
Tenggorokan ku terasa kering dan aku merasakan ada sebuah lengan yang hangat kini menjadi bantal ku. Dan deru napas seseorang yang begitu dekat terasa di depan wajah ku.
Kucoba buka kedua mata dan betapa kagetnya aku karena sedang berada dalam dekapan mas Tama dan kami tidur berhadapan belum lagi satu lengan yang menjadi bantal ku dan yang satu memeluk erat pinggang ku.
Tenggorokan ku terasa begitu kering tetapi lengan yang kokoh ini bagaimana cara menyingkirkan nya tanpa membuat mas Tama terbangun. Ku coba perlahan memindahkan lengan yang sedang memeluk ku. Dan aku beringsut turun dari kasur dan mengambil segelas air yang berada di nakas.
Aku menoleh kebelakang terlihat pria yang sudah menjadi suami ku tidur dengan nyenyak. Entah kenapa kali ini seolah dia tahu apa yang kupikirkan ketika akan berangkat kemari, malam ini dia memeluk ku tanpa meminta izin. Tetapi kuperhatikan memang tidak ada guling di ranjang king size ini.
Aku beranjak ke arah meja yang berada disudut ruangan kamar ini. Terlihat sebuah laptop yang berada diposisi tertutup dan sebuah printer serta sebuah Foto mas Tama sekeluarga.
Tiba-tiba aku menjatuhkan sebuah Staples yang tak sengaja tersenggol oleh siku ku.
"Rana....." Suara parau mas Tama terdengar. Seperti nya pria itu kaget mendengar suara Staples yang jatuh.
"Maaf mas, Rana terbangun dan tidak bisa tidur jadi lihat-lihat meja kerja mas Tama. Maaf kalau lancang"
Mas Tama keluar dari selimut nya dan meminum segelas air yang berada di nakas lalu berjalan ke arah ku. Dengan posisi membungkuk mas Tama membuka dan menghidupkan laptop nya tak berapa lama ketika laptopnya menyala mas Tama membuka sebuah folder yang bernama Kirana. Dan ketika folder itu di klik 2 kali oleh mas Tama muncul lah beberapa foto dan rekaman aku sedang bekerja di fotokopi pak Agam dan sedang membagikan nasi bungkus di perempatan lampu merah.
Aku seakan tak percaya lalu mas Tama membuka foto-foto tadi dengan slide.
"Mas yang harusnya minta maaf. Maaf mencuri foto kamu. Sebenarnya mas sudah sempat hapus foto kamu ketika kamu menolak lamaran mas tapi.... alhamdulilah bisa diselamatkan ketika kamu menerima mas karena bisa di recovery".
__ADS_1
"Kenapa tidak coba pedekate mas? kenapa memilih mengagumi dibalik kamera?"
"Mas tahu kamu punya pacar waktu itu. Tapi mas pernah lihat pacar kamu itu makan di sebuah rumah makan dengan seorang wanita yang jelas dari gesture nya bukan sekedar teman terus mas pernah ketemu pacar kamu di pantai dan Kemabli Sama orang yang sama malah posisi naik motor mesra lagi. Maka dari itu mas berharap kamu tahu sendiri. Bukankah wanita baik-baik akan bertemu dengan laki-laki yang baik?"
Aku tidak bisa berkata apa-apa aku begitu terharu begitu tulus kah lelaki ini mencintai aku.
Kini kami bertatapan dengan posisi mas Tama masih membungkuk di sebelah ku dan tangannya memgangkat dagu ku. Aku memejamkan mata cukup lama tiba-tiba mas Tama melepaskan tangan nya dan aku membuka mata karena kaget kenapa lagi dia mengurungkan sesuatu yang aku pun penasaran bagaimana rasanya.
"Kenapa mas.... Mas takut mengingkari janji?" tanya ku Polos menatap mata mas Tama mencari jawaban.
"Hhh...,. mas tidak mau first kiss ini dilakukan disaat bangun tidur. Mas belum gosok gigi hehe...."
Entah karena penasaran atau entah karena aku telah lelah berkompromi dengan hati ku selama satu Minggu ini. Tapi tubuh ku seolah melawan ego ku yang begitu kuat satu Minggu ini.
"Cukup Ran.... mas tidak mau khilaf... mas takut tidak bisa menahan lalu meminta hak mas yang mungkin kamu masih belum bisa berikan"
Tiba-tiba mas Tama mendorong tubuh ku dan mundur satu langkah.
Aku terduduk di kursi kerja mas Tama. Dan aku meneteskan air mata. Entahlah kenapa butir-butir hangat ini menetes dan hatinku meronta. Aku merasa malu dan merasa seolah ditolak saat membuka hati.
"Ran..... kamu kenapa mas minta maaf....." mas Tama kini telah duduk berjongkok dihadapan ku dan menghapus air mata dipipi ku.
__ADS_1
"Katakan Ran, sebuah rumah tangga butuh keterbukaan, butuh komunikasi. Kita baru beberapa hari menjadi suami jstri perlu waktu untuk memahami Masing-masing karakter dari kita. Mas bukan paranormal yang bisa tahu apa yang kamu pikirkan dan apa yang kamu rasakan... Katakan Ran kenapa kamu menangis...." Mas Tama menggenggam kedua tangan ku dan menatap netra ku penuh penyesalan.
"Entahlah mas... aku pun tidak tahu apa yang aku rasakan. Seolah aku merasa kamu permainkan. Kamu memberikan sentuhan-sentuhan kecil pada ku. Kamu memberikan aku cinta dan kasih sayang. Bahan untuk menyentuh ku pun kamu harus meminta izin ku terlebih dahulu. Bukankah kamu meminta aku untuk belajar membuka hati ku mas....... Dan saat aku merendah kan diriku dengan menurunkan ego ku untuk membuka hati, mencoba menerima kamu dengan ingin melayani mu, ingin memberikan hak mu sebagai seorang suami juga hak ku sebagai seorang istri yang tertunda. Tiba-tiba kamu menolak ku seolah aku wanita penggoda hiks....hiks...." Aku mengakhiri perkataan ku denah Isak tangis yang tak terbendung.
Mas Tama berdiri dan memeluk ku. dan tangan nya membelai lembut punggung ku.
"Mas minta maaf Ran....mas minta maaf..... mas tidak peka..... Mas minta maaf. Kamu boleh marah, boleh pukul mas. Tolong jangan menangis.... mas tidak bisa melihat perempuan menangis"
Pelukan mas Tama makin erat dan kini bertubi-tubi dia mencium kening ku. Tidak lama ia melerai pelukan nya dari ku.
"Kamu ingin menjalankan ibadah bersama di kamar ini?"
Dan aku menganggukkan kepala walau berkali-kali syaraf-syaraf di otak ku memberi perintah untuk menolak tetapi sebagian hati dan tubuh ku berkata lain.
Kini mas Tama menatap ku dan kembali melakukan aktifitas yang tadi tertunda. Lembut.... ya lembut sekali bibirnya mengeksplor bibir ku. Hingga kedua tangan nya pun memegang pinggang dan Tengkuk leher ku.
Seketika dia menggendong ku dan mematikan saklar lampu. Sentuhan demi sentuhan pun dilakukan oleh mas Tama begitu lembut dan ketika aku merasakan tidak lagi ada gamis yang tadi ada ditubuh ku mas Tama menutupi tubuh kami dengan sebuah selimut. Hingga sentuhan demi sentuhan terjadi dibalik selimut. Tampak mas Tama mengecup kening ku cukup lama dan membaca sebuah doa hingga kami malam ini menikmati surga nya dunia yang sering orang-orang katakan.
_______________________
Maafkanlah karena masih suasana puasa author tak kuasa memberikan yang hareudang-hareudang.
__ADS_1
ditunggu updatenya ya... karena setelah ini lebih ke banyak konflik pengantin baru dan rumah tangga baru. Kan Kirana baru sedikit cinta belum cinta beneran 😊😊😊😊