Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Harapan Baru


__ADS_3

Pada saat yang sama, Ken terlihat kembali berjalan ke arah Gitta. Matanya melotot saat melihat Gitta tengah menjerit kesakitan.


"Gitttaaaa!" Teriak Ken saat melihat Gitta tengah meringis kesakitan. Dia segera berlari untuk menolong Gitta.


"Sayang, sayang tenang dulu ya. Jangan banyak bergerak, tenang dulu." Kata Ken yang tak kalah paniknya. Namun, dia berusaha mengendalikan emosinya agar Gitta tidak tambah panik. 


"Ma-maasss ini ada darah di bawah aku, aauuww." Teriak Gitta tertahan.


Ken yang melihat darah semakin panik. Sebenarnya dia tidak tahan melihat darah, dia merasa ngeri. Namun, demi sang istri dan calon anaknya, dia berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Sabar sayang, tenang dulu. Jangan panik. Kita ke rumah sakit sekarang ya." Kata Ken sambil menggendong Gitta dengan pelan-pelan.


Saat dia berbalik, dia melihat Salsa dan temannya Dina berdiri di sana. Ken melayangkan tatapan tajamnya kepada mereka.


"Menangislah kalian selagi masih punya air mata. Setelah ini, aku jamin kalian tidak akan pernah meneteskan air mata lagi." Kata Ken dengan tatapan mata tajamnya. Setelah itu, dia membawa Gitta pergi dari sana dengan sedikit tergesa-gesa. Dia khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada istri dan calon anaknya.


"Sa, kamu bilang Gitta itu sugar baby dari Vanno Alexander, kenapa saat ini Ken terlihat khawatir." Tanya Dina kepada Salsa setelah melihat kepergian Ken dan Gitta.


"Mana aku tahu dia sugar baby siapa. Yang jelas, aku juga pernah melihatnya bersama dengan Vanno. Lagi pula, kamu dulu juga pernah memergoki Ken dengan sugar babynya yang lain kan di warung makan dekat kantor polisi waktu itu. Bahkan kamu punya fotonya." Kata Salsa sambil mendengus kesal.


Dina mengangguk-anggukkan kepalanya. Ya, memang benar. Beberapa waktu yang lalu dia memang melihat Ken dengan seorang perempuan di warung makan. Dia bahkan sempat memfoto mereka dan menunjukkannya kepada Salsa.


"Lalu, apa maksud ancaman Ken tadi?" Tanya Dina.


"Mana aku tahu. Sudahlah, dia hanya menggertak saja. Mana mungkin dia akan membela Gitta. Jika dia macam-macam, kita bongkar saja jika Gitta juga ada main dengan ayahnya." Jawab Salsa dengan santainya.


Dina yang mendengar jawaban Salsa justru malah semakin khawatir. Dia merasa tidak tenang setelah mendengar ancaman Ken. Salsa yang melihat sahabatnya masih terlihat khawatir langsung menarik lengannya untuk pergi dari tempat itu.


"Sudah, jangan khawatir. Nanti aku akan meminta Omku untuk mencari tahu siapa sebenarnya sugar daddynya Gitta." Kata Salsa berusaha untuk menenangkan Dina sahabatnya.


"Om Robi?" Tanya Dina.


"Iya, siapa lagi. Tenang saja, dia orang yang sangat berpengaruh. Dia memiliki posisi yang sangat bagus di GC. Kamu tahukan GC, tidak akan ada yang bisa macam-macam dengannya jika dia menggunakan posisinya." Jawab Salsa dengan angkuhnya.


Dina yang mendengarnya pun merasa sedikit lega. Dia hanya berharap tidak akan terjadi apa-apa dengannya dan Salaa nanti.


Sementara di sebuah lobi IGD rumah sakit tak jauh dari mall tersebut, Ken segera berteriak-teriak untuk meminta pertolongan kepada para dokter yang ada di sana untuk segera menolong sang istri. 


Gitta segera dibawa ke IGD untuk mendapat pertolongan. Ken hendak memaksa masuk, namun dihalangi oleh beberapa orang petugas yang ada di sana.


Ken terlihat begitu frustasi saat itu. Dia memukul-mukulkan tangannya pada dinding yang ada di dekat pintu utama IGD tersebut.


Sementara di dalam, Gitta segera di tangani oleh dokter kandungan yang ada di sana. Gita segera mendapatkan penanganan khusus mengingat dia mengalami pendarahan, meskipun tidak terlalu banyak. 


Saat Gitta tengah di bawa ke ruang ibu dan anak, ada seseorang yang mengenalinya. Ya, dia adalah Al. Al memang bekerja di rumah sakit tersebut. Dan hari itu, dia bertugas sedang bertugas di sana.


Seketika Al mengikuti Gitta. Dia melihat Gitta tengah meringis sambil memejamkan mata untuk menahan rasa sakit pada perutnya.


"Git, kenapa bisa begini?" Tanya Al saat sudah berada di dekat Gitta.

__ADS_1


Gitta yang mendengar ada orang yang menyapanya segera membuka matanya. Dia melihat Al tengah berjalan mengikuti brankarnya.


"Kak Al, tolong. Mas Ken di luar." Kata Gitta sambil meringis menahan sakitnya. Dia khawatir jika Ken akan melakukan hal yang tidak-tidak.


Al yang mengerti maksud Gitta segera mengangguk mengiyakan.


"Ingat, kamu harus tenang Git. Jangan panik. Biarkan dokter melakukan yang terbaik. Aku akan keluar mencari Ken dulu." Kata Al berusaha menenangkan Gitta.


Gitta hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelahnya, Gitta di bawa masuk ke dalam ruang ibu dan anak untuk mendapat penanganan.


Setelah Gitta masuk, Al segera berjalan keluar IGD untuk mencari keberadaan Ken. Begitu Al berada di luar IGD, dia segera mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Ken.


Al berhasil menemukan Ken. Dia melihat Ken tengah menelepon di dekat tangga. Al kembali berjalan untuk menemui sang sahabat. Dia menunggu hingga Ken selesai menelepon.


Saat Ken sudah selesai, Al segera menepuk bahunya hingga Ken meoleh menatapnya.


"Al, lo disini?" Tanya Ken. Dia cukup terkejut melihat sang sahabat ada di sana.


"Lo lupa gue kerja di sini sekarang?" Tanya Al.


Seketika Ken menepuk keningnya. Ya, dia benar-benar bingung saat itu. Pikiran Ken sangat kalut. Dia sulit berkonsentrasi mengingat Gitta belum diketahui keadaannya.


"Gimana keadaan Gitta Al?" Tanya Ken tidak sabar.


"Gitta masih ditangani oleh dokter kandungan. Lo berdoa saja, semoga semua baik-baik saja." Jawab Al.


Ken terlihat masib gusar. 


Al yang melihat kekhawatiran Ken hanya bisa berusaha menenangkan sang sahabat. Al meminta Ken untuk menunggu di depan bagian ibu dan anak. Setelahnya, Ken segera pergi ke tempat yang di tunjuk oleh Al.


Ken masih belum memberitahukan hal ini kepada orang tuanya. Dia tidak mau membuat mereka khawatir saat mengetahui Gitta kenapa-napa.


Setelah menunggu hampir dua jam, seorang perawat memanggil Ken untuk segera masuk menemui sang dokter. Ken buru-buru masuk mengikuti sang perawat yang akan mengantarkannya kepada dokter.


"Silahkan duduk Pak." Kata dokter begitu Ken sudah masuk ke dalam ruangannya.


"Bagaimana keadaan istri dan calon anak saya Dok?" Tanya Ken saat sudah duduk di depan sang dokter. Dia begitu khawatir dengan keadaan Gitta dan calon anaknya.


"Tenang dulu, Pak. Alhamdulillah istri dan calon anak bapak baik-baik saja. Mereka sudah dalam keadaan stabil saat ini." Kata dokter.


Ken yang mendengar perkataan dokter seketika langsung merasa lega. Rasa sesak yang terasa di dadanya semenjak kejadian yang menimpa Gitta tadi si mall seketika langsung hilang. 


"Alhamdulillah, Dok. Terima kasih." Kata Ken.


"Beruntung tadi istri anda jatuh tidak langsung terduduk mengenai lantai, dan istri anda juga masih sempat berpegangan pada kursi. Memang ada pendarahan, tapi tidak terlalu banyak. Saat ini, istri anda sudah kami pindahkan ke dalam kamar perawatan. Namun, dia harus beristirahat total setelah ini untuk menguatkan kandungannya. Setidaknya dua sampai tiga minggu." Kata dokter.


Ken begitu lega mendengar keadaan istri dan calon anaknya baik-baik saja. Setelahnya, dokter memberikan beberapa resep kepada Ken untuk segera di tebus di apotek. Ken segera menerimanya dan pergi pamit undur diri.


Setelah mendapatkan obat di apotek, Ken segera menemui sang istri yang sudah di pindahkan di ruang perawatan.

__ADS_1


Ceklek.


Ken membuka pintu kamar Gitta dan segera masuk ke dalam. Di lihatnya Gitta tengah terbaring lemah di sana dengan infus menancap pada tangan kirinya. Ken segera menutup pintu dan berjalan mendekati Gitta.


Ken meletakkan obat Gitta pada nakas dan segera meraih tangan kanan Gitta. Di kecupnya tangan itu berkali-kali. Namuan, Gitta masih tak bergeming. Dia masih diam tak bergerak.


Ken mulai berkaca-kaca saat melihat keadaan Gitta. Di usapnya perut Gitta dengan lembut. Diberikannya kecupan beberapa kali pada perut Gitta.


"Maafkan daddy tidak bisa menjaga mommy dan kamu dengan baik sayang." Kata Ken lirih sambil masih mengusap perut Gitta.


Gitta yang merasakan ada tangan yang mengusap perutnya segera membuka matanya. Hal pertama yang dia lihat saat membuka mata adalah wajah sedih sang suami sambil mengusap-usap perutnya dengan lembut.


"Mmasss." Kata Gitta.


Seketika Ken menoleh menatap Gitta yang sudah membuka matanya sambil melihat ke arahnya. Senyum kembali terbit pada wajah Ken saat itu. Segera Ken mendekatkan wajahnya pada wajah Gitta. Diciumnya wajah itu bertubi-tubi sambil mengucapkan permintaan maaf berkali-kali.


"Maafkan aku sayang. Maaf tidak bisa menjaga kalian dengan baik. Maaf membuat kalian berada dalam bahaya. Maaf me-" belum selesai Ken berbicara namun Gitta sudah lebih dulu menutup bibir Ken dengan bibirnya.


Gitta tahu itu bukan salah Ken. Jadi, tidak seharusnya dia meminta maaf seperti itu. Beberapa saat kemudian, Ken melepaskan bibirnya dari bibir Gitta. Dia takut membuat Gitta kesulitan bernafas.


Gitta yang melihatnya segera mengerucutkan bibirnya. Dia seolah tidak terima saat Ken menghentikan aktivitasnya. Ken yang melihat Gitta tengah cemberut justru semakin gemas. Segera dia mendekatkan wajahnya pada telinga Gitta dan berbisik


"Tahan dulu sayang agar baby kuat di dalam sana. Jika dia sudah kuat, aku akan menjenguknya tiga kali sehari." Kata Ken sambil kembali menegakkan tubuhnya.


Gitta yang mendengarnya hanya bisa menggerucutkan bibirnya .


"Dikira minum obat tiga kali sehari." Gerutu Gitta.


Ken semakin gemas melihat ekspresi Gitta. Dia hendak mendekatkan tubuhnya pada tubuh Gitta berniat untuk memeluknya. Namun, tangan kanan Gitta menahan dada Ken agar tidak menempel pada tubuhnya. Seketika Ken mengerutkan keningnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Ken bingung.


"Mas Ken bau."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=


Enaknya Salsa dan Dina diapain ya? 🤔


tunggu next partnya 🤗

__ADS_1


Mohon jangan lupa dukungannya ya, like, vote dan comment.


Terima kasih 🤗


__ADS_2