
BELIMBING SARI, 1 JUNI 2024
Suara Dayu musik campur sari terdengar jelas di rumah ku karena hari ini adalah akan jadi hari spesial ku karena hari ini aku akan menikah. Ya dengan bermodal keyakinan dan kenyamanan bahwa laki-laki yang bernama Bagus Pratama adalah Laki-laki yang akan mampu membimbing ku mengarungi bahtera rumah tangga. Niat untuk beribadah membuat ku memutuskan menerima lamaran dari mas Tama salah satu nasehat yang cukup masih teringat dimemori ku yaitu pesan buk le Fatimah istri dari pak le Yatno sekaligus sepupu dari ibu mas Tama pada ku kala aku bimbang akan kemantapan untuk menerima atau menolak mas Tama untuk yang kedua kalinya.
"Nduk..... ada satu Nasihat Pernikahan Al Habib Umar BSA .
Jika menikah hanya dilandasi dengan rasa saling mencintai begitu pesan Umar Bin Khattab lalu dimana kedudukan Iman??
Betapa banyak yang saling mencintai tapi pernikahan mereka justru tidak berkah bahkan berakhir dengan cekcok maupun perceraian
Karena iman, Rasulullah sabar ketika di rumahnya hanya tersedia cuka lalu memakannya.
Karena iman Ali bin Abi Tholib sabar menjadi kuli menimba air dengan upah Segenggam kurma
Karena iman Fatimah az-zahra sabar menggiling gandum hingga tangannya melepuh.
Pernikahan sungguh tak seindah apa yang dikatakan para motivator ataupun buku pranikah akan banyak cobaan dan ujian, maka Pahamilah rasa cinta yang kadang tak bisa ikut berperang
__ADS_1
Hanya iman yang kuat dengan pedang kesabaran dikala susah. Senjata syukur dikala senang yang mampu menghadapi ujian dan cobaan oleh karenanya boleh boleh saja menikah karena saling mencintai namun pastikan perasaan itu hanya menjadi makmum dan Iman lah yang harus menjadi imam nya.
Pahamilah tak semua cinta itu melahirkan Iman Tapi semua Iman Insyaallah akan melahirkan cinta.
Niatkan untuk ibadah jika memang laki-laki itu sudah memiliki semua kriteria mu biarkan Allah yang menumbuhkan benih-benih cinta dihati kamu.
Mantapkan lah hati, jangan ragu nduk...
Jarang orang mendapatkan kesempatan kedua dan kamu Kembali seolah Allah ingin memberikan pemuda yang baik itu untuk mu dan begitu seolah sayang jika berjodoh dengan pemuda lain. Dan kamu dipertemukan kembali melalui perantara pak le dan buk le.
Dari kemantapan itulah aku berani mengambil keputusan menerima mas Tama karena betul yang dikatakan buk le. semua kriteria untuk calon suami ku ada pada mas Tama dan bonus nya kedua orang tuanya yang juga merestui aku bahkan terlihat jelas ibunya menginginkan aku menjadi menantunya.
Aku Sudah siap dengan mengenakan beludru emas panjang hingga membentuk seperti train sebagaimana baju pengantin modern. Hijabnya kemudian tertutup cundhuk mentul serta ronce melati tibo dodo dan selendang yang tergerai di belakang punggung. Di pergelangan tangan, berhias gelang binggel kana.
Entah mengapa ketika aku akan menyewa pelaminan dan baju pengantin mas Hardi mengatakan kalau mas Tama meminta untuk baju pengantin nya mengenakan hijab. Hal itu sempat aku tanyakan kepada mas Tama saat itu melalui telpon.
__ADS_1
"Saat proses ijab dan resepsi nanti kita akan jadi raja dan ratu sehari Ran dan aku tidak mau mata laki-laki yang bukan mahram mu menikmati aurat mu yang jelas akan terlihat sangat mempesona dihari pernikahan kita. Bukankah setelah ijab semua yang kamu lakukan akan menjadi pertanggungjawaban ku saat dihari akhir nanti Ran....Ku mohon aku hanya ingin istri ku hanya milik ku. aku tidak ingin ada laki-laki lain yang berpikir kotor apalagi sampai menikmati indahnya kecantikan istri ku walau tidak sampai harus menutup muka mu dengan cadar Ran... Mohon mengerti... Ran..."
Mendengar penjelasan nya yang terdengar tulus serta alasan yang jelas membuat ku tidak bisa menolak. Aku hanya khawatir karena keseharian ku aku tidak lah berhijab dan ketika menikah menggunakan hijab apakah tidak akan jadi omongan orang. Tapi ketika Mak e mendengar alasannya Mak ikut memantapkan hati ku bahwa mas Tama benar dan sebagai seorang yang nanti aku akan menjadi istri harus mendengarkan permintaan suami Ku. Bukankah nanti setelah ijab aku masih akan berganti baju sebanyak 3 kali dan itu tentu sudah masuk kedalam pertanggungjawaban suami ku padaku.
"Baiklah kepada seluruh panitia untuk bersiap-siap karena calon mempelai pria sudah hadir di tengah-tengah kita. Kepada bapak Narso beserta pengombyong (pengantar pengantin) kami ucapkan selamat datang dan memasuki tempat yang telah kami sediakan"
Suara MC membuat aku semakin gugup. Lilik yang melihat aku begitu gugup mencoba menenangkan ku dengan guyonannya yang selalu asal ngomong.
"Tenangkan hati mu Ran... nanti kalau sudah malam pertama Ndak bakal laki deg deg an kayak gini....."
"Aduh.... aduh....." ucap Lilik setengah meringis karena ku cubit pinggang nya yang dengan tanpa dosa membahas malam pertama.
"Kamu itu kayak pernah malam pertama saja..."
"Ya... setidaknya aku sudah membaca artike apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan untuk malam pertama yang jelas tidak ada adegan mencubit pasangan....yang boleh mencium pasangan...."
"Lilik...........!" Aku setengah berteriak dan melotot setelah mendengar bahasa vulgar nya.
__ADS_1