Mengejar Cinta Si Kembar

Mengejar Cinta Si Kembar
Sumber Semangat Erland


__ADS_3

Hari itu hujan deras turun di kota ini, Erland sedang terburu-buru untuk ke perusahaan. Ada metting penting pagi ini. Suara dering ponsel membuat dia segera mengangkatnya, tahu jika itu adalah telepon dari pihak perusahaan. Sialnya dia lupa membawa earphone. Jadi harus dengan menempelkan langsung ponsel ke telinganya.


"Hallo, aku di jalan sebentar lagi sampai. Hujan deras sekali"


"Cepatlah, client kita sudah menunggu"


"Iya.."


Tidak benar-benar fokus pada jalanan, Erland sampai tidak menyadari jika lampu sudah berubah merah. Ini adalah waktunya jalur jalan lain yang melaju. Dan mobil Erland sudah melaju melewati batas lampu merah. Hingga sebuah mobil container melaju kencang kearahnya dan menabrak kencang mobil Erland hingga mobilnya berguling di atas jalanan. Suara petir dan derasnya hujan saling bersahutan di iringi dengan terikan beberapa orang yang melihat kecelakaan maut itu.


Dan sejak saat itu, hidup Erland tidak sama lagi. Dia harus terduduk di kursi roda entah sampai kapan.


...⭐⭐⭐⭐⭐⭐...


Erland membuka kedua matanya dengan seketika. Mimpi buruk itu kembali muncul, hingga rasanya Erland benar-benar sesak. Takdir Tuhan yang entah kenapa membuat hidupnya yang seperti ini. Bahkan dia harus benar-benar mengubur semua mimpi yang sudah dia susun sejak lama.


Dimana dia sudah merencakan pernikahan yang bahagai dan romantis dengan kekasih hatinya. Tapi, semuanya benar-benar harus terhenti sampai disini. Dimana dirinya harus sadar diri jika Erland yang sekarang, bukanlah Erland yang dulu. Dia hanya akan membuat Adriana susah.


"Erl, ayo mandi dulu Nak"


Mami masuk ke kamarnya dengan membawa seorang perawat pria yang dipekerjakan untuk merawat Erland.


"Iya Mi"


Erland bangun dengan susah payah, terduduk di atas tempat tidur. Perawat pria itu segera membantu Erland untuk naik ke atas kursi roda. Lalu mendorongnya menuju kamar mandi. Sementara Mami sudah menyiapkan semua peralatan mandi Erland, termasuk pakaian gantinya.


"Sudah siap semua, Mami keluar dulu ya Land. Cup" Mami memberikan kecupan di kepala anaknya sebelum dia keluar dari ruang ganti.


Jika bukan dalam keadaan ini, mungkin Erland tidak akan pernah mau di cium cium seperti itu oleh Ibunya. Dia selalu merasa sudah besar dan yang masih di cium oleh orang tuanya hanyalah anak kecil. Tapi, kini semua penolakan itu tidak lagi terucap. Seolah Erland memang tidak mempunyai lagi semangat dalam hidupnya.


"Sampai kapan anakku akan seperti ini" Mami mengusap ujung matanya yang berair, rasanya sudah terlalu banyak air mata yang keluar hanya untuk menangisi kehidupan kedua anak anaknya.

__ADS_1


Disaat putranya hampir kehilangan nyawa, maka putrinya juga harus ikut berkorban untuk keselamatan Erland saat itu. Mami jelas tahu jika Erlita tidak bahagia dengan pernikahannya. Karena semuanya terjadi bukan karena cinta.


Jika mengingat semua itu, nyatanya uang yang dia miliki tidak berarti apa-apa saat Tuhan yang berkehendak. Semua takdir manusia dia yang mengaturnya. Kehidupan kedua anaknya tidak bisa dilihat dari keluarga dan uang yang dia punya. Semuanya tetap sesuai takdir Tuhan.


Siang ini adalah jadwal terapi Erland. Sebenarnya dia sudah merasa bosan dengan semua kegiatan ini. Sudah satu tahun lamanya dia terus berobat dan melakukan terapi agar bisa berjalan lagi. Namun sampai saat ini, kakinya tetap lemah dan mati rasa.


Erland melempar tongkat walker dan seketika tubuhnya ambruk di atas tanah. Dia meremas rumput tangan dengan emosi yang terpendam. Di lelah, dia lelah dengan semua ini.


"Tuan Muda, anda harus kuat. Anda harus yakin jika anda akan bisa berjalan normal lagi" perawat pria itu datang menghampiri Erland. Dia sudah tidak merasa aneh dengan sikap Erland ini. Karena sudah sering Erland menunjukan sikap seperti ini saat dia sedang melakukan terapi.


"Land, jangan kayak gini Nak. Ayo bangun dan percaya kalau kamu pasti bisa melewati semua ini"


Mami berjongkok disamping tubuh Erland, memeluk putranya dengan hati yang benar-benar hancur. Melihat putra satu-satunya ini harus mengalami hal seperti ini.


"Ayo bisa Nak, kamu pasti bisa"


"Gak Mi, aku ingin menyerah saja. Percuma terus berlatih jika pada akhirnya aku akan tetap duduk di atas kursi roda"


Mendengar nama kekasih hatinya disebut, seolah menjadi sumber semangat baru untuk Erland. Dia berdiri dengan di bantu oleh perawat dan Mami. Mulai kembali terapinya hari ini. Dan terlihat Erland yang lebih bersemangat dari sebelumnya.


Mami tersenyum melihat putranya yang kembali bersemangat untuk melakukan terapi. "Sepertinya Adriana memang sumber semangat Erland untuk melanjutkan hidupnya lagi"


...⭐⭐⭐⭐⭐⭐...


"Tante, ada apa Tante datang kesini? Tumben"


Tyas sedikit terkejut saat melihat Tante Syifa yang tiba-tiba datang ke rumahnya. Segera Tyas menyambut Tante dari suaminya itu, untuk masuk ke dalam rumahnya. Kini mereka sedang duduk di ruang tamu.


"Emm. Yas, dimana suamimu?"


"Masih di jalan katanya, perjalanan pulang Tan"

__ADS_1


Tante Syifa mengangguk mengerti. "Emm. Tyas, sebenarnya Tante kesini ingin meminga bantuan kamu"


Tyas sedikit mengerutkan keningnya, bantuan apa yang bisa dia lakukan untuk Tante dari suaminya ini. "Bantuan apa Tante?"


"Tolong bantu Tante untuk mempertemukan kembali Erland dan Adriana"


Deg..


Akhirnya apa yang Tyas tunggu selama ini terungkap juga. Baru kali ini Tante Syifa berani mengungkit tentang Erland. Karena selama ini, setiap Tyas menanyakan tentang Erland. Maka Tante Syifa selalu mencari alasan lain untuk mengalihkan pembinaan. Hingga pertanyaan tentang Eeland tidak pernah terjawab sama sekali.


"Maksud Tante bagaimana?"


"Erland lumpuh sekarang Yas.."


Tyas benar-benar semakin dibuat terkejut dengan ucapan Tante Syifa barusan. Apa mungkin ini alasan Erland menghilang selama ini? Gumamnya.


"Dia mengalami kecelakaan yang parah saat di luar negara. Dan kelumpuhan di kakinya yang membuat hidupnya benar-benar hancur. Dia memutuskan Adriana tanpa sebab, tanpa alasan yang jelas. Semuanya karena dia tidak mau Adriana susah karena harus menikah dengan pria lumpuh seperti dirinya. Erland tidak mau menyusahkan Adriana"


Kini, Tyas mengerti semuanya. Tentang alasan Erland yang tiba-tiba menghilang dan mengakhiri hubungannya dengan Adriana tanpa alasan yang jelas. Semuanya karena ini.


"Tapi, Tante rasa Adriana adalah sumber kebahagiaan Erland. Adriana juga semangat Erland. Jadi sepertinya mempertemukan mereka kembali adalah keputusan yang baik"


Dan setelah penjelasan Tante Syifa itu, Tyas mengerti kenapa Erland sampai melakukan ini pada Adriana. Ketika suaminya datang, Tyas langsung menanyakan kebenaran tentang Erland. Karena ternyata selama ini Ganesh mengetahui semuanya. Namun dia juga ikut menutup-nutupi semuanya.


"Aku juga tidak bisa melakukan apa-apa Sayang. Tante Syifa dan Om Erwin saja tidak bisa berbuat apa-apa saat Erland meminta dirinya dan keadaannya disembunyikan dari banyak orang"


"Yaudah, besok kita harus menemui Adriana, Mas. Kita harus menjelaskan semuanya. Aku yakin jika semangat sembuh Erland akan semakin tinggi jika Adriana berada disampingnya"


"Iya Sayang"


Dan keesokan harinya, Tyas dan Ganesh benar-benar pergi ke rumah Adriana untuk menemuinya dan menceritakan semuanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2