Mendadak Istri

Mendadak Istri
Part 58


__ADS_3

Retta bergidik ngeri melihat ekspresi Vanno yang penuh amarah. Dia segera mendekatkan tubuhnya dan mengusap dada suaminya dengan pelan. "Ada apa lagi Mas?" tanya Retta dengan penuh kelembutan. "Ada yang bisa aku bantu?" lanjutnya sambil terus mengusap dada Vanno.


Vanno langsung mengalihkan pandangannya ke wajah Retta. Dia segera menarik ujung bibirnya dan menghentikan tangan Retta yang hendak menyentuh pipinya. 


"Iya. Kamu harus bantu aku menjinakkan Vj!" kata Vanno sambil tersenyum smirk.


Retta hanya bisa pasrah ketika suaminya segera menariknya dan mulai melucuti pakaiannya. Vanno membawa Retta ke atas ranjang dan memulai serangannya perlahan-lahan. Retta yang sudah terbawa ke dalam permainan Vanno hanya bisa menggigit bibirnya dengan keras. Dia masih merasa malu jika harus mengeluarkan suara l*kn*t itu. 


Vanno tersenyum puas ketika melihat wajah Retta yang memerah karena menahan d*s*h*nnya. Cup. Vanno mengecup bibir Retta agar dia melepaskan gigitan pada bibirnya. Retta yang terbawa permainan Vanno segera merespon.


Kedua tangannya segera mencari kancing baju Vanno dan segera melepaskannya. Menyadari keinginan Retta, Vanno segera meraih gesper ikat pinggangnya dan mulai melepaskannya. Dia segera menarik celananya hingga benar-benar polos. Sementara Retta segera membuang muka karena merasa malu melihat suaminya yang sudah polos di bagian bawahnya. Sementara bagian atas tubuhnya sudah terbuka bagian depan karena kancing bajunya sudah terlepas semua. 


Vanno segera melepas kemeja yang dipakainya dan melemparnya ke sembarang arah. Dia segera menindih Retta dan mulai melancarkan aksinya.


"Mas, auuww." Retta meringis sakit. "Kenapa ini terasa semakin sesak. Aduuhh duh duhhh aauuww," racau Retta.


"Sabar sayang, aku akan pelanh-pelanhh aahh" kata Vanno di tengah-tengah aktifitasnya.


Retta yang sudah mulai bisa menikmati permainan Vanno, sekarang ikut bergerak.

__ADS_1


"Maaasshhh, gantianh" pinta Retta.


Vanno yang mendengar permintaan sang istri hanya tersenyum senang. Dia segera bertukar posisi tanpa melepaskan si selang alami dari sumurnya.


Vanno hanya diam menikmati permainan Retta. Dia tak henti-hentinya menyunggingkan senyum di sela-sela permainan Retta. Melihat Vanno yang tersenyum sambil menahan geramannya, Retta mengerucutkan bibirnya.


"Maassshhh kok senyum-senyumhh ihh, nggak luccuhh tau," kata Retta di tengah aktifitasnya.


Vanno hanya menggeleng sambil terus tersenyum. "Nggakh, aku senang jadi penikmath," jawab Vanno sambil masih tersenyum lebar.


Geram karena jawaban Vanno, Retta mencubit perut Vanno dengan cukup keras.


Melihat Retta tersenyum puas dengan perbuatannya, Vanno segera menarik tengkuk Retta dan segera m*l*m*t bibirnya. Dia segera mengambil alih kegiatan iya-iya yang mereka lakukan.


Setelah sekitar dua jam mereka bertempur, Vanno segera menyelesaikan kegiatannya. Retta merasa kelelahan setelah dikerjai Vanno selama kurang lebih dua jam. Dia bahkan merasa lemas meski hanya bergerak untuk menarik selimut. Vanno yang melihat istrinya kehabisan tenaga membantunya untuk beristirahat. Ditariknya selimut hingga menutupi tubuh polosnya dan Retta.


"Mas, kamu kira-kira dong kalau mau kikuk-kikuk. Ini sakit semua rasanya badanku, pegel-pegel. Belum lagi sakit di mulut bawahku. Ngilu maass," rengek Retta.


Vanno tidak menjawab perkataan Retta. Dia tambah mengeratkan pelukannya pada perut Retta. Merasa kesal dengan tingkah Vanno, Retta mencubit tangan Vanno yang tengah nangkring pada squishynya.

__ADS_1


"Aauuww, apaan sih Ta, sakit tau," gerutu Vanno.


"Mas ih, diajak ngomong diam saja," gerutu Retta. 


"Bukannya diam saja sayang, tapi aku kan menikmati," jawab Vanno. "Kamu nikmath sayang" lanjut Vanno sambil tersenyum smirk.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Masihkah ada yang nunggu kelanjutannya?

__ADS_1


__ADS_2