Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Menemukanmu


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Ken, Khanza dan Al langsung berpisah. Al yang saat itu naik motor matic nya segera pergi lebih dulu. Sementara Ken dan Khanza akan pergi setelahnya. Namun, Khanza masih saja berdiri mematung memandangi kepergian Al. Dia masih menatap punggung Al yang berjalan semakin menjauh. Senyum di bibirnya pun tidak pernah surut.


Ken yang melihat tingkah sang adik yang masih berdiam diri, langsung membunyikan klakson mobilnya. Khanza yang terkejut langsung buru-buru masuk kedalam mobil sang kakak.


Mereka mampir ke butik mommy dulu untuk menjemput Gitta. Setelahnya, mereka segera pulang. Mommy Retta juga sudah menunggu kedatangan mereka di rumah.


Malam harinya setelah makan malam, mereka masih mengobrol di ruang keluarga sambil menonton televisi. Mereka memilih duduk di karpet bulu tebal sambil memakan cemilan buah segar. Khanza tiduran di pangkuan sang mommy. Sementara Ken duduk bersila di dekat telapak kaki Gitta. Dia tidak berani terlalu dekat dengan sang istri, takut dia merasa mual dan tidak nyaman. Ken memijat telapak kaki Gitta sambil sesekali di suapi oleh sang adik yang berada di dekatnya.


"Daddy kapan pulang Mom?" Tanya Khanza sambil mengunyah buah anggur yang baru saja di suapkan ke dalam mulutnya.


"Kalau besok sudah selesai, besok langsung pulang. Tapi jika besok belum selesai, kemungkinan lusa baru pulang. Kenapa, kamu kangen daddy ya?" Tanya mommy.


"Hu um. Daddy kan biasanya mau jajanin aku Mom. Hehehehe." Jawab Khanza dengan polosnya.


"Huuhhh, dasar anak kecil." Cibir Ken.


Khanza yang tidak terima dengan cibiran Ken pun langsung menatap tajam pada sang kakak.


"Kakak itu yang anak kecil. Ditinggal kak Gitta sebentar saja tidak mau. Malah ngintilin. Dasar bucin." Ejek Khanza.


Ken yang tidak terima pun langsung membalas cibiran sang adik.


"Eh, siapa yang bucin hah, enak saja kalau ngomong. Jangan suka ngadi-ngadi." Jawab Ken sambil memanyunkan bibirnya.


Mommy yang melihat kedua putra dan putrinya sedang ribut segera melerai perdebatan mereka.


"Sudah, sudah. Kalian ini masih saja bertengkar. Nggak malu apa sudah pada pada lulus SMA dan sudah mau punya anak masih saja berdebat. Malu juga itu ada Gitta." Kata mommy.


Sementara Gitta hanya bisa mengulas senyumannya. Saat dia hendak menjawab, tiba-tiba ponsel Ken berbunyi. Mereka seketika menoleh menatap Ken.


"Siapa Mas?" Tanya Gitta.


"Mas Ega. Aku jawab dulu sebentar." Jawab Ken sambil beranjak berdiri dari duduknya.


Sementara Ken menerima panggilan telepon, mommy, Gitta dan Khanza kembali melanjutkan pembicaraan mereka.


"Kamu jadi melanjutkan kuliah di Singapura Za?" Tanya Gitta.


"Nggak tahu Kak, masih belum kepikiran untuk itu." Jawab Khanza.


"Kenapa harus kesana sih, Sayang? Di Indonesia juga kan banyak yang bagus." Kata mommy.


"Tapi aku juga ingin merasakan kuliah seperti kak Ken, Mom." Jawab Khanza sambil kembali mengunyah buah anggur yang sedari tadi di pegangnya.

__ADS_1


"Iya, tapi nanti di sana kamu akan sendirian, Sayang. Kalau di Surabaya kan ada mama dan papa. Tapi, kalau di Singapura nanti, kamu akan sendirian. Tidak ada keluarga kamu yang menemani, tidak ada yang bisa diajak ngobrol setiap malam, dan yang pasti tidak akan ada yang mengusap perut kamu saat datang bulan." Kata mommy.


Ya, mommy memang sudah sangat hafal dengan kebiasaan Khanza. Dia masih sangat muda. Dia juga masih labil. Jadi, sebisa mungkin harus diarahkan untuk pilihan yang memang paling baik dan dapat diterima oleh semuanya, terutama oleh Khanza.


Khanza terdiam mendengarkan semua perkataan mommynya. Iya, memang ada benarnya semua yang dikatakan sang mommy. Dia pasti akan sangat membutuhkan keluarganya saat datang bulannya bertamu. Dia juga pasti membutuhkan teman untuk sekedar berbagi setiap saat.


"Ehmm, aku akan mencoba untuk memikirkannya lagi, Mom." Jawab Khanza.


Mommy dan Gitta sangat bersyukur mendengarnya. Mereka bahagia setidaknya Khanza akan mempertimbangkan keputusannya lagi.


Beberapa saat kemudian, Ken terlihat masuk kembali ke dalam rumah. Dia berjalan ke arah Gitta.


"Sayang, aku ke studio sebentar ya, mas Ega membutuhkan bantuanku sebentar." Kata Ken kepada Gitta.


"Iya Mas, tapi jangan terlalu malam pulangnya Mas." Kata Gitta.


"Tentu, Sayang. Aku akan segera pulang. Lagipula aku nggak mau kamu nanti terlalu lama merindukanku." Jawan Ken dengan pedenya.


"Hhuuueeeekkkk." Cibir Khanza sambil berlagak seperti orang yang hendak muntah.


Ken langsung menoleh dan mendelik tajam menatap Khanza. Bukanya takut dengan tatapan Ken, Khanza malah tertawa terbahak-bahak. Ken yang kesal pun segera beranjak pergi sambil mendengus kesal.


Setelah Ken berangkat, mommy, Gitta dan Khanza pun kembali melanjutkan obrolan mereka. 


"Kamu nanti tinggal di kantor saja. Aku ada meeting di luar." Jawab Ken.


Khanza yang saat itu tengah memainkan ponselnya segera menoleh menatap wajah sang kakak.


"Ituuuttt, aku ituuut Kak." Rengek Khanza sambil memanyunkan bibirnya.


"Aku harus meeting Za." Kata Ken.


"Iya, nanti kak Ken meeting saja. Aku akan menunggu. Aku anteng kok kak, beneran." Jawab Khanza sambil mengangkat jarinya membentuk huruf v.


Ken hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kesal. Dia memang sering ikut dirinya, mommy atau daddy saat berkunjung ke Jakarta. Maklum, dia belum punya teman di sini. Ken akhirnya mengijinkan Khanza untuk ikut meeting di luar. 


Hari ini, Ken akan mengadakan meeting dengan klien yang datang dari Samarinda. Mereka ingin mengadakan meeting agak siang, agar bisa dilanjutkan dengan makan siang. Berhubung daddy yang sedang tidak ada di Jakarta, hari ini Ken yang menggantikannya.


Khanza, tentu saja ikut dengan Ken. Dia sangat senang saat Ken akan meeting di sebuah cafe yang lumayan bagus. Dia langsung memisahkan diri dengan sang kakak untuk mencari spot foto yang bisa di upload pada sosial medianya.


Khanza sudah mulai mengambil beberapa foto di tempat-tempat yang menurutnya bagus dan lucu. Setelah mengambil beberapa foto, Khanza segera memilih dan memilah beberapa foto agar bisa di upload pada sosial medianya.


__ADS_1


#Menunggubabangcup


Tulis Khanza pada caption fotonya yang di upload pada sosial media miliknya. Beberapa saat kemudian, postingannya sudah banjir komentar, namun Khanza masih mengabaikannya.


Khanza juga sudah mulai kepo ingin mencari akun sosial milik Al. Dia mulai mengetikkan nama yang kira-kira digunakan oleh Al. Beberapa kali dia mencoba mengetikkan nama yang mirip dengan Alfaro, namun tidak menemukan akun sosial milik sahabat kakaknya itu. 


Namun, bukan Khanza namanya jika dia mudah menyerah. Dia masih mencoba beberapa nama. Hingga dia berpikir untuk mengetikkan nama belakang Al. Khanza mengetikkan nama Pradika di fitur pencarian pada ponselnya. Seketika matanya berbinar bahagia saat menemukan akun sosial milik Al.


"Akhirnya aku menemukanmu!" Kata Khanza bahagia.


Segera dia membuka akun media sosial itu dan beruntung akun itu tidak di prifasi. Khanza pun segera mengikutinya.


Khanza begitu bahagia saat mengetahui Al baru saja memposting sebuah foto dirinya di sana. Dia begitu terpesona dengan wajah Al di sana.



Berkeringat itu sehat.


Tulis Al pada caption postingannya.


Khanza yang sangat bahagia segera mengetikkan komentar pada kolom di bawah postingan tersebut


@al_pradika Mau dong jadi bolanya, agar bisa di dribbling di hatimu 😍😍


.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=


Komentar apaan itu Za, hadewwwhhh 🤦


Jangan lupa votenya ya


Syedih akutuh turun terus rank nya, 🥺🥺

__ADS_1


__ADS_2