
Setelah pergulatan panas dan melelahkan yang dilakukan, Ken dan Gitta segera membersihkan diri dan beristirahat. Mereka benar-benar harus beristirahat, karena keesokan harinya mereka akan pergi ke Surabaya. Setelah sarapan, Ken dan Gitta segera berangkat ke bandara. Pesawat mereka akan take off ke Surabaya sekitar pukul satu siang hari.
Menjelang makan malam, Ken dan Gitta tiba di rumah papa dan mama. Ini kali kedua bagi Gitta pergi ke Surabaya. Dulu, dia pernah ke Surabaya bersama Ken saat menjenguk papa Ken yang sakit. Ken dan Gitta disambut hangat oleh keluarganya. Mereka sangat menantikan kehadiran Ken dan Gitta, tak terkecuali Khanza.
Khanza langsung memeluk kakak iparnya begitu Gitta masuk ke dalam rumah. Dia menarik Gitta untuk menemui para orang tua dan setelahnya langsung mengajak menuju kamarnya. Dia sama sekali tidak menoleh kepada sang kakak.
"Lhah, mau ngapain itu anak!" Kata Ken saat melihat Gitta tengah ditarik oleh sang adik.
"Biarkan saja, namanya juga wanita." Jawab Retta saat menghampiri sang putra.
Mama yang saat itu tengah berada di ruang makan langsung berjalan ke depan untuk menemui cucu tertuanya.
"Cucu mama sudah datang. Sudah bawa cicit apa belum nih?" Tanya mama sambil memeluk sang cucu.
Ken langsung melongo mendengar pertanyaan mamanya.
"Cicit apaan sih Ma, ini aku bawanya baju Gitta." Jawab Ken sambil menunjukkan koper baju yang ditinggalkan oleh Gitta tadi.
"Ken masih kecil Mom, masih belum bisa meracik bahannya. Hahaha." Kata Vanno yang tiba-tiba sudah ada di belakang Retta.
Ken yang mendengar ejekan sang daddy hanya bisa mendengus kesal sambil menarik kopernya menuju kamarnya di lantai dua rumah tersebut.
"Enak saja daddy bilang aku masih belum bisa meracik bahannya. Aku sudah canggih kali Dad." Kata Ken sambil merengut kesal.
Sementara di dalam kamar Khanza, Gitta segera melepaskan jaketnya dan mencuci wajah dan kakinya. Setelah itu, dia ikut bergabung dengan Khanza di atas tempat tidurnya. Saat mereka hendak bercerita, mommy masuk ke dalam kamar dan meminta mereka untuk makan malam bersama.
Khanza yang tengah cemberut mau tidak mau mengikuti sang mommy untuk makan malam bersama. Saat makan malam, mereka bercengkrama bersama melepas rindu karena jarang sekali bisa berkumpul seperti ini.
"Kak Gitta, nanti malam tidur sama aku ya." Kata Khanza di tengah aktivitasnya mengunyah makan malamnya.
"Nggak boleh!" Kali ini Ken yang langsung menjawab.
Khanza langsung merengut kesal saat mendapat jawaban dari sang kakak.
"Iihhh kak Ken apaan sih. Kakak kan sudah memonopoli kak Gitta di Jakarta. Sekarang gantian aku dong." Kata Khanza tidak mau kalah.
"Besok siang saja kamu main sama Gitta. Kalau malam nggak boleh." Kekeh Ken.
"Emang kenapa sih nggak boleh. Aku kan mau cerita banyak hal sama kak Gitta. Cewek itu akan lebih seru jika saling berbagi cerita di atas tempat tidur. Aku kan juga mau merasakannya." Kata Khanza dengan wajah sedihnya.
Gitta yang mendengarnya langsung menunduk malu. Bisa-bisanya Ken melakukan hal itu hingga membuat Khanza sedih. Gitta juga sangat malu dengan para orang tua. Dia takut jika mereka berpikir yang iya-iya tentang mereka.
Ken yang melihat adiknya tengah bersedih hanya bisa menghembuskan napasnya dengan kesal.
__ADS_1
"Baiklah-baiklah, Gitta boleh tidur di kamar kamu malam ini." Kata Ken akhirnya.
Khanza yang mendengarnya sangat senang.
"Benarkah? Waahh kakakku ini memang baik sekali." Kata Khanza sambil tersenyum bahagia.
Gitta yang sedari tadi hanya diam mendengarkan langsung menoleh ke arah Ken yang bertepatan dengan Ken yang juga menoleh ke arahnya. Gitta yang tengah melihat Ken, merasa ada yang aneh dari senyuman sang suami.
Dan benar saja. Di sinilah sekarang mereka berada. Khanza berada di sebelah kanan tempat tidur king sizenya, Gitta berada di tengah, sedangkan Ken berada di sisi paling kiri. Ya, Ken memang mengizinkan Gitta untuk tidur di kamar Khanza. Namun, dia juga ikut tidur di sana.
Khanza yang sudah marah-marah sejak tadi pun tak digubris oleh Ken. Ken malah dengan santainya ngeloyor masuk ke dalam kamar Khanza dan langsung merangkak naik ke atas tempat tidurnya dan merebahkan diri di sana sambil memeluk guling Khanza.
"Iihhh kak Ken nyebelin." Protes Khanza pada sang kakak. "Kak Gitta kok betah sih tinggal sama si antartika beku gini." Gerutu Khanza.
Ken yang mendengarnya langsung membuka mata dan menoleh menatap wajah sang adik.
"Eh, jangan salah. Beku-beku begini kalau sudah diatas ranjang bisa sangat panas lho. Tanya saja kakak iparmu itu." Kata Ken sambil menunjuk Gitta dengan kepalanya.
Khanza langsung menoleh menatap wajah sang kakak ipar.
"Benar begitu Kak?" Tanya Gitta dengan wajah polosnya #eh🙄
Gitta, jangan ditanya lagi. Wajahnya sudah terasa sangat panas karena malu.
Ken yang tidak terima dengan ucapan sang istri langsung menarik selimut yang menutupi wajah Gitta dan menarik tubuhnya hingga menindih tubuh Ken.
Mendapat perlakuan Ken yang tiba-tiba, sontak Gitta sangat terkejut dan sangat malu dengan perbuatan Ken. Bagaimana tidak, saat ini posisinya tengah menindih tubuh Ken di depan adik iparnya sendiri.
"Sembarangan kamu bilang?" Tanya Ken sambil menggeram. "Mau aku buktikan sekarang?" Lanjut Ken dengan wajah seriusnya.
Gitta yang sangat ketakutan jika Ken melakukan hal yang iya-iya saat itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia segera menutup wajah Ken dengan kedua telapak tangannya dan segera beranjak pindah dari tubuh Ken.
"Mas Ken ih, jangan aneh-aneh deh." Kata Gitta.
Ken hanya mendengus kesal mendengar perkataan Gitta. Dia hanya bisa merengut sambil meraih guling yang tadi sempat terlepas dari pelukannya. Gitta yang melihat tingkah sang suami hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Kak, kenapa kak Ken sekarang jadi ajaib begitu sih? Memang orang yang sudah menikah jadi berubah gitu ya?" Tanya Khanza sambil merebahkan diri di samping kakak iparnya.
Gitta yang mendengar pertanyaan sang adik ipar hanya bisa tersenyum. Dia juga ikut merebahkan dirinya di tempat tidur tersebut.
"Kak, setelah acara wisudaku selesai, kita jalan-jalan ya. Kakak kan lama nanti di Surabaya." Kata Khanza.
Gitta hendak menjawab perkataan Khanza, namun seketika Ken berbalik dan memeluk Gitta dari belakang.
__ADS_1
"Gitta akan ikut kakak ke Malang." Kata Ken.
Seketika Khanza membuka matanya dan menatap wajah sang kakak dengan tatapan tidak terima.
"Iihhh, kenapa kakak begitu menyebalkan sih." Gerutu Khanza. "Pokoknya, aku mau ajak kak Gitta jalan-jalan, kita mau hangout ala cewek. Awas saja kak Ken ganggu kita lagi." Kata Khanza sambil berbalik memunggungi kedua kakaknya.
Gitta yang melihat Khanza sedang merajuk langsung menoleh untuk berusaha menatap wajah sang suami. Namun, saat Gitta menoleh, Ken dengan cepat langsung menyambar bibir Gitta yang berada di depannya. Seketika Gitta langsung membulatkan kedua matanya karena terkejut.
"Mas Ken apa-apaan sih. katanya masih dua hari lagi ke Malangnya." Gerut Gitta sambil mendorong wajah suaminya. Dia merasa malu jika Khanza sampai melihat hal itu.
Ken segera melepaskan pagutannya dan kembali memeluk Gitta dengan erat dari belakang.
"Hhhmmm."
Gitta yang kesal karena tidak mendapat respon dari suaminya segera menarik selimutnya. Beberapa saat kemudian dia sudah terlelap ke alam mimpinya.
Ken, Gitta dan Khanza sudah terlelap di kamar yang sama. Udara dingin sudah membelai kulit mereka yang terekspos dan tidak tertutupi selimut. Ken menggeliat dan mulai mengerjapkan matanya. Dia melirik jam di dalam kamar sang adik. Pukul 01.10 dini hari.
Ken menoleh menatap Gitta yang tengah meringkuk di dalam selimut dan menempel erat ke arahnya. Sementara Khanza tengah meringkuk juga di dalam selimut sambil memeluk guling kesayangannya.
Ken segera membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan tubuh Gitta. Dia mendekatkan wajahnya pada ceruk leher Gitta dan mulai beraksi di sana. Ken menelusuri leher itu dengan ujung hidung dan bibirnya. Dia juga meninggalkan beberapa jejak di sana.
Gitta yang merasakan perbuatan suaminya berusaha untuk membuka matanya.
"Ih, mas Ken apaan sih." Kata Gitta dengan suara serak khas bangun tidurnya.
"I want you right now."
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Selamat hari minggu, selamat beraktivitas
Tetap jaga kesehatan ya 🤗
__ADS_1