Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Kelahiran Baby Z


__ADS_3

Dokter Evita dan para asistennya segera mempersiapkan peralatan untuk membantu proses persalinan Gitta. Ken dengan setia mendampingi Gitta. Dia berdiri di samping brankar Gitta dengan tangan masih dicengkram erat oleh Gitta.


"Sudah pembukaan sembilan, sebentar lagi sempurna." Kata dokter Evita.


Ken yang sudah sangat panik mulai kebingungan.


"Aduuhh Maaasshhh sakiitt, auuuwwhhh." Teriak Gitta sambil meremas tangan Ken.


Ken yang sudah panik dari tadi bertambah panik saat mendengar teriakan Gitta. Dia semakin panik dan terus meminta tolong kepada dokter Evita untuk membantu Gitta.


"Dokter, cepat bantu istri saya. Cepat bantu dia!" Teriak Ken tak kalah paniknya.


"Sabar dulu Pak. Sebentar lagi. Kita menunggu pembukaannya sempurna dulu." Jawab dokter Evita.


Sementara di luar ruang persalinan, daddy Vanno dan mommy Retta bertemu dengan dokter Yudith.


"Sudah mau punya cucu, apa masih mau nambah anak lagi Van?" Tanya dokter Yudith menggoda daddy Vanno.


Daddy langsung mendengus kesal. Dia langsung menggerutu tidak jelas. Sementara mommy Retta langsung menoleh menatap wajah dokter Yudith.


"Jika ingin nambah anak lagi sudah dari dulu Dok. Tapi tanya saja tuh mas Vanno. Sejak kelahiran Khanza dia tidak mengizinkan aku hamil lagi." Jawab mommy sambil melirik ke arah daddy.


"Hahahaha, suami kamu ternyata tidak tegaan Ta. Nggak sebanding dengan omesnya. Hahahaha." Kata dokter Yudith.


Daddy Vanno langsung menggerutu kesal. Tentu saja dia tidak mengizinkan istrinya hamil lagi. Melihat perjuangannya hamil dan melahirkan saja nyawanya sudah seperti dibethot dari tubuhnya, dia benar-benar sudah tidak kuat.


Setelahnya, dokter Yudith segera pamit ke ruangannya. Mommy menoleh menatap daddy yang masih menggerutu karena godaan dokter Yudith.


"Kenapa sih Mas? Mau nambah momongan lagi?" Goda mommy.


Daddy langsung menatap mommy dengan tatapan tajamnya.


"Sudah kubilang aku tidak mengizinkan kamu mengandung lagi." Kata daddy.


Mommy mencebikkan bibirnya sambil mengusap lengan daddy.


"Ciiee, sampai segitunya nggak tega lihat aku kesakitan saat melahirkan ya." Goda mommy.


Daddy mendengus kesal menatap wajah mommy Retta.


"Tentu saja aku tidak tega melihat kamu kesakitan seperti itu. Sudah cukup dua anak bagi kita. Kita ikut anjuran pemerintah dua anak cukup." Jawab daddy Vanno.


Belum sempat mommy menyahuti perkataan daddy, terdengar suara tangisan bayi. Seketika mommy dan daddy langsung berdiri dan saling pandang.


"Cucu kita Mas." Kata mommy dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Daddy langsung memeluk mommy. Ucapan syukur tak lepas dari bibir keduanya. 


Saat mereka masih menumpahkan rasa harunya, terdengar pintu ruang persalinan terbuka.


Ceklek


Ken terlihat keluar dari ruang persalinan. Wajahnya kusut, rambutnya acak-acakan. Kancing kemerja kerjanya banyak yang lepas. Lengan kemejanya kusut. Ditambah lagi ada beberapa cakaran pada leher dibawah telinganya.


Mommy dan daddy sangat prihatin melihat penampilan sang putra. Ken masih belum menyadari mommy dan daddynya berada di sana. Setelah keluar dari kamar bersalin, Ken masih seperti orang linglung. Bahunya bergetar menahan tangis haru.


Mommy dan daddy yang sudah memahami kondisi sang putra pun berjalan mendekati Ken. Mommy mengusap-usap bahu Ken dengan lembut. Ken yang menyadari ada mommy dan daddynya di sana langsung menangis histeris. Dia langsung memeluk sang mommy sambil menangis tersedu-sedu.


"Hiks hiks hiks Mom, Ken nggak tahu jika dalam tadi begitu menakutkan Mom," kata Ken di tengah isak tangisnya memeluk sang mommy. "Ken benar-benar tidak tahu jika perjuangan seorang ibu begitu berat saat melahirkan anaknya." lanjut Ken dengan air mata yang masih berderai di kedua pipinya. 


Mommy masih mengusap-usap punggung Ken dengan lembut. Namun, segera dilepaskannya pelukan sang anak dan ditangkupnya kedua pipi Ken dengan kedua tangannya. Mommy menatap wajah Ken yang masih berlinangan air mata.


"Sekarang kamu tahu perjuangan istri kamu untuk melahirkan putramu. Jadi, jangan sampai kamu menyakiti hatinya. Jangan sampai kamu membuatnya sedih." Kata mommy sambil mengusap air mata Ken.


Ken mengangguk-anggukkan kepalanya saat mendengar perkataan mommy.


"Iya Mom. Ken berjanji untuk tidak akan menyakiti Gitta. Ken juga minta maaf Mom jika selama ini Ken belum menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Maafkan Ken Mom. Hiks hiks hiks." Kata Ken kembali terisak.


"Hhuuussstt. Mommy akan selalu memaafkan kamu sayang. Mommy bangga sekali kepadamu Nak." Kata mommy sambil mengusap-usap punggung Ken.


Setelahnya, Ken juga berbalik untuk memeluk sang daddy. Dia juga menumpahkan isi hatinya kepada daddynya.


Ken mengangguk mengiyakan perkataan daddynya.


"Iya Dad. Ken akan selalu berusaha yang terbaik untuk keluarga kecil Ken." Jawab Ken.


"Itu baru anak daddy." Jawab daddy Vanno sambil tersenyum.


Tak berapa lama kemudian, Gitta dan bayinya sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Mommy dan daddy sangat antusias sekali untuk menggendong cucu pertama mereka.


"Kamu bisa menggendong bayi Mas?" Tanya mommy saat daddy merengek ingin menggendong cucu pertamanya.


"Tentu saja aku bisa. Membuat ayahnya saja aku bisa, apalagi hanya menggendongnya." Jawab daddy.


"Ccckkk. Kamu itu sudah punya cucu juga pikiran masih kesana terus Mas, nggak bosan apa." Gerutu mommy.


"Ya enggaklah Sayang. Siapa juga yang akan bosan dengan gituan. Ada-ada saja kamu ini. Coba sini aku mau gendong cucuku." Pinta daddy.


Mommy segera berdiri dan memposisikan diri untuk memindahkan bayi Ken kedalam gendongan daddy.


"Awas, pegang yang benar Dad. Jangan sampai jatuh. Susah itu buatnya." Kali ini Ken yang bicara.

__ADS_1


Gitta yang mendengar perkataan suaminya langsung mencubit perutnya. Dia merasa malu hanya dengan mendengar perkataan sang suami.


"Halah susah apanya. Enak sih iya." Gerutu daddy. Dia masih sibuk memandangi wajah sang cucu sambil sesekali menciuminya.


Mommy yang tidak sabar ingin menggendong sang cucu pun segera merebutnya dari gendongan daddy.


"Waahh cakep bener ini, cucunya siapa sih." Kata mommy sambil menciumi pipi sang cucu.


"Tentu saja cucunya Vanno. Bibit unggul ini pasti." Jawab daddy dengan bangga.


Mommy langsung menoleh dan mendelik menatap wajah daddy.


"Tuman kamu Mas." Gerutu mommy sambil mendelik menatap wajah daddy.


Ken dam Gitta yang mendengar perdebatan mommy dan daddy hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Mereka sudah sangat hafal dengan tingkah absurd mereka.


Tak berapa lama kemudian, terdengar suara heboh dari luar kamar perawatan Gitta. Ternyata, saat itu Khanza tengah terburu-buru datang untuk menemui sang keponakan.


Ceklek


"Mana keponakan aunty?" Kata Khanza dengan hebohnya saat sudah berhasil masuk ke dalam ruang perawatan Gitta.


Netra matanya langsung membesar dengan senyum terbit di ujung bibirnya saat melihat sang keponakan tengah diberi ASI oleh Gitta.


"Aaiisshhh, cakep bener ini keponakan aunty. Siapa namanya Kak?" Tanya Khanza penuh semangat.


"Zoey Alexander Geraldy"



.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Yakin nggak mau kasih hadiah buat baby Z?


Jangan lupa dukungan like, vote dan komen

__ADS_1


Thank you


__ADS_2