Mengejar Cinta Si Kembar

Mengejar Cinta Si Kembar
Kedatangan Keluarga Erland?!


__ADS_3

Adriana duduk di kursi teras depan rumahnya. Akhir pekan ini benar-benar dia habiskan untuk berdiam diri di rumah. Dia sengaja mengambil libur kerja di mini market, jadi tinggal masuk nanti malam di kedai ayam goreng saja.


Matanya terpejam, menghirup udara sebanyak-banyaknya seolah dadanya terasa sesak dan tidak cukup bernafas selama ini. Suara kicauan burung di sore hari menemani kesendirian Adriana.


Sejak hari itu, dia belum bertemu lagi dengan Erland. Namun kali ini Adriana merasa lebih tenang, karena setidaknya Erland sudah mengetahui semua alasan kenapa dia memilih untuk mengakhiri semuanya.


"Ri, apa tidak masak hari ini?" Papa muncul di ambang pintu rumah, menatap pada putrinya yang akhir-akhir ini banyak diam.


Adriana menoleh pada Papa, tersenyum pada pria itu meski sedikit di paksakan. "Kita pesan saja Pa, Riana sedang tidak mood masak"


Karena hatinya yang sedang terluka, membuat dia tidak lagi mempunyai mood yang baik. Meski seperti itu, Adriana tetap mencoba untuk terlihat baik-baik saja di depan semua orang.


Papa ikut duduk di kursi kosong samping Adriana, mereka duduk berdampingan. Hanya terhalang sebuah meja bundar kecil saja. Menikmati udara sore hari yang cukup cerah.


"Bagaimana hubunganmu dengan Erland?"


Apa ini? Kenapa Papa tiba-tiba saja bertanya soal itu. Bukannya dia sudah tidak peduli pada hubungan Adriana dan Erland. Tapi kenapa saat ini dia bertanya tentang itu? Disaat Adriana telah mengakhiri semuanya.


"Sudah Adriana akhiri Pa, sesuai keinginan Papa"


Papa menghela nafas, dia tahu jika hati anaknya terluka. Tapi dia tidak ingin jika Adriana akan semakin terluka jika dia terus melanjutkan hubungannya dengan Erland. Tidak menjadi mustahil jika suatu saat nanti Adriana akan menjadi gunjingan banyak orang, setelah dia benar-benar menjadi pendamping hidup Erland. Mengingat masa lalu yang terjadi dan latar belakang keluarga mereka.


Tidak ada lagi obrolan setelah itu sampai dua mobil terparkir di depan rumah. Adriana dan Papa saling pandang, saling bertanya-tanya tentang mobil yang terparkir di rumahnya.


"Papa ada janji ketemu dengan seseorang?"


Papa menggeleng menjawab pertanyaan anaknya itu. Dia tidak merasa mempunyai janji dengan siapa pun. Sampai mereka melihat siapa saja yang turun dari dua mobil mewah itu. Adriana terdiam melihat Erland dan kedua orang tuanya yang berjalan ke arah mereka, di susul oleh Ganesh dan Ayuningtyas, Kakaknya.

__ADS_1


"Pa, ini ada apa? Kenapa mereka tiba-tiba datang ke rumah kita?"


"Papa juga tidak tahu, Ri"


Adriana dan Papa seketika berdiri untuk menyambut kedatangan tamu tidak di undang ini. Mengangguk penuh hormat pada tamu yang datang.


"Selamat sore Tuan Eriawan, boleh kami masuk?" Papi yang berkata dengan wibawanya.


"Ten-tentu Tuan, silahkan masuk"


Kini semuanya duduk di ruang tengah rumah ini yang sempit. Adriana duduk di pegangan sofa tunggal yang di duduki oleh Papa.  Dia bingung sendiri dengan kedatangan tamu tak di undang ini. Menatap Erland yang terlihat datar, tidak sedikit pun menatap ke arah Adriana. Membuat Adriana semakin bingung saja dengan semua ini.


"Maaf Tuan, sebenarnya ada apa anda semua tiba-tiba datang kesini?"


"Ingin meluruskan hubungan anak-anak kita"


Deg..


Masalah apalagi ini? Tentang aku dan Erland? Apalagi yang harus di bicarakan? Kenapa malah jadi seperti ini si.


"Begini, Tuan Eriawan. Saya mendengar jika anda melarang Adriana untuk berhubungan dengan anak saya, Erland. Dengan alasan yang sebenarnya tidak masuk akal"


Papa menunduk, dia tahu arah pembicaraan ini. Sebenarnya bukan dia berlagak sok, karena sampai tidak memberikan restu untuk Adriana dan Erland. Tapi Papa hanya sadar diri tentang keluarganya dan masa lalu yang terjadi pada keluarganya.


"Saya hanya tidak ingin Riana hanya menjadi gunjingan banyak orang. Dia dan Nak Erland berebeda jauh, sudah tidak akan setara lagi"


"Tuan, apa pernah anda mendengar gosip atau berita tentang keluarga kami yang membedakan seseorang dari status sosialnya? Tidak. Kami melihat seseorang dari cara orang itu sendiri menghargai sesama, bukan melihat dari masa lalu atau latar belakang keluarga"

__ADS_1


Papa tidak menjawab apa-apa, dia hanya menunduk. Dia sebenarnya tahu tentang itu, tapi Papa tetap saja merasa tidak pantas untuk menjadikan Adriana setara dengan keluarga Aditama. Jika Tyas, anak pertamanya ini juga hanya menjadi korban keegoisan dirinya hingga bisa menjadi bagian dari keluarga Aditama. Tapi beruntungnya, Tyas begitu di terima oleh keluarga suaminya itu.


"Pa, tolong jangan sakiti hati anak Papa lagi hanya karena keegoisan Papa. Adriana tidak akan menjadi Adriana di masa lalu jika bukan karena kalian, sebagai orang tuanya. Dan Adriana juga tidak akan menjadi Adriana yang sekarang jika tidak mendapatkan cobaan seperti ini. Semuanya sudah menjadi takdir untuk hidup Adriana" kata Tyas yang ikut merasakan kesulitan hidup adiknya itu.


Adriana tidak salah, karena dia hanya seorang gadis polos yang tidak tahu apa-apa dan di beri cerita palsu oleh Ibunya. Sehingga merubah pikirannya.


"Sekarang begini, Adriana apa kamu mencintai anak Mami, Erland?"


Adriana mendongak, dia menatap Mami dan Erland secara bergantian. Lalu mengangguk pelan. Dia memang mencintai Erland, bahkan sebelum pria itu memiliki perasaan yang sama dengannya.


"Jangan lukai hati putrimu dengan keegoisan dan ketakutan tidak beralasan anda itu, Tuan. Biarkan anak-anak kita bahagia dan saling mencintai" Tegas Papi


Mendengar itu, Papa benar-benar sudah tidak bisa berkata apapun lagi. Memang benar apa yang dikatakan Tuan Erwin padanya. Dirinya terlalu egois, hanya karena dia takut masa lalu dan latar belakang keluarganya akan membuat Adriana menjadi masalah untuk kehidupan pernikahan Adriana ke depannya.


"Baiklah semuanya telah selesai, anak-anak kita, akan menikah bulan depan. Biarkan saja dulu keduanya tenang setelah ada kejadian ini"


...⭐⭐⭐⭐⭐⭐...


Dan pada akhirnya restu Papa, Adriana dapatkan meski dengan cara seperti ini. Dia juga tidak pernah menyangka jika keluarga Erland sampai melakukan ini hanya untuk meyakinkan Papa jika semuanya akan baik-baik saja, setalah Adriana dan Erland menikah.


Adriana masih merasa tidak percaya dengan ini semua. Pada akhirnya dia benar-benar bisa kembali dengan Erland. Meski dengan cara Erland yang melibatkan kedua orang tuanya. Adriana merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, menatap langit-langit kamar dengan binar bahagia.


Terima kasih, Tuhan. Telah mempersatukan kembali aku dan Kak Erland.


Di tempat yang berbeda, Erland juga sedang tidur terlentang di kamarnya. Menatap langit-langit kamar. Dia bahagia dan merasa lebih tenang setelah bisa menyelesaikan permasalahannya dengan Adriana. Meski dia harus melibatkan kedua orang tuanya. Tapi setidaknya dia bisa kembali bersama Adriana.


"Sampai kapan pun tidak akan aku biarkan lagi kamu pergi dari hidupku!"

__ADS_1


Sebuah kalimat yang benar-benar akan Erland lakukan.


Bersambung


__ADS_2