Mendadak Istri

Mendadak Istri
Side Story MI 2


__ADS_3

Sepeninggal Ken dari depan kamar Khanza dan Al, dia langsung membawa sang putra kembali ke kamarnya dan Gitta. Sang putra yang masih tertidur di dalam gendongannya pun tak henti dikecupnya sembari berjalan menuju kamar.


Ceklek.


Ken membuka pintu kamarnya dengan sebelah tangan. Dia tidak melihat sang istri disana. Namun, Ken mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Senyum smirk langsung muncul pada bibirnya.


Ken buru-buru mengunci pintu dan segera membawa sang putra berjalan menuju tempat tidur. Ken menidurkan Zee di atas sana, dan menata tempat tidur Zee agar sang putra terasa nyaman. 


Setelah memastikan sang putra nyaman, Ken buru-buru melepaskan pakaiannya. Entah apa maksudnya itu. Bahkan, dengan tidak tahu malunya Ken berjalan menuju kamar mandi dengan polosan. Oalah embuh, turunane sopo lho jane kuwi😫


Ken yang sudah hafal jika pintu kamar mandi tidak dikunci, dia langsung membukanya. Ken menggeser daun pintu tersebut pelan-pelan. Dia tersenyum nakal saat melihat sang istri tengah berdiri dibawah guyuran shower. Ken buru-buru berjalan mendekat. Pelan-pelan dia mengambil sabun cair, dan menuangkannya pada tangan. Ken langsung menggosok-gosokkannya pada kedua tangannya.


Tanpa aba-aba, kedua tangan Ken langsung menjalar kebagian favoritnya. Apalagi jika bukan pabrik kembar dan hutan bersemak belukar. Karena saking licinnya medan, jari Ken bahkan langsung terperosok jauh ke dalam gua. Bukannya bersedih karena terperosok, batin Ken justru menjerit kesenangan.


Sementara Gitta, dia langsung terhenyak dan menoleh ke samping. Ken yang menyadari hal itu tidak menyia-nyiakan kesempatan. 


Hap. 

__ADS_1


"Mmmmmppphhhh. Masssmmmppphhhh," Gitta sudah kelojotan tak karuan. Dia merasa tidak bisa bergerak karena tubuhnya sudah terkunci oleh kedua tangan Ken. Bahkan, apa yang dilakukan Gitta saat itu justru semakin membuat Ken menggilaa. 


Entah sadar atau tidak, Gitta bahkan sudah mulai membuka akses menuju medan pertempuran semakin lebar. Ken yang merasakan jalannya semakin mudah, langsung mulai beraksi. Dia dengan penuh semangat berburu kacang di medan pertempuran tersebut. Dan, setelah menemukannya, Ken langsung mulai kembali aksinya.


Apa yang dilakukan oleh Gitta? Dia langsung membalik tubuhnya dan melingkarkan kedua tangannya pada leher sang suami. Hap, kini giliran dia yang hendak menyerang Ken dengan menggebu-gebu.


Ken yang merasa jika pancingannya berhasil langsung bersorak girang. Dia merasa sangat senang karena akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Secepat kilat, Ken hendak menyentakkan 'pancingnya' ke dalam lembah yang sudah sangat licin tersebut, namun tiba-tiba aktivitas mereka terhenti. Gerakan mereka mendadak berhenti dengan tubuh kaku tak bergerak.


"Ooeeee ooeeeee oeeeeee!"


Suara tangisan Zee terdengar sangat kencang. Gitta yang menyadari jika dirinya sudah sejak beberapa jam lalu belum menyusui Zee, langsung mendorong tubuh Ken menjauh. 


"Yang, masa iya ini nggak dilanjut?" tanya Ken sambil masih memegangi, ah sudahlah.


Tanpa menggubris Ken, Gitta buru-buru mengguyur tubuhnya dengan air. Dia segera menyambar bathrobe dan bergegas keluar kamar mandi.


"Kamu lanjutkan sendiri saja, Mas. Kasihan anak kamu nanti kelaparan," ucap Gitta sambil ngeloyor pergi.

__ADS_1


Ken masih diam mematung sambil menatap kasihan si Kj. "Apakah ada yang semalang ini nasibnya seperti nasibku di hari pernikahannya?" Gumam Ken.


Namun ternyata, perkataan Ken tersebut masih bisa didengar oleh Gitta. "Nggak usah lebay deh, Mas!"


Ken hanya bisa mencebikkan bibirnya sambil mulai mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar bisa mendinginkan tubuhnya yang sudah mulai terasa terbakar meskipun tidak ada api.


Tak butuh waktu lama bagi Gitta untuk menidurkan Zee. Kini, Gitta sudah berjalan menuju walk in closet untuk menemui sang suami yang baru saja selesai mandi. Ken tidak menyadari jika menyusulnya ke dalam walk in closet.


Gitta buru-buru memeluk Ken dari belakang. Dengan sengaja dia sudah membuka bathrobe nya hingga kini tubuh depannya langsung menempel pada punggung telanjang Ken.


"Eh, Yang?" Ken sedikit terkejut mendapati Gitta sudah nemplok pada punggungnya.


"Aku mau bayar hutang yang tadi, deh." Kata Gitta sambil tangannya turun hingga mengenai sesuatu yang membuat Ken kepedesan.


"Ssssshhhhh aahh, Yaaangg."


\=\=

__ADS_1


Dah, othor caveks ngetik ginian. 😫


__ADS_2