
Hari itu, Vanno berangkat kuliah bersamaan dengan mommy dan Retta yang juga berangkat belanja dengan diantar sopir. Retta dan mommy segera pergi menuju toko "Moms and Kids" yang menjual berbagai keperluan bayi. Mommy dan Retta terlihat menikmati acara belanjanya hari itu.
Retta memilih banyak baju dan sepatu bayi yang lucu-lucu di sana. Hampir semua keperluan bayi yang dibeli berwarna biru, karena jenis kelamin bayi yang berada dalam kandungan Retta adalah baby boy.
Mommy juga tak kalah antusiasnya dengan Retta. Dia bahkan membeli beberapa set baju bayi dengan banyak model. Mommy bahkan mengambil beberapa set baju couple yang memang disediakan di sana.
"Mom, ini baju couple nya banyak sekali. Apa tidak apa-apa?" Tanya Retta begitu melihat sang mertua memasukkan delapan set baju couple berbagai model ke dalam keranjang.
Mommy tersenyum sambil menoleh kepada Retta. "Tidak apa-apa sayang, mommy memang sengaja membeli banyak baju couple. Mommy dan daddy juga mau dong pakai baju couple sama cucu," jawab mommy sambil mengedipkan mata pada Retta.
Sementara itu, Retta hanya bisa membulatkan mata dan mulutnya setelah mendengar jawaban mommy.
Setelah menemukan yang dicari, Retta segera membawa barang yang sudah di pilihnya ke depan kasir. Dia menoleh kesana kemari mencari keberadaan mommy, tapi tidak di dapatinya. Retta menitipkan belanjaannya kepada kasir dan berjalan menyusuri rak pakaian bayi untuk mencari sang mertua.
Di sebelah rak sepatu bayi, Retta mendengar sayup-sayup dua orang sedang berbincang-bincang.
__ADS_1
"Lalu, apa yang terjadi?" Tanya sebuah suara yang diyakini Retta adalah suara mommy. Retta tidak berani mendekat atau bahkan menampakkan diri. Dia bersembunyi di balik rak sepatu bayi.
"Dia diceraikan oleh suaminya. Dan, sekarang dia dikirim ke Polandia oleh keluarga mantan suaminya." Jawab sebuah suara perempuan. Retta tidak mengenali suara siapa itu.
"Hhhmmm menarik, dia pikir bisa bermain-main dengan keluarga pemilik Emergo Corp. Dia pasti sudah gi*la berani-beraninya memanfaatkan kekuasaan Emergo," kata Mommy.
"Benar. Aku juga berpikir seperti itu," kata perempuan itu.
"Hhmm, thanks informasinya Sin. Aku benar-benar tidak tahu kabar terkini Angela Kurniawan. Setelah penangkapan pamannya beberapa waktu yang lalu, dia seperti hilang ditelan bumi. Dia sama sekali tidak bisa dilacak dan tidak bisa ditemukan keberadaannya. Rupanya Emergo dalang di balik semua ini," kata mommy. "Tapi, setidaknya kami bisa bernapas sedikit tenang dengan tidak adanya Angela Kurniawan di sekitar kita," lanjut mommy.
Retta yang mendengar percakapan sang mertua dan seorang perempuan itu pun masih diam membeku di samping rak sepatu bayi. Tiba-tiba, Retta merasakan ada dua buah tangan yang memeluknya dari belakang dan mengusap perutnya dengan lembut. Retta tersentak kaget mendapati tubuhnya sudah berada dalam pelukan seorang laki-laki. Retta menoleh sebentar untuk memastikan siapa orang yang telah berani memeluknya.
Retta menoleh sedikit dan mendapati sang suami tengah tersenyum dan menempelkan dagunya pada bahu Retta.
"Mas, kok ada disini sih?" Tanya Retta bingung.
__ADS_1
Bukannya menjawab, Vanno malah memberikan kecupan pada pipi Retta. Retta yang malu dengan tindakan Vanno berusaha untuk melepaskan pelukannya. Dia benar-benar malu ketika ada sepasang suami istri yang kebetulan lewat di depan mereka dan melihat apa yang dilakukan Vanno pada Retta.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa dukungannya ya, like, comment dan vote
__ADS_1