri saya, Gitta." Lanjut Ken.


Deg


Jantung pak Abi dan bu Risma berdetak sangat cepat. Sejak tadi netra mata mereka masih mengawasi Gitta dengan penuh pertanyaan. Namun, sekarang perkataan Ken justru seolah membuat rasa penasaran itu semakin menjadi-jadi.


Ken yang menyadari perubahan ekspresi pada wajah pak Abi dan bu Risma pun langsung menggenggam tangan Gitta untuk memberikan kekuatan.


"Pak Abi, saya akan sedikit bercerita. Sebelum kami mulai, saya mohon anda beserta ibu untuk tidak menerima cerita kami mentah-mentah. Kami berharap, kita bisa membicarakan ini dengan kepala dingin. Kami juga belum yakin dengan apa yang akan kami sampaikan." Kata Ken.


Pak Abi dan bu Risma saling pandang. Kemudian, mereka kembali menatap wajah Ken dan mengangguk mengiyakan.


Setelah meyakinkan diri, Ken mulai menceritakan semua yang didengarnya dari pak Wisnu. Awal mula dia bertemu pak Wisnu, janji bertemu di sebuah restoran di Surabaya, hingga semua cerita yang diperolehnya dari pak Wisnu, diceritakan oleh Ken.


Ken memutuskan dirinya yang menceritakan semuanya kepada pak Wisnu. Ken tidak yakin Gitta akan mampu menceritakan semuanya.


Setelah menceritakan semuanya, Ken menatap wajah pak Abi dan bu Risma lekat-lekat. Kedua pasang netra mata mereka tampak berkaca-kaca menatap Gitta yang kini masih menunduk.


"Hiks hiks hiks huuaaaaaa"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Sudah double up ya, dua ribu enam ratus kata lebih


Jangan bilang sedikit lho, othor gembengan 🥺

__ADS_1


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, silahkan follow ig othor @keenandra_winda


Thank you


__ADS_2