Mendadak Istri

Mendadak Istri
Part 42


__ADS_3

Retta segera berjalan menuju nakas untuk meletakkan jus jeruk Vanno. Dia memperhatikan Vanno yang tengah bersandar pada kepala ranjang.


"Mas, ada yang kamu butuhkan lagi?" tanya Retta.


Vanno membuka mata dan menoleh ke arah Retta. 


"Ada." kata Vanno. "Aku butuh kamu!" lanjutnya sambil menaik turunkan alisnya.


Retta benar-benar geram dengan tingkah Vanno. Meski dalam keadaan sakit, tapi otak mesumnya masih saja bekerja. Dia mendengus kesal dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Vanno yang melihat tingkah Retta hanya terkekeh lirih.


*****


Beberapa hari ini berlalu. Vanno sudah kembali bersekolah dengan diantar supir. Sementara Retta lebih memilih taxi online atau ojek online untuk ke sekolah. Dia tidak ingin berangkat bersama Vanno karena tidak ingin terlihat orang lain.


Selama seminggu sebelum ujian, Retta dan Vanno benar-benar memanfaatkan waktu dengan baik. Retta belajar dengan tekun mengingat dia bukan termasuk siswa yang genius. Sementara Vanno yang memang sudah pandai sejak kecil hanya mengulang-ulang pelajaran sambil mengerjakan beberapa soal latihan.


Hari itu merupakan hari terakhir ujian. Mommy sudah menunggu Vanno di dalam mobil di depan sekolah. Hari ini mereka akan makan siang bersama dengan daddynya. Setelah menjemput Vanno, mereka segera menjemput Retta.


Setelah makan siang bersama, mereka segera pulang. Sesampainya di rumah, mereka terkejut ketika melihat sebuah mobil asing terparkir di depan rumah mereka.


"Mobil siapa Dad?" tanya mommy.


"Entahlah." jawab daddy sambil memasukkan mobil ke garasi belakang.

__ADS_1


Setelah berhenti, mereka segera turun dan berjalan masuk ke dalam rumah. Begitu memasuki ruang keluarga, terdengar suara yang tidak asing di telinga mommy, daddy dan Vanno.


"Vanno, kamu sudah pulang!" teriak suara seorang perempuan dari ruang keluarga.


Seketika semua mata memandang ke arah perempuan yang tengah berlari sambil merentangkan tangan ke arah Vanno sambil memanyunkan bibirnya hendak mencium Vanno.


Ketika perempuan itu hendak mendekat ke arah Vanno, Retta segera menggeser tubuhnya hingga berada tepat di depan Vanno.


Grep. Cup.


Perempuan itu memeluk Retta dan tak sengaja mendaratkan kecupan pada dahi Retta. Menyadari tingkah konyolnya, perempuan itu segera melepaskan pelukannya.


"Huuueekk cuiihh." Perempuan itu segera mengusap bibirnya. "Apa-apaan sih lo." dengusnya kesal.


"Mbaknya yang apa-apaan. Datang-datang langsung main peluk dan cium. Mbaknya naksir sama saya?" tanya Retta datar.


Vanno, mommy dan daddy hanya menatap perempuan itu dengan malas. 


"Mbaknya yang apa-apaan, dari tadi aku sudah berdiri disini." jawab Retta dengan polosnya.


"Lo menghalangi gue mau peluk Vanno." katanya lagi.


Retta melirik Vanno dengan tatapan mengintimidasi. Siapa dia berani mau peluk segala?. Mungkin seperti itu arti tatapan mata Retta ketika menatap Vanno. Sedangkan Vanno hanya mendengus kesal.

__ADS_1


Mommy dan daddy meninggalkan mereka di ruang keluarga. Sebelum beranjak pergi, daddy membisikkan sesuatu kepada Vanno sambil menepuk bahunya pelan.


"Harusnya setelah ujian Vj buka puasa Van, tapi jika seperti ini bisa-bisa dia akan puasa lebih lama lagi. Cepat bereskan jika kamu ingin segera bersaing dengan daddy." bisik daddy di telinga Vanno sambil tersenyum smirk.


Vanno mendengus kesal. Tapi, seketika pikirannya mulai mencerna kata-kata daddynya. Benar. Jika Retta menganggap benar omongan perempuan ini, bisa-bisa puasanya akan lebih lama lagi. Batinnya.


Vanno segera berdehem sebelum memulai untuk berbicara. "Eheemmmm. Kenapa kamu kesini Ra?" tanya Vanno dingin sambil mendelik memandang Amira, perempuan itu.


Seketika Amira mengalihkan pandangan dari Retta dan beralih ke arah Vanno. Dia tersenyum lebar sambil berjalan mendekat kepada Vanno dan berusaha memegang lengan Vanno.


Melihat maksud Amira yang hendak memeluk Vanno, Retta segera menepis tangannya. Amira kembali menoleh ke arah Retta sambil mendelik kesal. "Apaan sih lo!" teriaknya kepada Retta. "Jangan halangin gue. Gue mau peluk cowok gue!" hardiknya pada Retta.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya…


Like, komen dan vote.. 🤗🤗


__ADS_2