Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Teman Gelud di Ranjang


__ADS_3

Siang itu, Gitta dengan diantar oleh Ken pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Vita, sahabat Gitta yang sudah lama dirawat dirumah sakit karena terkena demam berdarah. 


Di perjalanan Gitta meminta Ken berhenti sebentar untuk membeli buah tangan. Dia memutuskan untuk membeli buah. Ken tidak ikut turun, di menunggu di mobil sambil mengawasi Gitta dari dalam.


Saat Gitta sedang menunggu pesanannya siap, seseorang tiba-tiba menepuk bahunya. Gitta sedikit terkejut dan menoleh. Gitta menatap wajah dua orang perempuan yang berada di depannya. Seorang wanita berusia sekitar lima puluh tahunan dan seorang lagi perempuan seusia dirinya tengah menatapnya tajam. Ya, mereka adalah bibi angkatnya Gitta dan anak perempuannya. Bibi dan paman angkatnya itulah yang sudah mengusir Gitta dua tahun yang lalu. Beruntung bagi Gitta karena sudah bertemu dengan mommy Retta.


"Masih bisa bertahan hidup juga lo di sini?" Tanya Salsa, putri dari bibi angkat Gitta.


Gitta hanya mencebikkan bibirnya sambil mengangkat bahu. Dia terlihat tidak peduli dengan dua orang yang berada di depannya.


"Ccckkk. Lihat Ma, anak pungut ini sama sekali tidak punya sopan santun. Memang sudah selayaknya dia hidup di jalanan." Lanjut Salsa.


"Benar Nak, mama tidak salah saat itu menyuruhnya pergi dari rumah kita. Bisa-bisa dia akan buat malu keluarga kita." Sambung Sugianti, sang bibi.


Gitta yang sudah sangat geram mendengar omongan yang tajam bin nyelekit pun segera menjawab.


"Dengar Bu Sug, saya sangat berterima kasih kepada anda dan keluarga anda yang telah mengusir saya dari rumah. Berkat anda saya bisa menemukan kebahagiaan di luar, saya juga bisa menemukan keluarga baru yang jauh lebih bermartabat dari pada keluarga anda." Kata Gitta sambil menahan geramannya.


Seketika Salsa mencengkeram lengan kiri Gitta dengan keras. 


"Apa kamu bilang tadi? Kamu memanggil mama saya Busuk?" Tanya Salsa sambil menggertakkan giginya.


Gitta menghempaskan tangan Salsa dengan keras. " Hei, nama ibu kamu itu Sugianti. Jadi, tidak salah dong jika aku memanggilnya Bu Sug?" Jawab Gitta dengan santainya.


Ken yang melihat istrinya tengah dipojokkan oleh dua orang segera turun dari mobil. Dia berjalan mendekat ke arah sang istri. 


"Ada apa ini?" Tanya Ken.


Seketika tiga orang yang ada di depannya itu menoleh menatap Ken yang tiba-tiba berada di samping mereka. Gitta tersenyum saat melihat sang suami tengah berada di sana.


"Tidak ada apa-apa Mas." Jawab Gitta bersamaan dengan pesanannya yang sudah selesai. "Aku bayar ini dulu." Lanjutnya sambil berjalan menuju kasir.


Salsa dan mamanya yang masih kaget saat melihat ada seorang laki-laki muda menghampiri Gitta hanya bisa mengamati interaksi mereka. Sementara Ken, dia masih menatap Salsa dan mamanya dengan tatapan tajam, setajam pisau dapur. 😂


Saat Gitta kembali ke samping Ken dan hendak mengajaknya pergi, Salsa menghentikannya.


"Siapa dia Git?" Tanya Salsa penasaran. "Temen lo?" Lanjutnya masih dengan tatapan menilai.


Gitta menghentikan langkahnya sebentar dan menoleh menatap Salsa dan mamanya.


"Iya, dia teman gue. Teman gelud di ranjang." Jawab Gitta sambil menarik lengan Ken agar segera pergi dari tempat itu. Ken mengikuti saat Gitta menarik lengannya dan segera berjalan menuju kendaraannya.

__ADS_1


Salsa dan mamanya terlihat kaget saat mendengar jawaban Gitta. 


"Apa maksudnya tadi Sa?" Tanya bibi Gitta. "Teman di ranjang? Memang Gitta sudah sejauh itu sekarang?" Lanjutnya sambil masih menatap kepergian Gitta dan Ken.


"Entahlah Ma, aku juga tidak tahu." Jawab Salsa. "Akan aku tanyakan kepada temanku yang satu kampus dengan dia. Mungkin dia bisa memberi informasi kepada kita." Lanjut Salsa yang langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Iya, segera tanyakan. Aku juga penasaran. Bagaimana caranya dia bisa mendapatkan laki-laki seperti itu. Dan sepertinya, dia orang kaya. Terlihat dari mobil yang dikendarai tadi." Kata bibi Gitta.


"Iya." 


"Seharusnya, kamu juga bisa mendapatkan laki-laki seperti itu. Tampan dan kelihatannya kaya." Kata bibi Gitta kepada sang anak.


"Iya Ma. Aku cari informasi dulu ini. Jika sudah dapat, kita bisa melihat dia bisa ditikung apa tidak. Secara siapa juga yang bisa menolakku, Salsa Mega, putri seorang pengusaha terkenal." Jawab Salsa dengan sombongnya.


"Betul itu." Jawab sang mama.


Sementara di dalam kendaraan, Ken terlihat memperhatikan Gitta yang tengah duduk di sampingnya.


"Siapa mereka tadi?" Tanya Ken.


Gitta menoleh sebentar untuk menatap wajah suaminya yang terlihat penasaran. Dia tersenyum sebentar sambil membelai pipi kanan sang suami dengan lembut. 


"Apa kamu sering bertemu dengan mereka?" Tanya Ken.


"Ehm, tidak sering juga sih. Tapi pernah beberapa kali sebelum ini. Mereka kan juga tinggal di sini Mas sekarang, jadi besar kemungkinan kami akan sering bertemu." Jawab Gitta.


"Dan, mereka selalu menghinamu seperti itu tadi?"


"Ya, tidak juga sih." Jawab Gitta berusaha menutup-nutupi hal yang sebenarnya tentang mereka. Dulu, bahkan mereka sering menuduhnya menjadi sugar baby, karena dia mampu untuk kuliah dan menghidupi diri sendiri. 


Ken yang tidak percaya dengan ucapan sang istri langsung menoleh menatapnya tajam. Tatapan dingin yang diperlihatkan Ken membuat Gitta sedikit ketakutan.


"Kamu berbohong pada suamimu?" Tanya Ken sambil menahan geramannya. "Kamu tahu aku ingin kita saling terbuka, saling percaya dan saling menjaga. Jika kamu menyembunyikan sesuatu dari suamimu, bagaimana bisa aku akan menjagamu nanti." Lanjut Ken masih dengan tatapan tajamnya.


Gitta yang mendengar perkataan Ken begitu terkejut. Benar juga. Saat ini kami memang sudah menikah. Kami sudah menjadi satu, sudah seharusnya kami saling terbuka kan, tidak ada yang ditutup-tutupi lagi, batin Gitta.


Gitta segera menoleh menatap wajah suaminya sambil mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi kiri sang suami.


"Maaf Mas. Tidak seharusnya aku menutupi perbuatan mereka. Aku akan menceritakan semua yang mereka lakukan kepadaku." Kata Gitta.


Ken segera menoleh dan mengangguk mendengar perkataan sang istri.

__ADS_1


"Ceritakan semuanya, tanpa ada yang ditutup-tutupi." Kata Ken yang segera di angguki oleh Gitta.


Gitta pun mulai bercerita tentang perlakuan paman dan bibinya yang awalnya baik hingga mereka mengusirnya. Gitta juga menceritakan pertemuannya beberapa kali sebelum ini dan perkataan mereka yang menuduh dirinya sebagai sugar baby. Gitta menceritakan semuanya tanpa ada yang disembunyikan lagi.


"Hhhmmm, jadi mereka mengusirmu setelah pengambilalihan warisan dari almarhumah ibu angkatmu?" Tanya Ken setelah Gitta menyelesaikan penjelasannya.


"Iya, saat itu setelah aku lulus SMA." Jawab Gitta.


"Siapa nama pamanmu? Dan apa nama perusahaannya?" Tanya Ken.


"Gunawan Wicaksono. Dia sekarang menjadi pemilik Exa Pratama Group." Jawab Gitta.


Seketika tawa Ken pecah mendangarnya. Dia terlihat sangat geli setelah mendengar penjelasan Gitta.


Sementara Gitta yang melihat suaminya tertawa lepas seperti itu hanya merengut kesal.


"Mas ih, kenapa tertawa begitu sih." Gerutu Gitta.


"Hahahaha, maaf sayang. Ternyata dunia ini memang sempit. Hahahaha." Jawab Ken sambil masih tertawa.


"Maksudnya apa mas?" Tanya Gitta


"Mereka itu…"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Tahan sebentar dulu ya, masih otewe ini.


Jangan lupa like, comment dan vote nya


Thank you 🤗

__ADS_1


__ADS_2