
Adriana keluar dari kedai ayam goreng dengan wajah lelah setelah bekerja seharian penuh. Saat dia berjalan menuju pinggir jalan untuk menunggu angkutan umum yang lewat. Berdiri di pinggir jalan seorang diri, menendang-nendang kecil batu kerikil sambil menunggu angkutan umum yang lewat. Sampai sebuah mobil mewah berhenti tepat di depannya, membuat Adriana bingung.
Kaca jendela mobil yang terbuka memperlihatkan seorang wanita cantik di balik kemudi. Adriana ingat siapa wanita itu, dia adalah wanita yang datang ke kampusnya dan memeluk Alvaro tadi siang.
"Apa kau Adriana?"
"Iya, ada apa ya?"
"Bisa bicara sebentar? Hanya sebentar saja, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"
Adriana mengerutkan keningnya bingung, wanita yang bahkan tidak mengenalnya tapi bisa tahu namanya dan ingin berbicara dengannya. Memang apa yang ingin dia bicarakan? Adriana malah bingung sendiri.
"Ini tentang Erland"
Dan ketika Adriana mendengar nama kekasihnya di sebut, dia langsung masuk ke dalam mobil wanita itu. Adriana juga penasaran tentang hubungan Erland dan wanita ini di masa lalu.
"Ada apa tentang pacarku?!" Seolah sengaja, Adriana menekan kata pacar saat dia mengucapkannya. Seolah dia ingin memperjlas jika Erland saat ini memang hanya miliknya.
"Aku Yola, dulu kita teman kuliah. Aku dan Erland saling mencintai, hingga suatu saat aku mendapat penawaran yang bagus untuk karier ku di luar negara. Jadi aku meninggalkan Erland di sini. Hubungan kami tidak pernah berakhir, aku dan Erland tidak pernah mengatakan putus untuk hubungan kami. Jadi, sampai sini apa kau bisa mencernanya?"
Adriana tersenyum, sepertinya dia tahu arah tujuan wanita bernama Yola ini. Dia hanya ingin membuat Adriana pergi untuk meninggalkan Erland dan mengakhiri hubungan mereka. "Berakhir atau tidak, tapi hubungan kalian sudah berlalu cukup lama. Bahkan kalian sudah tidak saling tukar kabar dan berkomunikasi. Semuanya membuktikan, meski tidak ada kata putus diantara kalian. Tapi, hubungan kalian tetap sudah berakhir sejak anda meninggalkan Kak Erland demi sebuah karier"
Yola mencengkram kemudi dengan kuat, dia tidak menyangka jika Adriana sangat sulit untuk di pengaruhi. Bahkan gadis itu dengan beraninya menekan dia dengan setiap kata yang diucapkannya.
"Jadi, tolong berhenti mengganggu hubungan kami. Saya dan Kak Erland sudah memutuskan untuk segera menikah. Jika anda tidak mau di cap sebagai perusak hubungan orang, maka berhentilah mengganggu kami"
Adriana turun dari mobil dan membanting pintu mobil dengan cukup keras. Dia melambaikan tangannya untuk menghentikan angkutan umum yang lewat. Lalu pergi dari sana.
__ADS_1
Yola memukul kemudi dengan kencang, dia kesal saat Adriana membuat dirinya bungkam. "Sial, ternyata gadis itu tidak sepolos yang aku kira"
...⭐⭐⭐⭐⭐⭐...
Tidak seperti siang kemarin, hari ini Adriana benar-benar makan siang bersama Erland. Karena kesalahannya fahaman yang terjadi, kemarin siang mereka bahkan melupakan waktu makan siang.
"Kemarin Kak Yola menemui aku di tempat kerja"
Ting..
Sendok yang sedang di pegang oleh Erland langsung terjatuh membentur piring. Dia mendongak dan menatap Adriana dengan khawatir. "Dia menemuimu? Untuk apa? Dia tidak melakukan apapun padamu 'kan?"
Adriana tersenyum dan menggeleng pelan. "Tidak, dia hanya bilang kalau hubungannya dengan kamu belum berakhir. Karena saat dia pergi, tidak pernah ada kata putus di antara kalian berdua"
Sial. Dia mencoba menghancurkan hubunganku dan Adriana. Tidak akan ku biarkan itu terjadi.
"Honey, kamu gak percaya 'kan sama omongan dia. Memang tidak ada kata putus diantara kita, tapi dengan kepergian dia yang tanpa meminta persetujuan dariku sudah cukup mewakilkan kata putus itu sendiri"
"Yaudah, biarkan saja. Lagian aku juga gak peduli. Yang penting sekarang kamu dan hatimu sudah menjadi milikku. Itu sudah cukup, asal kau masih mencintaiku maka aku tidak akan percaya omongan Kak Yola"
Erland menghela nafas lega medengarnya, namun sepertinya dia tetap harus memberikan ketegasan pada Yola. Dia tidak mau sampai gadisnya terpengaruh dengan segala ucapan Yola. Takutnya suatu saat nanti Yola akan melakukan hal lebih dari ini pada Adriana.
Dan saat ini Erland duduk di sebuah restaurant, menunggu di ruang VVIP restaurant ini agar percakapannya dengan Yola tidak terdengar oleh siapapun selain mereka berdua.
"Hai Land, ada apa nih kok tumben banget ajak ketemuan"
Yola datang dengan sedikit terburu-buru. Wajahnya terlihat berseri ketika melihat Erland yang duduk disana. Yola menarik kursi di samping Erland, namun langsung di cegah oleh pria itu.
__ADS_1
"Duduk disana" Erland melirik kursi di sebrangnya. Membuat Yola mendengus kesal, namun dia tetap menuruti apa kata Erland barusan.
"Jadi, ada apa kamu mengajak aku ketemuan disini? Sudah lama juga ya, kita tidak makan berdua seperti ini"
Erland tersenyum sinis mendengarnya. "Kita tidak berdua, tapi bertiga"
Yola melihat sekelilingnya, hanya ada mereka berdua. Tapi kenapa Erland mengatakan jika mereka bertiga. Hingga pintu yang terbuka membuat Yola menoleh, dia menatap Adriana yang baru saja masuk ke ruangan itu.
"Honey, sini.." Erland melambaikan tangannya agar Adriana segera mendekat.
Adriana berjalan mendekati Erland, sebenarnya dia menyadari tatapan tidak suka dari Yola padanya. Namun, Adriana mencoba untuk tidak menghiraukan. Dia meraih tangan Erland, lalu duduk di kursi samping kekasihnya itu.
"Sudah dari kamar mandinya?" Erland mengelus kepala Adriana dengan lembut.
Adriana mengangguk saja sebagai jawaban. Dia sebenarnya sedikit tidak setuju saat Erland mengatakan untuk berbicara dengan Yola agar semuanya jelas. Adriana takut jika Yola akan murka dan tidak akan menerima semuanya. Apalagi suasana tegang seperti ini membuat Adriana semakin merasa tidak nyaman berada diantara dua orang yang pernah memiliki hubungan di masa lalu.
"Erland, ada apa ini? Kenapa dia juga ada disini? Sebenarnya kamu ingin membicarakan apa?" Tekan Yola ketika dia sudah merasa jengah melihat kelembutan Erland pada Adriana. Seharusnya aku yang berada disana bersama Erland dan di perlakuan manis seperti itu. Gumamnya kesal.
"Karena kemarin kau sendiri yang pertama kali menemui kekasihku dan bicarakan tentang kita di masa lalu. Jadi, sepertinya hari ini aku memang harus memperjelas semuanya agar tidak ada lagi kesalahan fahaman seperti ini"
Yola menatap Adriana dengan tajam. "Jadi dia mengadu padamu ya? Apa saja yang dia bicarakan? Pasti dia melebih-lebihkan ucapanku kemarin"
"Tidak. Aku mengatakan yang sejujurnya, karena aku tidak mau menyembunyikan apapun dari pacarku. Apalagi membohonginya"
Erland tersenyum tipis ketika mendengar ucapan Adriana yang jelas menyangkal tuduhan Yola dengan nada penuh sindiran pada wanita itu. Dia menatap Adriana dengan senyuman hangat. Menggenggam tangannya dan mengecupnya sekilas.
"Aku mencintainya..." Erland berkata dengan menatap wajah Adriana dengan lekat, membuat gadis itu tersenyum dengan sedikit malu. "...Jadi kalau kau masih membutuhkan kata putus dariku atas hubungan kita di masa lalu, maka aku akan katakan sekarang"
__ADS_1
Erland beralih menatap Yola dengan tatapan yang dingin. "Hubungan kita telah berakhir bahkan sejak kau tidak meminta persetujuanku untuk pergi ke luar negara mengejar kariermu itu. Tapi, karena kau ingin mendengar kata putus dariku. Maka akan aku lakukan. Yola Agatha, mari kita akhiri semuanya, aku ingin kita putus. Tidak ada lagi hubungan di antara mulai saat ini dan seterusnya. Jadi jangan pernah mengganggu kekasihku lagi dengan segala bualan darimu"
Bersambung