Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Rencana Dadakan


__ADS_3

"Hallo Mas, ada apa?" Tanya Gitta diseberang telepon.


"Pulang sekarang. Aku jemput." Kata Ken.


"Hhhhaaahh?!" Gitta terkejut saat mendengar perkataan Ken. Bagaimana mungkin dia harus pulang sekarang. Dia saja baru sampai di kampus sekitar tiga puluh menit yang lalu, dan kuliahnya akan dimulai tiga puluh menitan lagi. 


"Memangnya ada apa Mas? Apa ada masalah?" Tanya Gitta. Tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang sedang terjadi.


Sementara Ken hanya bisa meraup wajahnya dengan kasar. Dia merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia tidak bisa mengendalikan pythonnya hanya setelah mendengar perkataan daddynya. Seketika Ken tersadar dari pikiran yang menggodanya.


"Eehhmm tidak ada apa-apa sih." Jawab Ken. "Kamu pulang jam berapa?" Tanya Ken.


"Siang Mas. Nanti langsung ke butik mommy. Mas Ken masih di kantor daddy?" Tanya Gitta.


"Iya, ini masih di kantor daddy. Mau langsung ke kantor." Jawab Ken. "Nanti pulang kuliah aku jemput. Tidak usah ke butik mommy." Kata Ken.


Gitta yang masih belum memahami maksud Ken hanya bisa mengira-ngira. Dia hanya bisa mengiyakan keinginan Ken. Setelahnya, Ken segera menutup panggilannya dan segera mencari nomor kontak mommynya. 


"Hallo. Ada apa sayang?" Tanya Retta begitu panggilan telepon sudah tersambung.


"I need your help Mom." Kata Ken.


***


Siang itu setelah melaksanakan sholat jum'at di masjid dekat kantornya, Ken segera kembali ke ruangannya. Dia terlihat sedang membereskan sesuatu saat Bima datang menemuinya.


"Mau kemana lo?" Tanya Bima. Bima Aditya, rekan kerja Ken yang memang sangat kepo dan lumayan sombong. Dia masih belum tahu jika Ken adalah putra pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


Ken menoleh menatap Bima sekilas. "Ada kerjaan gue." Jawab Ken.


"Kerjaan apa? Bukannya lo baru minggu depan ya survey lokasinya?" Tanya Bima


"Hhhmmm."


"Ccckkk. Kebiasaan lo." Gerutu Bima sambil melangkah pergi meninggalkan Ken. Selanjutnya, Ken berjalan menuju ruangan Neo. 


Tok tok tok.


"Masuk." Terdengar suara dari dalam.


Ken segera membuka pintu dan berjalan menuju meja Neo. Melihat Ken menemuinya, Neo segera melepas kaca matanya sambil mengamati wajah Ken.


"Duduk Ken. Ada apa?" Tanya Neo.


Ken segera mendudukan diri di kursi depan Neo. Dia terlihat bingung hendak memulainya. Neo yang melihatnya dibuat heran.


"Ada apa Ken? Kamu ngomong saja." Kata Neo.


"Begini Om, aku mau minta ijin." Jawab Ken.


Neo langsung mengerti maksud perkataan Ken, dia tersenyum kemudian.


"Kamu mau pergi? Honeymoon?" Tebak Neo

__ADS_1


Ken menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia terlihat kikuk. Namun segera mengangguk.


"Ehm, mungkin bisa dibilang begitu Om. Tapi lebih tepatnya, berlibur di tengah kesibukan. Hehehehe." Jawab Ken sambil nyengir.


Neo juga ikut tergelak saat mendengar jawaban Ken. Dia bisa menebak kenapa Ken bisa mengatakan hal itu. Neo sangat tahu jika Ken adalah orang yang sangat disiplin. Dia akan sangat profesional dan mampu memegang tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadanya. Neo yakin, jika Ken sampai berbuat seperti ini pasti gara-gara daddynya. Namun, Neo masih bisa memakluminya.


"Hahahaha. Aku tahu sekarang. Ini pasti gara-gara daddymu. Iya kan?" Tebak Neo.


Dan betapa terkejutnya Ken saat mengetahui tebakan Neo ternyata benar. Ken menautkan kedua alisnya saat mendengar pertanyaan Neo. Bagaimana om Neo mengetahuinya. Batin Ken.


Neo yang mengetahui jika Ken penasaran bagaimana dia bisa mengetahuinya hanya terkekeh pelan.


"Kamu ingin tahu bagaimana aku bisa mengetahuinya?" Tanya Neo yang segera diangguki oleh Ken. "Aku juga diberi resep rahasia oleh daddymu saat menikah dulu. Hahahaha." Kata Neo sambil tergelak lagi.


Ken sangat terkejut mendengarnya. Namun, dia juga semakin penasaran.


"Apakah berhasil?" Tanya Ken dengan polosnya.


Neo berusaha menghentikan tawanya seketika. Dia memandang wajah Ken di tengah-tengah usahanya untuk menghentikan tawanya.


"Tentu saja. Bahkan aku sudah berimprovisasi dengannya. Asal kamu tahu saja. Om menikah dengan tantemu saat Om berusia 32 tahun, sedangkan tantemu berusia 19 tahun. Dia masih kuliah semester satu waktu itu. Dia sangat puas dengan apa yang Om lakukan. Hahahaha." Kata Neo.


Ken menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Dia juga tahu jika istri Omnya ini terpaut usia lebih dari sepuluh tahun dengan istrinya. Dan, Ken juga sangat tahu jika Neo ini sangat bucin pada istrinya. 


Neo masih memperhatikan wajah Ken. "Jadi, kamu mau pergi kemana?" Tanya Neo.


"Ke Bali Om, aku sudah meminta bantuan mommy untuk menyiapkan tempat tinggal disana." Jawab Ken.


"Iya Om. Mau bagaimana lagi, dadakan sih. Hehehehe." Kata Ken sambil nyengir.


Setelahnya Neo segera mengijinkan Ken untuk pulang siang itu. Dia juga mungkin akan ijin sampai hari Senin. Tapi, dia tidak bisa memutuskan hal itu. 


Selanjutnya, Ken segera pergi untuk menjemput Gitta. Dia sudah memberi tahu Gitta jika dia akan menjemputnya saat itu. Sekitar empat puluh menit kemudian, Ken sudah berada di depan halte kampus Gitta. Disana Gitta sudah menunggu Ken dengan beberapa temannya. Saat mengetahui mobil suaminya sudah tiba, Gitta segera pamit kepada teman-temannya dan masuk ke dalam mobil Ken.


Gitta segera mengecup tangan suaminya saat sudah berada di dalam mobil. Dan hal mengejutkan bagi Gitta terjadi. Saat Gitta hendak melepaskan tangan Ken, tiba-tiba tangannya ditarik dan segera Ken membungkam bibir Gitta dengan cepat. Ken begitu tidak sabar saat itu, hingga membuat Gitta kewalahan dan panik jika digerebek oleh para mahasiswa yang berada di sekitarnya. Gitta segera mendorong bahu Ken agar sedikit menjauh. Beruntung Ken menurut dan segera melepaskan Gitta.


Hah hah hah huh huh huh. 


Napas mereka berdua memburu setelah berhasil saling melepaskan diri.


"Mas apa-apaan ih. Ini masih di depan kampus. Bagaimana jika ada yang lihat?" Kata Gitta sambil memukul-mukul kecil lengan Ken.


"Biar saja." Jawab Ken tanpa dosa. Setelahnya, dia segera menyalakan mobilnya menuju rumah.


"Memang ada apa sih Mas aku nggak boleh ke butik mommy?" Tanya Gitta beberapa saat kemudian.


Ken menoleh sedikit ke arah Gitta sambil menjawab. "Kita harus bersiap-siap. Kita akan berangkat ke Bali malam ini." Jawab Ken.


Seketika Gitta menoleh menatap wajah suaminya. Dia benar-benar terkejut karenanya.


"Hhhaaahh, ke Bali? Kok dadakan sih Mas?" Tanya Gitta.


"Rencananya juga dadakan kok."

__ADS_1


"Kita kan belum siap-siap. Belum packing baju dan sebagianya. Bagaimana ini?" Panik Gitta.


Ken yang melihat istrinya sedang panik, menjadi semakin geram. Diraihnya tangan sang istri dan dikecupnya beberapa kali.


"Tidak usah bawa banyak pakaian. Toh kita disana juga cuma tinggal di hotel, tidak akan keluar jalan-jalan." Kata Ken.


Seketika Gitta menoleh menatap wajah Ken.


"Lhah, ngapain ke sana jika hanya tinggal di hotel Mas. Dirumah saja juga bisa." 


Ken menoleh menatap Gitta. Dia melihat sang istri yang masih cemberut. 


"Ya anggap saja jika kita honeymoon dadakan." Jawab Ken berusaha membuat istrinya tersenyum sambil masih menciumi tangan Gitta yang digenggamnya.


Namun, ternyata usaha yang dilakukan Ken gagal. Gitta masih cemberut.


"Kok cemberut sih, kapan-kapan kita bisa liburan dan jalan-jalan lagi kan setelah ini. Kita bisa liburan kemanapun kamu mau dan melakukan apapun yang kamu inginkan." Kata Ken.


Seketika Gitta menoleh menatap Ken sambil sedikit tersenyum. 


"Benarkah aku boleh melakukan apapun yang aku mau?" Tanya Gitta yang segera diangguki oleh Ken.


"Tentu, kamu boleh melakukan apapun itu." Kata Ken sambil memasukkan mobilnya ke garasi rumahnya. Ternyata mereka sudah sampai rumah.


Gitta dan Ken segera turun dari mobil dan berjalan untuk membuka pintu rumah. Ken mengekori Gitta dari belakang. Rambut Gitta yang saat itu masih tergerai hingga punggung, segera di ikatnya asal hingga pucuk kepala, setelah dia menyambar ikat rambutnya yang berada di dekat vase bunga di ruang tengah.


Ken yang melihat leher Gitta terekspose sempurna tidak bisa menahan keinginannya. Dia segera menarik tangan Gitta dan membawanya masuk ke dalam kamar tamu yang berada di samping ruang tengah. Gitta yang terkejut langsung berteriak.


"Maaass!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Waduh, apa yang akan dilakukan Ken ya?


Membenahi ikat rambut Gitta


Membantu Gitta packing baju


Atau, isi sendiri deh 


Jangan lupa like, comment dan votenya ya


Thank you 🤗

__ADS_1


__ADS_2