
Setiap pagi aku dan mas Tama akan sama-sama merawat Mak e. Aku butuh bantuan mas Tama untuk mengangkat tubuh Mak e ke kursi roda dan memindahkan Mak e kembali ke kasur setelah Mak e mandi.
Kami memutuskan untuk merawat Mak e bersama-sama. Terlepas dari ART yang ada 2 orang serta satpam 2 orang yang membantu kami dirumah ini.
"Mas, tolong angkat Mak e. Ini udah selesai Mak e mandi nya" aku muncul dari balik pintu dan melihat mas Tama duduk menatap ponselnya.
Mas Tama berjalan dan meninggalkan ponselnya ke arah kamar Mak e. Kamar kami memang hanya terpisah oleh tembok. Sehingga ketika Mak e membunyikan tombol alarm nya maka aku akan cepat masuk kekamar Mak e.
Entah kenapa berjalan hampir 2 tahun setengah aku melihat mas Tama tidak berubah dan yang lebih aku makin menyayangi suami ku. Ia sangat menyayangi Mak e seperti memperhatikan ibu sendiri.
Jika dahulu sebelum pindah kerumah ini dan merawat Mak e mas Tama akan tertidur pulas setiap melakukan ibadah dibalik selimut, maka hal itu tak aku dapati selama dirumah ini hampir 4 bulan. Mas Tama akan cepat bangkit dan mematikan fungsi kedap suara di kamar kami.
Khawatir Mak e memanggil ku butuh sesuatu. Selain itu mas Tama juga tidak terlalu membahas tentang kami yang masih belum kunjung diberikan buah hati.
"Ran, mas besok harus ke Yogyakarta. Kamu besok sama Bim Ipeh saja ya kalau lagi rawat Mak e." Mas Tama kini mengembalikan kursi roda di tempat semula setelah membaringkan Mak e.
__ADS_1
"Dan untuk antar kontrol Mak e biar pak Dodi yang antar ke Rumah sakit. Aku ke Yogyakarta naik pesawat saja ya Ran." Mas Tama kini duduk di atas ranjang Mak e dan mengambil gunting kuku ditangan ku.
Mas Tama meminta ku untuk menyuapi sarapan Mak e saja. Dan dia akan melanjutkan menggunting kuku kaki Mak e.
Aku lebih memilih menggunting kuku Mak e selepas mandi. Karena akan lebih lembut dipotong. Dan kebetulan ini hari Jumat.
"Ga apa ya Mak sama pak Dodi dulu. Besok Tama mau lihat prospek usaha kuliner di Yogyakarta. Doakan Tama Mudah-mudahan semoga berkah buat Tama dan Rana ya Mak."
mas Tama mengehentikan kegiatan nya dan menatap Mak e.
"Mak besok kita berangkatnya agak pagi ya Mak. Soalnya teman Rana yang doter Tiara akan pindah tugas juga ke Yogyakarta." aku mengelap bubur yang berada diujung bibir Mak e.
Walaupun Mak e hanya mengedip-ngedipkan mata dan mengangguk serta menggeleng kan kepala, setidaknya aku dan mas Tama selalu mengajak Mak e mengobrol.
"Kenapa dia pindah Ran?." mas Tama kembali memotong kuku Mak e di bagian kaki kanan nya.
__ADS_1
"Malang betul nasib Tiara itu mas, dia menikah 3 kali dan ketika menikah yang ketiga suaminya meninggal tepat setelah dia hamil 3 bulan. Bulan depan waktu kelahiran bayi nya mas. Dia ingin dirawat oleh ibu nya."
"Mas sedikit tertarik kisah sahabat baru mu itu. Kamu bilang dia cantik, pintar dan Istiqomah dalam menutup auratnya. Lantas kenapa bisa menjanda 2 kali. Kalau yang ke 3 sudah jelas alasannya" Mas Tama menatap ku sekilas.
"Kurang paham mas, karena Tiara itu tipe orang yang tidak mau menceritakan aib. Jika baginya itu aib nya atau orang lain maka dia memilih bungkam. Tapi dari sosok periang dan baik hati nya ada sosok rapuh karena matanya kadang menahan air mata jika mengingat seseorang atau masalalu pernikahan nya mas" Aku beranjak ke meja dan meletakkan mangkuk kosong bubur ayam yang sudah habis ku suapi ke Mak e.
"Cantik? kamu sedang memuji wanita lain dihadapan suami mu ini? kamu tidak sedang menggoda suami Ran? mas hanya penasaran masalah nya bukan paras wajahnya" mas Tama menggoda ku dengan senyum yang dibuat nya terlihat penuh selidik.
"Mas.... malu tuh dilihat Mak e" aku manyun dan pipih ku bisa kupastikan merona merah karena malu mas Tama selalu begitu bercanda dan menggoda ku dihadapan mak e . Terlihat kepala Mak e bergerak dapat kupastikan Mak e menahan tawa dan rasa geli karena rona wajah dan tingkah kikuk ku.
Aku cepat membawa mangkuk bubur tadi ke dapur karena malu dilihat Mak e.
"aku tahu tujuan mu untuk menghibur Mak e mas. Karena aku hapal betul kamu tidak pernah umbar kemesraan didepan siapapun tapi semenjak merawat Mak e kamu selalu berusaha melakukan hal konyol dan Mak e pasti tertawa. Kamu mantu idaman mas....." aku bergegas ke dapur setelah tertegun di pintu kamar.
"
__ADS_1