Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Bantuan??


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Ken ternyata sudah tertidur. Vanno segera menggendong sang putra untuk bawa ke dalam kamarnya. Sementara Retta, segera berlari ke dalam kamarnya untuk memompa asinya. Dia merasa sangat kesakitan karena lama tidak di pompa.


Setelah merebahkan sang putra di atas tempat tidurnya, Vanno segera mencari keberadaan sang putri yang tengah bersama baby sitternya. Ternyata mereka berada di ruang tengah. Khanza tengah tertidur di dalam boxnya.


Vanno mendekat untuk melihat sang buah hati. Namun, dia tidak berani menyentuhnya karena dia merasa badannya sangat kotor.


"Sudah berapa lama dia tidur Bu" tanya Vanno kepada baby sitter Khanza.


"Baru sekitar sepuluh menit tuan, tadi rewel sekali," jawab Bu Ayum baby sitter Khanza. Vanno dan Retta memang terbiasa memanggil baby sitter Khanza dengan sebutan Bu Ayum, karena memang usia beliau lebih tua dari usia mommy Vanno.


Vanno mengangguk mengerti. Setelahnya dia berjalan meninggalkan baby Khanza menuju kamarnya. Dilihatnya Retta tengah memompa asi sambil memainkan ponselnya. Vanno berjalan mendekatinya.


"Butuh bantuan?" Tanya Vanno setelah berada di depan Retta. Mendengar pertanyaan Vanno, Retta pun mengalihkan pandangannya dari ponsel dan mendongak menatap Vanno.


"Apa yang mau mas Vanno bantu?" Tanya Retta curiga.


Sementara Vanno tersenyum smirk mendengar pertanyaan sang istri. Matanya tak lepas dari squishy idolanya. Melihat tingkah sang suami Retta sudah sangat hafal. 


"Nggak usah macam-macam deh Mas. Ini sudah lewat jam makan siang. Balik kantor lagi gih," kata Retta.


"Aku nggak mau macem-macem kok sayang, satu macam saja aku sudah cukup puas," jawab Vanno.


"Apa maksudnya?" Tanya Retta cengo.


"Cuucucucuuccucuuuu," kata Vanno sambil memonyong-monyongkan bibirnya.


"Hhhaaahh?!, Apa-apaan sih Mas, jangan ngadi-ngadi deh," kata Retta. "Nggak ada ya, ini buat baby Khanza. Awas jika main serobot saja," lanjut Retta.

__ADS_1


"Ccccckkkkk, siapa juga yang main serobot. Aku mau berbagi kok," kata Vanno sambil duduk di samping Retta.


"Berbagi apanya, memonopoli iya. Lagian ya Mas, kamu ini semakin lama bukannya semakin sembuh malah semakin akut. Aku jadi khawatir jika penyakit kamu ini semakin mendarah daging," gerutu Retta.


"Biar saja," jawab Vanno dengan santainya.


Retta yang mendengar jawaban singkat sang suami hanya memutar bola matanya dengan jengah. Dia menoleh menatap Vanno yang masih tidak lepas menatap bagian depan tubuhnya. Merasa kesal Retta pun hendak mencubit paha suaminya. Namun, hal itu bersamaan dengan Vanno yang hendak berdiri. Alhasil cubitan Retta pun meleset ke bagian yang diharapkan pembaca. 😂😂


Baik Retta maupun Vanno tersentak kaget. Retta segera menarik tanganya karena merasakan paralon air Vanno sudah mulai siaga. Dia segera memalingkan wajahnya karena malu. Entah mengapa Retta masih saja merasa malu. Malu-maluin mungkin maksudnya, thor 🤣🤣🤣. Iya-iya wis, sak marem e ae lah.


Vanno yang melihat tingkah Retta menjadi semakin gemas. Segera dia melepaskan alat pemompa asi Retta yang belum selesai. Seketika Retta berteriak karena asinya berceceran. Ketika hendak protes, Vanno langsung menggendongnya menuju kamar mandi.


"Mas, apa-apaan sih. Aku belum selesai," kata Retta sambil berusaha turun.


"Aku bantu pakai mulut," kata Vanno sambil nyengir. "Tidak akan aku telan, nggak enak," katanya sambil masih berjalan.


Vanno malah tertawa mendengar Retta masih ngedumel karena ulahnya. 


"Jangan marah-marah sayang. Jangan habiskan tenagamu buat ngedumel. Gunakan tenagamu nanti buat huuuaaahhh aaaaahhhh hhaaauuuuhhh, hahahhaha," goda Vanno sambil menurunkan Retta ke dalam bathup yang masih kosong belum terisi air.


Retta menunduk malu mendengar godaan suaminya. Dia malah seger mulai membuka pakaiannya yang basah karena terkena asi. Melihat istrinya yang bergerak cepat membuat Vanno semakin tertawa.


"Lihatlah sayang, siapa sekarang yang sudah tidak sabar, hahahaha," kata Vanno di tengah tawanya.


Retta yang menyadari perbuatannya disalahartikan sang suami segera merutuki kecerobohannya. 


"Bajuku basah Mas," kata Retta sambil membuang muka, malu, karena saat itu Vanno juga tengah melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Selanjutnya silahkan berhalu sendiri ya aunty dan uncle baby Ken. Kira-kira apa yang akan Vanno dan Retta lakukan. Kalau author sih menebaknya pasti cuci baju. Hehehehe. 🤭🤭


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Up satu lagi mau nggak nih, sebelum pindah 


Jangan lupa dukungannya ya, like, comment dan vote


Peyuk dan kecup online baby Ken


Eemmuuaaahhh




__ADS_1


__ADS_2