Mendadak Istri

Mendadak Istri
Part 74


__ADS_3

Vanno yang sudah sejak tadi menahan kesal segera berdiri. Dia berjalan mendekati Retta dan Abel. Saat itu, Abel duduk membelakangi Vanno, jadi dia tidak mengetahui jika Vanno berjalan mendekatinya.


"Kenalkan, gue Vanno, suami sahnya Retta" kata Vanno sambil mengulurkan tangannya kepada Abel. 


Sementara itu, Abel yang terkejut dengan kedatangan Vanno secara tiba-tiba hanya bisa memandangi tangan Vanno sambil mengerjapkan matanya. Melihat Abel yang masih diam mematung, Vanno segera berdehem untuk menyadarkan Abel.


Eheeemmm.


Abel segera menoleh menatap Vanno dan Retta secara bergantian. Dia meminta kebenaran itu dari Retta. Melihat Abel yang masih tidak bisa mempercayai jika dirinya sudah menikah, Retta segera mengangguk mengiyakan.


"Iya Bel, dia mas Vanno, suamiku" kata Retta meyakinkan Abel.


Abel yang merasa yakin setelah mendengarkan perkataan Retta segera menoleh dan menerima uluran tangan Vanno.


"Abel," katanya sambil menjabat tangan Vanno singkat. "Eehhmmm maaf jika kemarin aku kurang sopan ngomongnya di telepon. Aku benar-benar tidak tahu jika Retta sudah menikah, dan yang mengangkat teleponnya adalah suaminya," lanjut Abel sambil menundukkan kepalanya.


Melihat Abel menunduk Retta mengusap-usap bahunya dengan pelan.


"Iya nggak apa-apa," kata Vanno. "Mungkin ini juga salah Retta karena tidak memberitahu sahabatnya dari dulu," lanjut Vanno sambil melirik ke arah Retta.


Sementara itu, Abel juga ikut melirik ke arah Retta dengan tatapan mengintimidasi. Dia seperti ingin menerkam Retta dengan berbagai pertanyaan. Mulutnya sudah komat kamit sambil menggertakkan giginya. Retta yang mendapat tatapan tajam dari dua orang di depannya merasa merinding. Dia hanya bisa pasrah sambil menghembuskan napas berat.

__ADS_1


"Aku cari makan dulu sama Axcell dan Neo, jika ada apa-apa segera hubungi aku," kata Vanno kepada Retta dan segera di angguki oleh sang istri. "Bel, aku titip Retta sebentar ya," kata Vanno kepada Abel.


"Ah iya, beres kok" jawab Abel sambil mengacungkan jari jempol kepada Vanno.


Setelahnya, Vanno, Axcell dan Neo segera pergi untuk mencari makan. Retta merasa dirinya akan diinterogasi habis-habisan oleh Abel langsung merinding. Begitu Vanno dan sahabatnya sudah tidak terlihat, Abel langsung berbalik menghadap Retta. Dia menatap Retta dengan tatapan tajam.


"Katakan!" kata Abel. "Ceritakan semuanya sampai sedetail-detailnya," lanjut Abel sambil membenarkan posisi duduknya agar merasa nyaman ketika mendengarkan penjelasan Retta.


Retta menghembuskan napas berat sebelum memulai menceritakan semuanya kepada Abel. "Gue akan ceritakan semuanya. Tapi, gue mau lo janji dulu untuk tidak menyebarkannya kepada siapapun," kata Retta.


"Lo nggak percaya sama gue Ta?" tanya Abel yang terlihat sedikit kecewa.


"Gue percaya kok sama lo. Tapi, yang bakal gue ceritakan ini bukan hanya menyangkut gue seorang, tapi juga menyangkut suami dan keluarga suami gue. Jadi, gue mohon lo harus benar-benar menjaga rahasia ini dengan baik," kata Retta.


"Thanks Bel,"


"Sekarang ceritakan semuanya. Gue nggak mau ada yang terlewat sedikitpun, meski hanya seujung kuku," kata Abel.


"Okay, tapi lo harus janji untuk tidak menyela cerita gue. Gue nggak akan lanjutkan jika lo tetap ganggu cerita gue," kata Retta yang segera di angguki oleh Abel sambil membuat tanda mengunci pada mulutnya.


Retta tersenyum melihat tingkah Abel. Setelahnya, dia mulai menceritakan asal mula dia harus menikah dengan pak Kurdi yang sudah memiliki banyak istri, hingga dia bisa menikah dengan Vanno sampai peristiwa kemarin yang menimpanya.

__ADS_1


Retta juga menceritakan sejarah keluarga Vanno dan siapa sebenarnya keluarga suaminya itu.


"Hhhaaa, jadi selama ini lo sudah menjadi menantu pemilik GC Ta?"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa kasih dukungan ya, like, vote dan komen 🤗🤗


Biar tambah semangat up agar cepat end


Cerita baru sudah menunggu 😉😉

__ADS_1


Jika tidak merepotkan kasih rating juga ya, ratingnya menurun, jadi sedih akutuh 😢😢


__ADS_2