Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Penasaran


__ADS_3

"Hhaaaahh?! Kantor polisi?!"


Seketika Ken terkejut saat mendengar penuturan dari sahabatnya. Al memang sudah tahu jika Ken dan Gitta akan ke Surabaya hari itu untuk menghadiri acara wisuda sang adik. Ken dan Al bahkan sudah merencanakan untuk bertemu hari minggu sambil membahas masalah perjodohannya dengan Vita, sahabat Gitta.


"...."


"Oke. Gue kesana sekarang." Jawab Ken sambil menutup ponselnya.


Gitta yang ikut mendengar percakapan Ken dan Al menjadi khawatir. Dia tidak mendengar alasan penyebab Al berada di kantor polisi.


"Ada apa Mas? Kenapa kak Al ada di kantor polisi?" Tanya Gitta sambil masih memegangi selimut yang menutup tubuh polosnya. Sementara Ken sudah beranjak berdiri dari tempat tidurnya. Dia berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil baju ganti.


"Al dikeroyok beberapa orang katanya. Tapi aku nggak tahu kejadian sebenarnya seperti apa. Aku harus ke kantor polisi sekarang." Kata Al sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aku ikut Mas." Kata Gitta sambil beranjak berdiri dari tempat tidur.


Ken menghentikan langkahnya dan menoleh menatap wajah serius sang istri.


"Ini sudah dini hari. Lihat sudah hampir pukul tiga pagi. Kamu dirumah saja." Kata Ken.


"Aku nggak bakal bisa tidur lagi Mas. Sebentar lagi juga subuh kan. Aku ikut ya Mas, ya ya ya ya, please." Kata Gitta merajuk sambil mengapit lengan sang suami.


Ken yang merasakan sesuatu yang kenyal-kenyal menempel pada lengannya langsung menghela nafas beratnya.


"Iya." Jawab Ken singkat sambil meneruskan langkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Gitta sangat senang mendengarnya. Dia segera beranjak mengambil baju ganti untuk dirinya dan segera ikut ke kamar mandi untuk membersihkan diri juga. 🙄


Setelah semua siap, Ken dan Gitta segera turun dari kamarnya. Saat di lantai bawah, mereka dikejutkan oleh sebuah suara yang berasal dari dapur.


"Lho, kalian mau kemana dini hari begini sudah rapi? Itu rambut juga masih basah semua, mau pindah tempat?" Tanya papa Evan yang kebetulan tengah berada di dapur dan melihat mereka menuruni tangga.


Ken dan Gitta menghentikan langkahnya setelah mendengar pertanyaan sang kakek. Ken yang mendengar pertanyaan sang kakek hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kesal.


"Kami mau ke kantor polisi Pa. Al, sahabat Ken tengah berada disana." Jawab Ken.


Papa Evan mengerutkan dahinya. Dia sedikit terkejut saat mendengar jawaban sang cucu.


"Maksud kamu dokter Al?" Tanya papa Evan.


"Iya Pa."


"Kok bisa? Kenapa dia harus sampai di kantor polisi?"


"Entahlah Pa, Ken juga belum tahu." Jawab Ken sambil menggendikkan bahunya.


Papa Evan manggut-manggut mendengar jawaban sang cucu.


"Ya sudah. Kalian pergilah ke sana. Ingat, jika butuh bantuan, kamu segera hubungi papa atau daddy kamu." Kata papa Evan.


"Iya Pa." Jawab Ken sambil mengangguk. "Kami pergi dulu." Lanjutnya sambil mengecup tangan papanya yang juga diikuti oleh Gitta.


"Kami berangkat dulu Pa. Assalamualaikum." Pamit Gitta.

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Hati-hati." Kata papa Evan.


Setelahnya, Ken dan Gitta segera berangkat menuju kantor polisi. Waktu yang masih menunjukkan sekitar pukul tiga dini hari membuat jalanan masih sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang lalu lalang di jalanan.


Ken dan Gitta membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk tiba di kantor polisi. Mereka segera turun dari mobil dan langsung mencari keberadaan Al disana. 


Ken dan Gitta cukup terkejut saat ada beberapa orang anak muda yang berada disana. Al yang melihat kedatangan Ken segera meminta dia untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Ken segera mendekat ke arah Al, sementara Gitta menunggu di bagian luar ruangan tersebut.


Cukup lama mereka berada di ruangan tersebut. Hingga adzan subuh berkumandang hampir di semua masjid dan mushola yang ada di sekitar kantor polisi tersebut. Tak berapa lama kemudian beberapa anak muda terlihat keluar dari ruangan tersebut. Mereka terlihat bersalaman dengan Al dan juga Ken sebelum pergi meninggalkan kantor polisi tersebut. 


Gitta yang melihat sang suami dan sahabatnya berjalan mendekatinya langsung beranjak berdiri.


"Bagaimana Mas, Kak?" Tanya Gitta yang sampai saat itu belum mengetahui permasalahan yang terjadi.


"Semua sudah baik-baik saja Git. Maaf merepotkan kalian subuh-subuh begini." Kata Al.


"Nggak apa-apa kok Kak." Jawab Gitta.


"Gue cabut dulu Ken. Gue harus segera ke rumah sakit sekarang." Kata Al.


"Okay. Aku doakan semua baik-baik saja." Kata Ken sambil menepuk bahu sang sahabat dengan lembut.


"Thanks Ken, Git. Aku pergi sekarang." Pamit Al.


"Iya, hati-hati Kak." Jawab Gitta.


Setelahnya, Al benar-benar pergi dari kantor polisi itu dengan tergesa-gesa. Gitta yang semula mengamati kepergian Al segera menoleh menatap wajah sang suami. Ken yang mengetahui maksud sang istri langsung menarik lengannya dengan lembut.


"Aku jelaskan nanti. Kita sholat subuh dulu." Kata Ken sambil membawa Gitta menuju mushola yang ada di samping kantor polisi tersebut.


"Jelaskan!" Kata Gitta setelah memasangkan seatbeltnya.


Ken menoleh menatap wajah sang istri sebentar sebelum menyalakan kendaraannya.


"Jadi, Al semalam menabrak mobil dari salah satu pemuda tadi malam." Jawab Ken.


"Lhah, kok bisa Mas?" Tanya Gitta. "Apa kak Al dalam pengaruh minuman beralkohol?" Lanjut Gitta.


Puk.


Ken mengetuk kepala Gitta dengan lembut.


"Ngaco kamu. Kamu lupa Al itu dokter." Kata Ken. Sementara Gitta hanya tersenyum sambil meringis.


"Lalu, cerita sebenarnya itu bagaimana sih Mas Ken sayang? Jadi gregetan akunya pengen gigit." Kata Gitta.


"Mau dong digigit." Jawab Ken sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


Gitta yang kesal pun langsung merengut dan membuang muka ke arah samping. Dia benar-benar kesal dengan sang suami. Ken yang melihatnya menjadi semakin gemas. Diraihnya tangan sang istri dan didekatkan ke bibirnya. 


Cup. Cup. Cup.


Diberikannya beberapa kecupan singkat pada punggung tangan itu.

__ADS_1


"Jangan ngambek lagi dong sayang. Aku akan cerita, tapi hadap sini dong." Kata Ken.


Gitta yang mendapat perlakuan seperti itu dari sang suami segera menoleh dan menatap wajah Ken dengan tajam.


"Ceritakan!" Kata Gitta.


Ken tersenyum sambil memberikan kecupan pada punggung tangan Gitta sebelum mulai bercerita.


"Jadi begini, Al sejak kemarin sore sudah berada di IGD di rumah sakit karena ada kecelakaan beruntun di jalan tol. Dia beserta para petugas medis lainnya sangat sibuk menangani pasien dari kecelakaan beruntun itu di IGD. Jadi dia sejak sore tidak memegang ponselnya. Hingga baru tengah malam Al sempat menyalakan ponselnya."


"Saat itu, dia sangat terkejut karena mendapati beberapa kali panggilan dan pesan dari mamanya. Mamanya Al memberitahukan jika kondisi papanya ngedrop dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Al begitu terkejut, jadi tengah malam tadi dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi."


"Mungkin karena kelelahan, Al kehilangan konsentrasi hingga mobilnya menyerempet salah satu mobil para pemuda tadi yang tengah terparkir di tepi jalan. Karena Al terburu-buru, dia tidak berhenti. Namun, ternyata para pemuda itu mengejar Al dan berhasil menyusulnya saat di perempatan lampu merah dekat kampus. Mau tidak mau Al berhenti dan berakhirlah di kantor polisi tadi." Kata Ken.


Gitta yang mendengarnya hanya bisa menahan nafasnya.


"Lalu, mereka menuntut apa?" Tanya Gitta.


"Mereka mau berdamai, tadi Al juga sudah bersedia mengganti rugi semuanya." Jawab Ken.


"Syukurlah." Jawab Gitta. "Lalu, bagaimana keadaan papa kak Al, Mas?" Tanya Gitta.


"Untuk hal itu aku juga belum tahu. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Om Andre." Kata Ken.


"Aamiin."


Ken melajukan kendaraannya kembali menuju rumah sang papa. Setelah sampai, mereka segera bersiap-siap untuk pergi ke acara wisuda Khanza. Acara dimulai pukul sembilan pagi hingga menjelang makan siang. Saat itu, Khanza di antar oleh mommy, daddy, Ken dan Gitta. Sementara mama dan papa tidak ikut, karena ada jadwal kontrol kesehatan.


Menjelang makan siang, acara sudah selesai. Saat itu, Ken yang sedang mengemudi, langsung mengarahkan kendaraannya ke restoran favorit Khanza. Dia ingin merayakan acara wisudanya bersama keluarga.


Saat mobil yang dikemudikan Ken berhenti di lampu merah, terdengar suara ponselnya berbunyi dengan keras. Daddy yang duduk di samping Ken langsung menoleh.


"Siapa Ken?" Tanya daddy.


"Al, Dad. Aku angkat dulu, takutnya ada yang penting." Jawab Ken sambil menggeser ikon berwarna hijau tersebut.


"Hallo Al." Sapa Ken saat panggilan telepon terhubung.


"...."


"Apa?! Iya, gue kesana sekarang." Kata Ken sambil memutus panggilan teleponnya. Ken segera menoleh menatap wajah keluarganya.


"Kita ke rumah sakit dulu ya."


.


.


.


.


.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Masih ada yang nungguin kah?


__ADS_2