Mengejar Cinta Si Kembar

Mengejar Cinta Si Kembar
Kejutan Apa?!


__ADS_3

Erland mengizinkan istrinya pergi ketika Adriana bilang akan bertemu dengan ibunya. Erland bersyukur karena istrinya sudah benar-benar membuka hati untuk memaafkan ibunya.


Dengan diantar oleh supir, Adriana pergi ke sebuah taman. Sebelumnya Adriama sudah lebih dulu mengabarkan pada Mama untuk bertemu di taman ini. Dan benar saja ketika dia sampai di taman, Adriana melihat Mama yang sudah berada disana, duduk di salah satu bangku taman. Adriana segera menghampirinya dan duduk disampingnya.


Jjulia merasa tidak percaya saat tiba-tiba putrinya itu mengajak dirinya bertemu. Padahal sebelumnya dia sangat tidak mau berhubungan lagi dengannya.


"Jadi apa yang membuatmu meminta Mama untuk bertemu hari ini?"


Adriana menatap lurus ke depan, menghela nafas pelan. "Apa Mama tidak menyesal sudah meminta maaf pada Kak Tya?"


Mama menoleh dan menatap putrinya yang sama sekali tidak menatap ke arahnya. Mungkin memang Adriana masih marah padaku. Gumamnya dalam hati.


"Ya, Mama memang merasa menyesal karena tidak dari dulu meminta maaaaf pada Tyas. Mama menyesal karena sudah membuatnya terluka selamaini, padahal dia sama sekali tidak mempunyai salah apa-apa pada Mama"


Adriana tersenyum mendengar itu, bersyukkur karena ibunya kini telah benar-benar berubah dan benar-benar menyesali perbuatannya dimasa lalu."Kalau begitu aku juga akan memaafkan Mama karena Ka Tyas saja yang sudah banyak kita lukai, begitu mudah memaafkan kita tanpa syarat apapun. Jadi, aku juga akan memaafkan Mama, semua itu juga karena Kak Tyas yang memberikan aku nasihat kalau memaafkan lebih menyenangkan daripada harus terus menyimpan amarah dan dendam'"


Entah harus bagaimana Julia berterima kasih pada anak tiri yang dulu selalu dia sakiti hatinya.  Namun, saat ini justru dirinyalah yang merubah putrinya  ini menjadi sosok yang lebih baik.


"Terima kasih Nak, karena kamu sudah memaafkan Mama yang penuh dengan salah ini"


Adriana mengangguk, dia menoleh dan menatap pada Mama, jujur saja didalam hatinya Adriana begitu merindukan sosok ibunya ini. Dengan perlahan Adriana merangkul bahu ibunya dan akhirnya dia memeluk Mama  dengan tangisan yang pecah seketika. Adriana tetap seorang anak yang merindukan sosok ibu dalam hidupnya.


"Maafkan Riana karena sempat marah pada Mama"


Mama mengelus rambut putri kecilnya yang dulu sangat dia sayangi. Namun uang dan harta telah membuatnya buta bahkan dia bisa begitu tega meninggalkan anaknya dan suaminya ketika mereka jatuh miskin. Dan sekarang  Julia sedang mendapatkan balasannya. Dan dia benar-benar menyesal, sekarang ini dia akan benar-benar berubah menjadi lebih baik lagi.


"Tidak papa Nak, Mama juga salah. Maafkan Mama ya, atas semua yang telah Mama perbuat padamu"

__ADS_1


"Iya Ma, Riana juga salah. Kita sama-sama menjadi orang yang salah. Jadi mari kita sama-sma memperbaiki diri dari semua kesalahan yang telah kita perbuat dimasa lalu'


Mama mengangguk, sebenarnya dia tidak pernah menyangka jika putrinya yang dulu sangat manja padanya, kini telah benar-benar berubah menjadi wanita yang mandiri juga dewasa.


"Iya Nak, mulai hari ini mari kita mulai merubah diri kita menjadi lebih baik lagi"


Adriana mengangguk menyetujui.


...⭐⭐⭐⭐⭐⭐...


Akhirnya setelah saling memaafkan, Adrian memang merasa lebih tenang dan hidupnya pun lebih bahagia. Hari ini Adrana sudah siap dengan pakaian yang beberapa hari lalu baru saja selesai dibuat di butik sepupu suaminya yang dulu sering Erlita menjadi modelnya.


"Honey, apa kau sudah siap?" Erland masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang sudah siap dengan gaun dibawah lutut dan panjang lengannya sampai ke siku. Riasan tipis seadanya menambah Adriana terlihat semakin cantik.


Adriana berjalan menghampiri suaminya itu.  "Ya, aku sudah siap. Apa yang lain sudah berangkat?"


Erland memeluk Adriana dengan erat, menyandarkan dagunya di bahu  istrinya itu. "Honey kenapa kamu cantik sekali? Rasanya aku tidak ingin membawa kamu pergi ke acara pesta pernikahan Erlita. Hari ini kamu terlihat begitu cantik ddan aku tidak mau memperlihatkannya pada orang-orang diluar sana"


Erland mendengus kesal, dia melepaskan pelukannya dan menatap Adriana dengan wajah cemberut. Adriana malah tertawa kecil melihat wajah kesal suaminya. Entah kenapa wajah Erland yang cemberut selalu membuat Adriana merasa gemas.


Adriana menangkup wajah suaminya, lalu deanga secepat kilat dia memberikan dua kecupan di bibir suaminya itu. "Sudah ya, jangan cemberut lagi"


Erland tersenyum dengan memegangi bibirnya. "Sayang apa hanya sebuah kecupan saja? Tidak ada yang lainnya?"


Adriana mencubit hidung mancung suaminya dengan gemas. "Jangan ngaco, kita harus segera pergi sekarang"


Erland cemberut ketika istrinya sudah lebih dulu keluar dari kamar. Dia segera menyusul istrinya. "Honey tunggu aku!"

__ADS_1


Akhirnya setelah melewati banyak drama, kini mereka telah sampai di tempat acara pernikahan Erlita dan Pendy. Adriana terkekeh saat melihat suaminya yang mengusap ujung matanya ketika acara ijab qobul dilaksanakan.


Adriana tahu jika di balik sikap dingin Erland, tentu saja dia tetap menyayangi Erlita sebagai saudara kembarnya. Buktinya sekarang dia terlihat begitu terharu ketika melihat Erlita yang saat ini menikah dengan pria yang benar-benar dia cintai. Bukan karena terpaksa lagi.


...⭐⭐⭐⭐⭐⭐...


Acara berlanjut pada resepsi pernikahan. Erlita dan Pendy duduk di pelaminan dengan senyuman yang tidak pernah luntur di wajah keduanya. Pendy menatap gadis yang dia perjuangkan selama ini dan sekarang dia berada disampingnya sebagai istri sahnya. Sungguh bukan perjuangan yang biasa saja untuk Pendy bisa mendapatkan Erlita dan bisa sampai di titik ini.


Tidak jauh dengan yang Pendy rasakan, Erlita juga merasakan hal yang sama. Erlita telah terlalu lama mengorbankan perasaannya. Hingga saat ini pada akhirnya dia bisa bersama pria yang dia cintai.


Tapi meski begitu, Erlita tidak merasa menyesal karena dengan pengobarnannya selama ini, dia bisa membantu Erland dan saudara kembarnya itu sembuh dan terselamatkan pasca kecelakaan. Meski dirinya harus berkorban untuk itu. Tapi laggi-lagi takdir Tuhan telah membuat Erlita kembali pada Pendy yang menjadi sumber kebahagiaannya.


"Kenapa acaranya ternyata semewah ini?" bisik Erlita pada suaminya.


Pendy sedikit bingung dengan pertanyaan aneh istrinya itu. "Apa maksdumu? Ini adalah pesta pernikahan kita, ya tentunya harus mewah dong Bunda"


"Ya 'kan ini bukan pernikahan yang pertama untukku, apa kamu gak malu sama semua orang yang datang kalau kamu itu menikahi seorang janda"


"Tidak! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah merasa malu asalkan kamu yang berada disampingku, maka aku akan merasa bahagia, tidak peduli dengan statusmu atau apa yang dikatakan orang lain"


Erlita tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. "Terima kasih ya Sayang, karena kamu begitu tulus menerima aku dan keadaanku dan statusku. Pokoknya nanti malam akan mendapat kejutan untukmu"


"Kejutan apa?"


Erlita mendekatkan bibirnya di telinga Pendy. "Pokoknya kamu juga akan tahu''


Dan bisikan Erlita itu malah membangunkan sisi lain  dalam dirinya. Hembusan nafas istrinya malah membuat bulu Pendy meremang.

__ADS_1


Kejutan apa yang sebenarnya disiapkan oleh istriku, kenapa aku begitu penasaran ya.


Bersambung


__ADS_2