
Setelah selesai sarapan, Vanno dan Retta segera bergegas untuk mengantar Ken ke sekolah. Sementara baby Khanza, akan dijaga dulu oleh bi Mar dan baby sitternya. Retta memang sudah mulai aktif lagi bekerja setelah melahirkan. Namun, dia hanya bekerja setengah hari. Saat makan siang tiba, dia harus pulang untuk menemani sang buah hati.
Ken terlihat sangat bersemangat sekali. Sepanjang perjalanan, dia tak berhenti bercerita. Retta yang duduk di samping Vanno yang tengah menyetir pun tak luput menanggapi obrolan sang buah hati.
"Mom, nanti di sekolah baru apa akan sama dengan di taman kanak-kanak?" Tanya Ken ketika Vanno menghentikan mobilnya pada traffic light yang berwarna merah.
Retta menoleh menatap sang buah hati. "Tentu saja berbeda sayang, nanti Ken akan belajar hal baru. Dan, pastinya akan lebih menyenangkan," jawab Retta sambil membalikkan badannya dan mengulas senyumannya.
"Apa Ken akan bertemu dengan Nayra lagi?" Tanyanya sambil mencebikkan bibirnya.
Retta yang paham maksud pertanyaan Ken merasa gemas ketika melihat sang putra tengah merengut seperti itu. "Tidak sayang. Nayra tidak satu sekolah dengan Ken. Kenapa, Ken merindukannya ya," goda Retta.
"Tidak!" Jawab Ken seketika.
Hal itu langsung membuat Vanno dan Retta tergelak. Mereka tahu betapa frustasinya Ken ketika temannya yang bernama Nayra itu selalu mengikutinya pergi. Nayra bahkan akan mengikuti Ken ketika hendak buang air kecil ke toilet diantar oleh gurunya. Ken benar-benar risih dengan temannya yang satu itu.
Pernah satu ketika Ken baru saja turun dari mobil yang diantar Vanno berjalan menuju ruang kelasnya, Nayra dengan semangat empat limanya langsung berteriak dan berlari menghampiri Ken. Tiba-tiba dia memeluk Ken dan memberikan kecupan ringan di pipi Ken. Setelahnya anak perempuan itu segera berlari menuju ruang kelasnya.
Ken yang merasa terkejut dan kesal langsung menangis meraung-raung. Dia langsung berguling-guling di halaman parkir saat itu. Dia merasa malu katanya sambil masih menangis dengan keras. Vanno yang berusaha membujuknya pun tidak berhasil. Akhirnya, dengan sangat terpaksa Vanno mengajak Ken ke kantor Retta setelah sebelumnya meminta izin kepada guru Ken.
Melihat kedua orang tuanya yang tertawa, Ken merasa kesal. Dia langsung mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya didepan dada sambil menatap keluar jendela mobil.
__ADS_1
Retta yang melihat Ken tengah dalam mode kesal segera menghentikan tawanya. Dia juga menyenggol lengan Vanno agar sang suami segera menghentikan tawanya.
"Sayang, maafkan mommy dan daddy ya. Mommy benar-benar kangen sama Nayra yang ceria itu," kata Retta sambil masih berusaha menahan tawanya.
"Mommy tidak boleh kangen sama anak itu. Ken tidak suka," jawab Ken tambah kesal.
Melihat anaknya yang semakin kesal Retta berusaha menenangkannya. "Iya, maafkan mommy dan daddy ya. Mommy tidak akan kangen lagi sama Nayra deh. Mommy akan kangennya sama Ken saja," kata Retta.
"Sama daddy tidak kangen nih," ledek Vanno sambil menoleh menatap Retta dengan sudut matanya.
Kali ini bukan Retta yang menjawab. "Daddy kan sudah kangen-kangenan sama mommy setiap malam. Apa masih kurang?" tanya Ken.
Retta yang tengah malu mendengar pertanyaan Ken segerat mencubit pinggang Vanno. "Kamu ini Mas, selalu buat perkara," ketus Retta.
"Love Mom," kata Ken.
"Sama daddy tidak nih," tanya Vanno.
Ken melepaskan pelukannya pada Retta dan segera beranjak mencium pipi Vanno. "Love you too, Dad," kata Ken.
"Love you more and more Son," balas Vanno sambil mengusap rambut Ken dengan halus.
__ADS_1
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, vote, dan komen ya aunty and uncle online
Ken bakal Up double lho jika banyak dukungannya 🤗🤗
Ken minta kasih dukungan juga buat authornya ya, dia bakal nangis guling-guling nanti jika dilupakan 🤣🤣🤣
Peluk cium online dari Ken ya aunty and uncle eemmuuaahh
__ADS_1