Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Kakak?


__ADS_3

Hari itu juga, Retta segera mencari asisten rumah tangga sementara, sebagai pengganti bi Mar. Sebenarnya, Retta masih bisa melakukan semua pekerjaan rumah tangga sendiri. Namun, Vanno melarangnya. Dia mengomel kesana kemari dengan alasan tidak mau istrinya capek. Padahal, Retta tahu dengan pasti alasannya apa. Aunty dan uncle online Ken pasti juga sudah tahu modus Vanno kan. 🤣🤣


Mommy yang mengetahui jika Retta tengah mencari asisten rumah tangga yang baru segera menelepon.


"Iya Mom." Jawab Retta ketika telepon sang mommy mertua sudah berhasil tersambung.


"Tidak usah mencari asisten rumah tangga yang baru Ta. Vanno itu bukan tipe orang yang mudah beradaptasi dengan orang baru." Kata mommy.


Retta pun mengerti maksud sang mommy mertua. Dia juga sudah tahu akan hal itu. Vanno tidak akan merasa nyaman nantinya. 


"Lalu, harus bagaimana Mom?" Tanya Retta. "Mas Vanno juga tidak mengijinkanku untuk mencari asisten rumah tangga yang baru." Lanjut Retta.


"Nanti, biar bi Narti yang akan pindah ke rumah kalian sementara." Kata mommy.


Seketika Retta terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa bi Narti akan pindah ke rumahnya. Siapa yang akan menjaga rumah mommy nantinya. Batin Retta.


"Bagaimana bisa Mom? Siapa nanti yang akan menjaga rumah mommy?" Tanya Retta.


"Mommy dan daddy kan masih tidak di rumah sayang. Nanti mommy bisa meminta tolong asisten rumah tangga langganan mommy untuk membersihkan rumah. Kalian tenang saja." Kata mommy. Retta mengerti maksud mommy dan segera mengiyakannya.


Empat hari berlalu setelah keberangkatan bi Mar ke Kalimantan, Retta terlihat sibuk menyiapkan segala keperluan Ken dan Khanza ke sekolah. Pagi itu, Vanno yang bertugas mengantar Ken. Sedangkan dirinya, akan mengantarkan Khanza ke taman kanak-kanak. 


Setelah sarapan, mereka segera melanjutkan aktifitas masing-masing. Vanno dan Retta berangkat mengendarai mobil masing-masing untuk mengantarkan putra dan putri mereka ke sekolah. 


"Boy, nanti bilang mommy atau daddy kalau sudah pulang ya. Jika tidak bisa tersambung, segera hubungi pak Joko supir kantor daddy untuk menjemput seperti biasa." Kata Vanno sebelum menurunkan sang putra.


"Siap Dad. Ken berangkat dulu." Jawabnya sambil mengulurkan tangan untuk berpamitan kepada sang ayah. Vanno segera mengulurkan tangan yang langsung dikecup oleh Ken. "Assalamualaikum." Kata Ken sambil melangkah keluar mobil Vanno.


"Waalaikumsalam. Hati-hati boy, belajar yang rajin." Pesan Vanno. Ken mengangguk dan segera berjalan menuju halaman sekolahnya.


Setelah mengantarkan Ken ke sekolah, Vanno segera melajukan mobilnya menuju kantor. Pagi ini dia sudah ada janji dengan pihak properti.


Sementara Retta juga sudah sampai di sekolah Khanza. Dia segera turun dan mengantarkan sang putri ke dalam kelasnya. Tak lupa juga dia menitipkan putrinya kepada gurunya.


"Sayang, mommy ke butik dulu ya. Nanti, jika mommy belum jemput, kamu tunggu dulu di sekolah bersama ibu guru ya." Kata Retta.


Khanza mengangguk mengerti. "Iya Mom. Tidak boleh dekat-dekat gerbang dan harus menunggu di dalam kan?" Kata Khanza.


"Pinternya anak mommy." Kata Retta sambil mencium pipi Khanza.


Setelahnya, Retta segera berpamitan dan berangkat menuju butik sang mommy. Hari ini dia sudah ada janji dengan beberapa orang yang ingin memesan gaun pengantin. Meskipun Retta masih belum bisa mendesign pakaian, namun dia cukup handal menjelaskan detail pakaian kepada para klien. 

__ADS_1


Tak terasa sudah hampir dua puluh hari sejak keberangkatan bi Mar ke Kalimantan. Hari itu adalah hari minggu. Khanza ingin pergi ke mall untuk membeli boneka yang besar dan tinggi. Lebih besar dari daddynya. 


Dan, disinilah mereka berada. Di sebuah gerai boneka yang sebagian besar menjual berbagai jenis boneka dengan ukuran super jumbo. Khanza sudah menentukan pilihannya. Pilihannya jatuh kepada boneka big bear. Dia sangat menginginkan boneka itu setelah melihat serial kartun di tv.



Setelah menyelesaikan pembayaran dan proses pengiriman, Vanno mengajak keluarganya makan siang. Mereka memilih untuk menu makan seafood. Retta segera memesan sesuai dengan pesanan semua anggota keluarganya. Beberapa saat kemudian, makanan pesanan mereka sudah datang. Mereka segera menyantap makan siangnya.


Beberapa saat kemudian mereka segera berpisah. Vanno dan Ken beranjak pergi ke bagian mainan anak laki-laki. Sementara Retta dan Khanza pergi ke bagian pakaian wanita.


Saat Vanno tengah berada di gerai mainan khusus anak laki-laki, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggilnya. Saat itu, Vanno memang tengah berada di dekat pintu masuk untuk menerima telepon dari Tora, sang asisten.


"Vanno!" Teriak sebuah suara.


Vanno segera menoleh mencari sumber suara tersebut. Saat itu, terlihat seorang perempuan muda menggunakan dress berwarna pastel tengah tersenyum sambil berjalan mendekat ke arah mereka.


Vanno menyipitkan matanya memastikan siapa perempuan yang memanggilnya itu. Setelah beberapa saat mengingat, akhirnya ingatannya tertuju pada seorang eksekutif muda yang sangat enerjik dan berbakat. Ya, dia adalah Regita Rasya. Putri tunggal pak Hendrawan. Vanno menunggu perempuan itu hingga sampai di depannya.


"Belanja di sini juga?" Tanya Rasya, panggilan perempuan itu.


"Iya." Jawab Vanno singkat.


"Sama. Aku juga sedang belanja, mau cari kado ulang tahun buat papa." Kata Rasya. "Eehhmmm boleh minta tolong?" Tanyanya kemudian kepada Vanno.


"Aku ingin mencarikan kado ulang tahun untuk papa. Bisa kamu bantu aku untuk memilihnya. Aku tidak tahu kado yang bagus untuk laki-laki." Katanya.


Vanno menatap perempuan di depannya dengan tatapan datar. Vanno masih saja cuek dengan perempuan lain selain keluarganya. Namun, dia akan tetap profesional dengan para perempuan jika itu menyangkut pekerjaannya.


"Maaf, aku tidak bisa." Kata Vanno singkat.


Mendengar penolakan dari Vanno, seketika Rasya cemberut. Dia sama sekali belum mengetahui jika Vanno sudah menikah dan mempunyai dua orang anak. Rasya hanya tahu jika Vanno merupakan ceo muda yang sangat berbakat. Beberapa kali dia bertemu dengan Vanno dalam acara-acara khusus yang diakan untuk para pengusaha muda. Rasya merasa sangat tertarik kepada Vanno, karena menurutnya Vanno adalah kandidat yang sangat pas untuk nya.


Rasya masih tidak menyerah mendengar penolakan Vanno. Dia masih berusaha melancarkan aksinya untuk meminta bantuan Vanno.


"Sebentar saja. Aku hanya ingin mencarikan hadiah ulang tahun untuk papa. Bukankah kalian sudah saling mengenal, anggaplah ini bantuan kecil untuk papa." Pinta Rasya.


Vanno masih tidak menanggapi omongan Rasya. Namun, tiba-tiba Ken datang dari belakang Vanno sambil membawa mainan lego yang sudah dibelinya. Ternyata Ken mendengar ucapan Rasya yang meminta Vanno untuk menemaninya membeli hadiah ulang tahun papanya. Ken yang sudah sangat hafal dengan tingkah para ulet bulu ber make up yang sering menggoda daddynya pun segera turun tangan.


Ken berjalan mendekati Vanno sambil menyerahkan dompet sang daddy. Vanno yang menerima uluran dompet dari Ken segera menerima dan memasukkannya ke dalam kantong sakunya.


"Selesai Boy?" Tanya Vanno menatap sang putra sambil tersenyum

__ADS_1


"Sudah." Jawab Ken sambil beralih menatap wajah Rasya. "Tante siapa?" Tanyanya polos.


Rasya yang sejak tadi memperhatikan interaksi Ken dan Vanno segera tersadar dengan pertanyaan Ken. 


"Ah, jangan panggil tante. Panggil saja kakak, Rasya." Katanya sambil tersenyum manis pada Ken. "Kamu adiknya Vanno ya?" Tanyanya lembut pada Ken.


Seketika Vanno dan Ken saling pandang. Namun, bukan Ken namanya jika dia tidak cuek dengan perempuan.


"Baik, aku akan memanggil kakak." Jawab Ken singkat tanpa menjawab pertanyaan Rasya. Ken melihat mommy dan adiknya tengah berjalan ke arahnya. Mommynya juga terlihat sudah selesai belanja. Tiba-tiba Ken mendapat ide.


"Tadi kakak ingin ditemani untuk membeli hadiah ulang tahun kan?" Tanya Ken yang segera di angguki oleh Rasya. "Mau beli hadiah apa?" Lanjutnya.


"Jam tangan." Jawab Rasya. "Kamu mau menemani kakak?" Tanya Rasya kemudian. 


Ken menjawab dengan anggukan sambil menatap wajah Vanno. Sementara Vanno hanya bisa mendengus kesal. Belum sempat Vanno memprotes tindakan sang putra, Ken sudah lebih dulu berkata.


"Aku akan membantu kakak memilihkan kado ulang tahun, tapi bersama daddy dan mommyku, itu!" Kata Ken sambil menunjuk Retta yang sudah berdiri di belakang Rasya.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Masih kangen dengan baby Ken?


Jangan lupa dukungannya ya, like, comment dan vote.


Authornya tambah semangat up lho jika dukungannya semakin banyak. 🤗🤗


Peluk dan kecup online dari baby Ken


Eemmuuuaahhh


__ADS_1



__ADS_2