Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Bertanggung Jawab


__ADS_3

"Maksudnya apa mas?" Tanya Gitta


"Mereka itu orang-orang yang baru mengenal bisnis dan memakai cara kotor." Jawab Ken. "Dan kamu tahu, Exa pratama sudah di akuisisi oleh daddy sejak beberapa bulan yang lalu." Lanjut Ken.


"Hhaaaa? Benarkah?" Tanya Gitta tidak percaya.


"Iya. Aku masih ingat waktu itu daddy bahkan mengajakku kesana." Jawab Ken.


Gitta benar-benar tidak menyangka jika kejadiannya akan seperti ini. Ken yang menyadari Gitta terdiam langsung menoleh. Dia memperhatikan wajah istrinya sekilas.


"Ada apa?" Tanya Ken.


Gitta menoleh menatap wajah suaminya. Dia bersyukur dalam hati telah dipertemukan dengan Keenan Alexander dan keluarganya. Tiba-tiba air matanya merembes keluar saking bahagianya. Ken yang melihat hal itu menjadi panik. Dia berpikir jika Gitta akan marah karena daddynya telah mengakuisisi perusahaan pamannya.


Ken segera menepikan mobilnya meski jarak rumah sakit tidak terlalu jauh lagi. Dia segera melepas seatbelt dan memutar tubuhnya untuk menghadap Gitta.


"Hey, kenapa menangis? Ada apa?" Tanya Ken sambil berusaha mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi Gitta. Gitta menggeleng sambil menatap wajah panik Ken.


"Tidak ada Mas. Aku hanya merasa sangat bahagia. Aku bersyukur memilikimu dan keluarga ini Mas. Aku bahagia sekali." Jawab Gitta sambil mengulas senyumannya.


Cup. 


Ken memberikan kecupan singkat pada bibir Gitta. Dia tersenyum setelah melakukannya.


"Aku juga sangat bersyukur memilikimu. Aku tidak bisa menjanjikan pernikahan yang sempurna untukmu. Aku juga tidak bisa menjanjikan pernikahan yang tanpa masalah di dalamnya. Aku hanya bisa berjanji, aku akan berusaha untuk menjalani ini semua sebaik yang aku bisa. Aku bukan orang yang mudah jatuh hati kepada perempuan. Namun, entah mengapa, saat bersamamu aku merasa hangat, nyaman, meski kita baru satu minggu menikah."


"Aku akan berusaha untuk terbuka kepadamu. Aku tidak mau ada hal lain yang ditutup-tutupi lagi." Lanjut Ken. Gitta segera mengangguk mengiyakan.


"Iya Mas. Mulai sekarang, aku akan berusaha untuk terbuka." Jawab Gitta sambil tersenyum.


"Jangan!" Kata Ken dengan cepat.


"Hhhaaaah. Kenapa?" Gitta bingung dengan maksud suaminya. 


"Jangan buka-bukaan di sini. Nanti saja di dalam kamar kamu bebas buka-bukaan." Jawab Ken sambil menegakkan tubuhnya kembali.


Gitta yang mendengarnya langsung cengo. Ini aku lagi serius, eh dia malah bercanda. Batin Gitta.


Karena gemas Gitta ingin menggelitik perut Ken. Namun, hal itu bersamaan dengan Ken yang juga bergeser sedikit untuk meraih seatbeltnya. Seketika tangan Gitta bukannya mengenai perut tapi mengenai sesuatu dibawah sana. Keduanya sama-sama terkejut. 


Ken segera menoleh menatap Gitta yang sedang panik. Sementara Gitta buru-buru menarik tangannya dari benda yang bisa membuat dirinya khilaf.


"Kamu sengaja ya mau menggoda Kj?" Tanya Ken.


Gitta segera menggeleng dengan cepat sambil mengipas-ngipaskan tangannya .

__ADS_1


"Ti-tidak Mas." Jawab Gitta dengan cepat.


Ken masih menatap wajah istrinya. "Kamu harus tanggung jawab. Kamu tadi sudah nyenggol Kj dan sekarang sudah mulai bereaksi." Kata Ken.


Seketika Gitta menoleh menatap benda yang di maksud sang suami. Dan benar saja, benda itu sudah mulai meronta. Gitta meringis membayangkannya.


"Kamu ini Mas, baru kesenggol tangan sedikit saja sudah langsung molet (menggeliat). Bagaimana jika dipegang coba." Kata Gitta sambil mengerucutkan bibirnya. Sementara Ken menyalakan kendaraannya sambil mendengus kesal. 


"Itu kan gara-gara kamu memancingnya tadi. Kamu harus tanggung jawab untuk menenangkan Kj nanti di rumah." Jawab Ken.


Seketika Gitta menoleh menatap wajah sang suami. "Mas, aku kan datang bulan. Bagaimana bisa aku bertanggung jawab." Kata Gitta.


"Yang datang bulan kan gawang bawah, yang lainnya kan tidak." Jawab Ken dengan santai.


Sementara Gitta yang mendengarnya hanya membulatkan mata dan mulutnya. Sepertinya, aku tetap tidak akan selamat meskipun sedang datang bulan. Batin Gitta.


Belum sempat Gitta protes, mobil yang di kendarai Ken sudah memasuki parkiran rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, Ken dan Gitta segera keluar menuju ruang perawatan Vita, sahabat Gitta.


Gitta menuju resepsionis untuk menanyakan dimana ruang inap sahabatnya. Setelah mengetahuinya, Gitta dan Ken segera menuju ruang Anggrek yang berada di lantai tiga rumah sakit tersebut.


"Apa yang akan kamu katakan pada sahabatmu nanti?" Tanya Ken saat mereka tengah berada di dalam lift. Kebetulan saat itu mereka hanya berdua di dalam lift.


Gitta yang mengerti maksud pertanyaan Ken pun langsung menjawab. "Tentu saja aku akan bilang jika mas Ken adalah suamiku tercinta." Jawabnya dengan bangga.


Ting.


Seketika pintu lift terbuka. Ken buru-buru melepaskan tangannya. Ada dua orang yang berada di depan pintu saat terbuka. Beruntung bagi Gitta dan Ken karena kedua orang tersebut tengah fokus pada ponselnya. 


Gitta dan Ken segera keluar dari sana dan segera mencari nomor ruang kamar Vita. Saat mereka tengah mencari-cari nomor kamar rawat inap tersebut, terlihat seorang laki-laki yang keluar dari sebuah kamar rawat inap dan berjalan berlawanan arah dengan Gitta dan Ken. Seketika Gitta dan Ken berhenti.


"Bukanya itu teman kamu yang waktu di rest area itu ya?" Tanya Ken.


"Iya. Dia Gilang. Kenapa ada di sini" Jawab Gitta. "Eh, bukannya dia tadi keluar dari kamar Vita ya Mas, nomor kamarnya sama." Lanjut Gitta.


"Iya."


"Ayo. Aku ingin memastikan sesuatu." Kata Gitta sambil berjalan dan diikuti oleh Ken.


Tok tok tok. 


"Assalamualaikum." Ucap Gitta.


"Waalaikumsalam." Jawab suara dari dalam.


Gitta segera membuka pintu dan melongokkan kepalanya sedikit ke dalam sebelum dirinya benar-benar masuk. Vita yang melihat sang sahabat berada di sana langsung berbinar bahagia. 

__ADS_1


"Gitta!" Teriak Vita girang. "Cepet masuk sini." Lanjutnya kegirangan.


Gitta membuka pintu dengan lebar dan berjalan masuk. Ken mengikutinya dari belakang. Vita yang masih tersenyum bahagia karena sahabatnya datang menjenguk seketika mengerutkan dahinya. Dia merasa sedikit terkejut saat mengetahui ada seorang laki-laki yang datang bersama Gitta.


Gitta segera meletakkan buah tangan yang dibawanya di atas nakas dan segera memeluk sang sahabat.


"Bagaimana keadaannmu?" Tanya Gitta.


Vita yang tersadar dari keterkejutannya langsung membalas pelukan sang sahabat.


"Alhamdulillah baik. Ini sudah mulai normal semuanya." Jawab Vita. Kemudian, kepalanya menoleh dan matanya menatap wajah Ken. "Siapa Git?" Tanya Vita.


Gitta yang paham maksud pertanyaan Vita langsung bergeser dan menarik lengan Ken agar mendekat.


"Kenalkan, dia mas Ken, suamiku." Jawab Gitta. Ken segera mengulurkan tangannya.


Vita begitu terkejut mendengar jawaban Gitta. Namun, tangannya segera terulur untuk menyambut tangan Ken.


"Ken"


"Vit-vita" jawab Vita terbata. Setelah mereka saling melepaskan tangan, mata Vita menatap Gita dengan tatapan tajam. Gitta yang paham akan maksud tatapan Vita segera mendekat.


"Akan aku jelaskan semuanya nanti." Jawab Gitta.


Belum sempat Vita menjawab, terdengar pintu terbuka.


"Sayang,..."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Ada duit? 🤣🤣🤣


Jangan lupa dukungannya ya, like, comment dan vote


Thank you 🤗

__ADS_1


__ADS_2