
"Baiklah. Saya akan mencoba menceritakan apa yang saya ketahui." Jawab pak Wisnu. "Pertama, bagaimana saya bisa mengenali kamu adalah Gitta? Karena saya melihat ada tahi lalat di dagu dan ujung mata kiri kamu. Saya bisa mengetahui itu karena dulu saya adalah supir pribadi kamu, Git." Lanjut pak Wisnu.
"Apaa?!"
Ken dan Gitta berteriak tertahan. Mereka terkejut jika seorang Wisnu Adian, pemilik perusahaan properti yang cukup terkenal pernah menjadi seorang supir. Apalagi supir Gitta.
"Benarkah itu, Pak?" Tanya Gitta penasaran.
"Iya, benar. Saya pernah menjadi supir pribadi kamu, selama dua tahun. Saya lah dulu yang selalu mengantar kamu sekolah playgroup waktu itu, hingga saya diminta untuk mengurus peternakan di kabupaten K****i saat kamu berusia empat tahun waktu itu Git." Kata pak Wisnu.
"Lalu, siapa orang tua saya sebenarnya, Pak?" Tanya Gitta penasaran. Sama, othor juga penasaran pak Wisnu. 😩
Pak Wisnu menoleh menatap wajah Ken dan tersenyum. Gitta yang melihat hal itu pun merasa bingung.
"Aku sebenarnya juga kurang yakin. Nanti kalian bisa menanyakan kepada beliau langsung dan melakukan tes DNA. Tapi, jika melihat dari mata dan tahi lalat yang kamu miliki, aku sangat yakin kamu adalah Gitta Alezia Giffari putri tunggal Abimana Giffari." Jawab pak Wisnu.
"Apaaa?!" Kali ini Ken yang terkejut.
Dia benar-benar terkejut mendengar penjelasan pak Wisnu. Apalagi saat pak Wisnu menyebutkan nama Abimana Giffari. Beliau adalah rekan bisnis terbesar GC dalam bidang otomotif. Axeon Otto adalah perusahaan otomotif yang selalu menjadi rekan bisnis GC dalam bidang otomotif. Ken dan sang daddy sangat sering bertemu dengan pemilik perusahaan tersebut, Abimana Giffari.
Pak Wisnu tersenyum melihat reaksi Ken. Dia sudah bisa memprediksi reaksi Ken. Sementara Gitta yang masih belum mengerti apa-apa hanya bisa menatap wajah Ken dan pak Wisnu bergantian. Karena sudah sangat penasaran, Gitta menggoyang-goyangkan lengan sang suami.
"Maasss, apa maksudnya ini?" Tanya Gitta. Dia merasa tidak mengerti arah pembicaraan Ken dan pak Wisnu.
Ken menoleh menatap wajah Gitta yang terlihat sangat penasaran. Dia sedikit berbalik menghadap tubuh Gitta.
"Sayang, aku dan daddy sangat mengenal pak Abimana Giffari ini. Beliau adalah rekan bisnis daddy sejak beberapa tahun yang lalu." Kata Ken.
"Hhaaahh?" Gitta tersentak kaget. Bagaimana mungkin selama ini keluarga suaminya berada di sekitar keluarga aslinya dan mereka sama sekali tidak mengenalnya. "Bagaimana bisa?" Tanya Gitta menatap wajah pak Wisnu dan Ken bergantian.
Ken menoleh menatap wajah pak Wisnu.
"Bagaimana Gitta bisa hilang waktu itu, Pak? Mengapa keluarganya tidak mencarinya?" Tanya Ken.
__ADS_1
Pak Wisnu terlihat menghembuskan napas beratnya sebelum menjawab pertanyaan Ken.
"Sebenarnya begini pak Ken. Ketika Gitta dan keluarganya pergi berlibur ke Yogyakarta, itu hanyalah sebuah akal-akalan yang sudah disiapkan oleh Budiharso dan Asti, paman dan bibi Gitta. Mereka sudah merencanakan itu jauh-jauh hari untuk menyingkirkan Gitta."
"Mereka ingin mengambil alih perusahaan orang tua Gitta. Berhubung pak Abi dan bu Kharisma hanya mempunyai seorang putri, mereka berpikir jika putri mereka meninggal, maka pak Abi akan mengangkat Derri putra mereka sebagai anak angkat. Namun, rencana mereka gagal. Pak Abi tidak mengangkat Derri sebagai anak angkatnya. Sampai sekarang pun pak Abi tetap menjalankan perusahaannya sendiri." Kata pak Wisnu.
Ken dan Gitta yang mendengarnya sangat terkejut. Gitta menoleh menatap wajah Ken dengan mata berkaca-kaca. Ken segera memeluk Gitta untuk memberikan kekuatan kepada sang istri.
"Lalu, apa pak Abi tidak berusaha mencari Gitta?" Tanya Ken.
Pak Wisnu menghembuskan napas beratnya sebelum menjawab.
"Saat mereka berada di stasiun, bertepatan terjadi kecelakaan lalu lintas beruntun di dekat stasiun itu. Salah satu mobil yang mengalami kecelakaan tersebut juga menabrak sebuah warung makan di tepi jalan dan mengenai gas yang ada di sana hingga menyebabkan kebakaran hebat."
"Saat itu, keadaan sangat kacau. Banyak korban berjatuhan. Entah bagaimana ceritanya, salah satu korban kecelakaan itu sangat mirip dengan Gitta. Pak Abi dan keluarga sama sekali belum menyadari jika Gitta hilang saat itu. Beliau masih berpikir jika Gitta masih bersama dengan adiknya. Entah bagaimana ceritanya saat itu Asti datang dengan berlumuran darah dan mengatakan jika Gitta ikut menjadi korban kecelakaan beruntun tersebut."
"Pak Abi dan istrinya sangat terkejut. Mereka segera pergi ke rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani kecelakaan tersebut. Dan, betapa terkejutnya mereka saat melihat wajah yang sangat mirip Gitta kecil sudah tidak bernyawa dengan banyak luka di bagian wajahnya. Mereka meyakini itu adalah Gitta hanya karena dia memakai baju berwarna sama dengan Gitta. Ditambah lagi dengan perkataan Asti yang benar-benar menunjukkan bahwa anak itu adalah Gitta."
"Setelah melakukan prosesi pemakaman, pak Abi dan bu Kharisma kembali ke kota asal mereka di kabupaten T*********g. Mereka berduka selama hampir satu tahun lamanya, hingga mereka kembali bangkit lagi."
"Iya. Mereka tidak mencari keberadaanmu karena mereka beranggapan jika kamu sudah meninggal." Jawab pak Wisnu.
"Lalu, darimana pak Wisnu mengetahui semua cerita ini?" Tanya Ken sambil masih mengusap-usap bahu Gitta.
"Sekitar empat atau lima tahun yang lalu, secara tidak sengaja saya bertemu dengan Budiharso. Saat itu, usaha yang saya geluti belum seperti sekarang. Saya masih harus pontang panting kesana kemari untuk mencari rekanan bisnis."
"Saat itu, saya tengah berada di Semarang untuk menemui teman kuliah saya. Saya tidak sengaja bertemu dengan Budiharso. Dia tanpa sengaja menceritakan kejadian beberapa tahun yang lalu."
"Budiharso tidak sengaja bercerita jika dia dan sang istri sudah menitipkan putri kakak iparnya pada seseorang di dalam kereta yang hendak menuju ke Jakarta. Sang istri memberikan obat tidur kepada putri kakak iparnya sehingga dia tidak menangis saat di tinggal."
"Sejak saat itu saya berpikir jika putri pak Abi kemungkinan belum meninggal. Tapi, saya tidak berani menyampaikan hal itu karena saya tidak memiliki bukti. Saya juga tidak tahu kemana harus mencari bukti."
"Beruntung saya dipertemukan dengan anda pak Ken. Saya hanya bisa berharap, prediksi saya benar jika Gitta ini adalah putri pak Abi. Saya dan keluarga banyak berhutang budi kepada beliau. Sebenarnya, saya adalah anak asuh orang tua bu Kharisma. Sejak kecil, saya sudah ikut keluarga bu Kharisma. Hingga saya diminta mengurus peternakan keluarga bu Kharisma sambil belajar usaha hingga seperti sekarang ini." Kata pak Wisnu.
__ADS_1
Gitta masih menangis tersedu-sedu dalam dekapan Ken. Ken masih berusaha menenangkan sang istri. Dia sangat yakin jika hati sang istri sangat kalut.
Pak Wisnu yang melihat betapa sedihnya Gitta merasa terharu. Dia sangat berharap jika Gitta memang benar-benar putri dari Abimana Giffari.
"Pak Ken, mungkin ada baiknya anda segera menghubungi pak Abi dan mulai membahas masalah ini. Semakin cepat semakin baik. Apalagi, hubungan kerja perusahaan kalian juga sudah berjalan cukup lama." Kata pak Wisnu.
"Baik, Pak. Kami akan menghubungi pak Abi dan membicarakan masalah ini secepatnya. Kami berterima kasih sebanyak-banyaknya atas informasi yang anda sampaikan." Kata Ken.
Setelahnya, mereka masih mengobrol beberapa hal sebelum akhirnya saling berpamitan.
"Mas, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Gitta saat sudah berada di dalam mobil menuju rumah.
"Kita akan membicarakan masalah ini dengan daddy dan mommy. Setelah itu, kita harus segera kembali ke Jakarta." Jawab Ken.
"Kenapa kembali ke Jakarta, Mas?" Tanya Gitta.
"Pak Abi tinggal di Jakarta, Sayang. Mereka tinggal tak jauh dari rumah kita." Jawab Ken.
"Hhaaah?!"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Sudah double up ya, othor bela-belain lembur. Setelah diketahui siapa keluarga Gitta sebenarnya, mendadak istri benar-benar end ya. Jangan kangen sama othor, eh maksudnya keluarga Vanno. InsyaAllah nanti masih bertemu di KhanAl Story. 🤗
__ADS_1
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa follow ig othor @keenandra_winda
Thank you