Mengejar Cinta Si Kembar

Mengejar Cinta Si Kembar
Kau Yang Pertama Kali Bagiku!


__ADS_3

Pendy membawa Erlita ke dalam kamar hotel yang memang sengaja disiapkan untuk mereka sebagai kamar pengantin. Ketika sepasang pengantin ini memasuki kamar, keduanya langsung terbengong ketika melihat suasana kamar pengantin. Tempat tidur yang dihiasi oleh taburan kelopak mawar  merah. Dan lilin aroma terapi yang membuat suasana romantis langsung terasa.


Erlita menatap suaminya dengan tatapan bingung dan juga malu, membayangkan yang akan terjadi diantara mereka setelah ini.


"Emm.A-aku mandi duluan ya.." Erlita segera berlalu ke kamar mandi.


Pendy yang melihat itu langsung tersenyum lucu dengan kelakuan istrinya itu. "Tingkahnya sudah seperti seorang gadis yang belum pernah menikah saja"


Pendy berjalan ke arah tempat tidur dan tersenyum ketika dia melihat taburan kelopak bunga mawar merah di atas tempat tidur dengan berbertuk love. Pendy duduk diatas pinggir tidur.


Akhirnya aku bisa memilikimu. Setelah melewati banyak rintangan yang aku lewati.Aku tahu jika Erlita juga tidak bahagia selama ini.


Dan Pendy benar-benar berjanji pada dirinya sendiri jika dia akan membuat Erlita bahagia dan menjaganya sampai  akhir hayatnya.


Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Erlita keluar masih menggunakan baju pengantin yang terakhir kali dia gunakan. Hal itu tentu membuat Pendy bingung. "Kenapa masih memakai baju itu?"


Erlita menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dian bingung harus menjawab apa atas pertanyaan suaminya itu. "Emm. Sebenarnya aku tidak membawa baju ganti"


Pendy tertawa mendengar ucapan istrinya itu. Pendy melambaikan tangannya pada Erlita agar istrinya itu mendekat padanya. Dan meski merasa ragu, Erlita tetap berjalan mendekati suaminya.


Pendy menarik tangan istrinya hingga dia terjatuh diatas pangkuannya. Memeluk Erlita dari belakang. "Sayang, jangan pakai baju saja. Lagian nanti juga akan dibuka lagi"


Erlita merasa sangat gugup ketika Pendy membisikkan hal itu. Sungguh saat ini Erlita sangat merasa gugup. Malam ini adalah malam pertamanya dengan Pendy, dan tentu saja dia merasa gugup karena ini adalah pengalaman pertama bagi Erlita. Meski mungkin suaminya ini tidak tahu tentang hal itu.


"Emm. Sayang, sebaiknya kamu ke kamar mandi dulu"


Pendy tersenyum ketika merasakan tubuh Erlita yang begitu tegang. Cup.. Pendy mencium leher belakang Erlita, semakin membuat Erlita gugup saja.Tubuhnya terasa  meremang karena kecupn suaminya itu.

__ADS_1


"Yaudah aku akan mandi dulu. Kamu tunggu disini..." Dan Pendy malah ingin tertawa karena istrinya masih terdiam diatas pangkuannya. "...Bunda, apa bisa kamu turun dulu. Aku tidak bisa berdiri jika kamu masih berada di atas pangkuanku"


Erlita terperanjat ketika mendengar ucapan Pendy barusan. Padahal dirinya sendiri yang menyuruh Pendy untuk ke kamar mandi. Tapi kenapa Erlita malah melakukan ini, sungguh dia sangat malu saat ini.


Erlita berdiri dari atas pangkuan suaminya dan  berdiri dengan wajah yang menunduk malu. Pendy hanya terkekeh melihatnya. Dia mengelus kepala Erlita sebelum berlalu ke kamar mand.


"Tunggu dan  bersiaplah untuk malam ini" bisik Pendy


Erlita benar-benar mematung di tempatnya dan  merasa jika ucapan suaminya barusan adalah sebuah isyarat jika malam ini dia tidak akan bisa lepas darinya.


"Aduh aku haru bagaimana sekarang? Aku benar-benar gugup sekarang"


Erlita benar-benar merasa gugup dan tidak bisa mengendalikan pikirannya dari kejadian yang akan terjadi malam ini. Tepat pada saat itu suara pintu yang diketuk membuat Erlita tersadar dari lamunannya. Dia segera membukakan pintu kamar hotel, dan seorang pegawai hotel menyerahkan paper bag.Dia mengatakan jika itu adalah pakaian ganti untuknya. Hal itu membuat Erlita merasa senang dan sedikit lega karena dia tidak perlu lagi memakai  gaun pengantin yang malah membuatnya merasa gerah.


Namun ketika dia membuka paper bag itu, Erlita benar-benar tercengang saat melihat baju di dalam paper bag itu. Sebuah gaun tidur yang transparan dengan tali pita di bagian lengannya.


Sebenarnya Erlita sangat bingung saat ini, tapi karena dia yang tidak punya pilihan lain lagi selain memakai gaun tidur transparan ini. Erlita juga sangat tidak nyaman ketika dia harus terus memakai gaun pengantin yang membuatnya tidak nyaman. Lagian dia juga tidak mungkin memakai gaun  pengantin untuk tidur.


Pendy keluar dari kamar mandi, dan dia cukup terkejut ketika melihat tampilan istrinya saat ini. Gaun tidur yang sangat seksi benar-benar membuat Pendy tidak bisa menahannya lagi.


Pendy berjalan mendekati istrinya itu, langsung naik ke atas tempat tidur dan memeluk istrinya dengan lembut.


"Sayang apa kau sedang menggodaku saat ini?"


Erlita tidak menjawab, dia hanya menundukan wajahnya karna merasa malu. Namun dia akan siap memberikan apa yang selama ini menjadi harta berharga dalam hidupnya.


Dan Pendy memulainya dari kecupan di bererapa bagian tubuh Erlita. Pendy sudah merasa heran ketika cara berciuman Erlita terasa sangat payah untuk seorang wanita yang sudah menikah. Dan semuanya terjawab  ketika dia mulai melakukannya. Erlita yang menjerit kesakitan dan juga darah segar yang menetes diatas seprei.

__ADS_1


"Bunda kamu...?"


Erlita tersenyu dan menganggukan kepalanya. Akhirnya dia telah memberikan kesuciaanya pada pria yang dicintainya.


"Aku tidak pernah melakukannya dengan Linux. Dan kau adalah yang pertama bagiku"


Pendy tentu terkejut mendengarnya, namun dia tersenyum bahagia karena ternyata dirinya adalah yang pertama baginya. Dan Pendy melanjutkan semuanya. Malam  yang panjang baru saja dimulai.


...⭐⭐⭐⭐⭐⭐...


Erland memeluk istrinya setelah dia selesai dengan kegiatannya malam ini. Adriana menatap wajah suaminya yang terlihat begitu tampan malam ini. Keringat yang membasahi tubuhnya karena kegiatan mereka malam  ini selalu membuat Adriana merasa jika suaminya itu begitu tampan dan menggoda.


"Sayang sampai saat ini aku tidak pernah menyangka jika aku bisa bersamamu. Kamu tahu, aku dan Kak Pendy itu benar-benar berjuang sekali untuk mendapatkan cinta kalian. Ya, kami adalah pengejar cinta si kembar"


Erland tersenyum mendengar itu, dia tentu tahu bagaimana dulu Adriana yang mengejar cintanya sampai dia rela untuk menjadi pembantunya disaat wanita lain langsung berhenti mengejarnya ketika Erland meminta merekan untuk menjadi pembantunya. Tapi Adriana memang berbeda.


Erland mengecup puncak kepala istrinya. "Honey, terima kasih ya karena kamu bertahan denganku sampai selama ini. Maafkan  aku jika dulu aku dulu selalu menyakitimu"


Adrina mengangguk, dia tahu  jika Erland memang memiliki sikap dingin yang terkadang terlalu kejam jika dia memang tidak suka dengan seseorang yang mendekatinya. Maka dia tidak akan segan untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak mengenakan hati.


Namun, berbedanya ketika ketulusan Adriana yang ingin berubah lebih baik dari masa lalunya membuat Erland benar-benar jatuh cinta padanya hingga saat ini.


"Yang penting sekarang aku dan kamu bahagia" Adriana semakin mengeratkan pelukannya dan seperti biasa dia akan terlelap dengan sendirinya jika sedang berada dalam pelukan suaminya ini.


Erland tersenyum saat menyadari jika istrinya telah terlelap dalam pelukannya. Dia mengecup kening Adriana lalu merebahkan tubuh Adriana diatas bantal.


"Aku mencintaimu, terima kasih karena sudah begitu tulus padaku"

__ADS_1


...End...


__ADS_2