
Vanno tersentak ketika mendengar perkataan mommy. Bagaimana mommynya bisa mengetahui hal itu, batinnya.
"Tap-tapi nggak mungkin Vanno bisa tidur Mom jika tidak ditemani Retta," kata Vanno menatap mimmy sambil memelas.
"Halah, itu mah modus kamu Van." jawab mommy jengkel. "Dulu sebelum nikah kamu baik-baik saja, bisa tidur dimana saja. Bahkan, tidur di rumah Axcell pun bisa. Lalu, kenapa sekarang kamu tidak bisa?" tanya mommy.
Vanno bingung menjawabnya. Sementara Retta semakin menundukkan pandangannya. Dia merasa sungguh malu terhadap mertuanya itu.
"Kenapa, tidak bisa menjawabnya" kata mommy. "Mommy tahu Van, kamu tidak bisa tidur bukan karena tidak ditemani Retta, tapi tidak bisa mendapat asupan gizi alami dari Retta" kata mommy sambil beranjak mendorong kursi roda Retta.
Vanno tersentak mendengarnya. Kok mommy bisa tahu semuanya. Jangan-jangan di kamar ini ada cctvnya, batin Vanno.
"Kok mommy tahu?" tanya Vanno keceplosan dan langsung menutup mulutnya. Sementara Retta semakin menundukkan kepalanya.
"Jelas tahu. Daddy mu juga begitu, bahkan lebih parah" jawab mommy dengan santainya sambil mendorong Retta keluar dari kamarnya.
Vanno hanya membulatkan mulutnya mendengar jawaban mommynya. Dia mengusap wajahnya kasar. Bisa-bisa dia tidak mendapat jatah selama satu minggu ini. Membayangkannya saja sudah membuat frustasi, apalagi jika harus menjalaninya. Vanno benar-benar merasa stress.
__ADS_1
"Satu minggu ini awas saja jika kamu berani ganggu Retta!" peringat mommy kepada Vanno.
"Tapi Mom…" Vanno menghentikan ucapannya ketika mendapat tatapan tajam dari mommynya.
"Main solo. Jangan duet terus. Sekali-kali biasakan solo dulu sampai Retta sudah benar-benar sehat" kata mommy.
Vanno mendengus kesal mendengar perkataan mommynya. Bisa-bisanya mommy memintanya untuk main solo, dia kan sudah menikah. Sudah seharusnya dia duet kan, batin Vanno. Namun, dia tidak membantah perkataan mommy. Dia juga ingin Retta segera sembuh, agar permainan solonya segera berakhir.
Selama satu minggu ini Vanno benar-benar di awasi oleh mommy. Mommy memperlakukan Retta dengan sangat istimewa. Vanno bahkan kena omel oleh mommy ketika hendak membawa Retta ke dalam kamarnya. Mommy tidak memperbolehkan Retta jauh dari jangkauannya.
Abel juga beberapa kali terlihat mengunjungi Retta. Dia menghabiskan siangnya bersama Retta dan mommy di gazebo sambil mengobrol banyak hal. Selama itu pula, Vanno harus mengungsi ke tempat Axcell. Dia benar-benar uring-uringan di sana. Axcell yang melihatnya hanya menggelengkan kepala setelah mengetahui alasan Vanno uring-uringan dari mommy.
Kurang lebih dua minggu kemudian, acara kelulusan di gelar. Vanno dan Retta benar-benar sudah lulus. Seperti biasa, Vanno mendapat nilai terbaik di sekolahnya. Sementara Retta, cukup beruntung mendapatkan nilai yang baik hingga bisa masuk sepuluh besar di sekolahnya. Retta sangat bersyukur dengan hal itu.
Setelah acara kelulusan tersebut, mommy segera kembali ke Dubai untuk menemui daddynya. Selain itu, banyak pekerjaan yang tertunda karena harus mengurus Retta yang terluka kemarin
Vanno bersorak gembira dalam hati. Dia bisa bercocok tanam seharian dengan Retta. Dia benar-benar sudah tidak bisa menahan lagi. Retta yang melihat wajah Vanno yang tersenyum smirk segera mundur.
__ADS_1
"Ma-mas Vanno mau apa?" tanya Retta sambil melangkah mundur ketika Vanno berjalan menghampirinya. Retta sudah bisa menebak keinginan Vanno hanya dari tatapan matanya. "I-ini masih pagi" lanjut Retta.
"Aku ingin bercocok tanam seharian,"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, vote dan komen
__ADS_1
Kasih rating juga ya, terima kasih 🤗🤗