Menikah Berujung Cinta.

Menikah Berujung Cinta.
BAB 78 CINTA SAMPAI MATI


__ADS_3

Aku duduk di sofa ruang tamu dengan lemas dan menangis. Terlihat sebuah surat yang aku bawa dari kantor Tim pencarian korban Pesawat naas yang membuat suami ku menghilang tergeletak di meja kaca segi empat itu.


Pemerintah memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan pesawat naas itu. Keputusan itu disampaikan Kepala Basarnas Korban pesawat naas rute Lampung-Yogyakarta dalam keterangan pers nya.


Hari ini aku memutuskan untuk kembali ke Lampung setelah hampir 1 bulan aku menetap di kota gudeg ini. Walau 3 bulan terkahir aku bolak balik Lampung Yogyakarta.


Ibu mertua ku mencoba menguat kan aku. Aku pun seakan telah di latih beberapa bulan ini untuk tetap harus sehat, kuat karena ada janin di dalam rahim ku .


________


Genap 7 Bulan usia kehamilan ku. Aku masih belum bisa melupakan mas Tama. Aku masih melanjutkan kehidupan dengan membuka bimbel bahasa Inggris dan sebuah Paud di sebelah rumah.


Karena mas Tama membeli tanah yang disebelah rumah kami. Sehingga aku mendirikan sekolah Paud. Aku pun masih ada kegiatan. Sebenarnya tanpa aku bekerja pun, pengadilan atas kerja keras mas Tama selama ini mampu menghidupi aku dan anak ku. Bahkan untuk sampai anak ku memiliki anak pun semua kebutuhan ekonomi kami akan tercukupi dari hasil investasi mas Tama dengan beberapa sahabat dan rekan bisnis nya.


Namun aku tidak ingin berlarut dalam kesedihan dan ingin mencari kesibukan akhirnya memutuskan menciptakan dunia baru ku tanpa mas Tama.


Beruntung selama masa kehamilan ini aku tidak merasakan mual dan muntah seperti kebanyakan orang. Mak e yang telah sehat dari stroke nya ikut menemani aku di rumah dan selalu siaga disaat perut ku mulai sering kram memasuki usia 8 bulan.


Sore hari aku duduk di taman belakang rumah sambil menikmati teh dan roti bakar yang Mak e buat. Aku memilih sebuah lagu dari Andika kangen ban yang berjudul Cinta Sampai Mati dari ponsel ku dan ku pasang headset di telinga kiri ku.


Duhai engkau sang belahan jiwa


Namamu terukir dalam pusara


Di setiap langkah ku selalu berdoa


Semoga kita bersama


Labuhkanlah cintamu di hidupku


Ku ingin kau tahu betapa merindu

__ADS_1


Hiduplah engkau denganku


Dengarkanlah


Di sepanjang malam aku berdoa


Bersujud dan lalu aku meminta


Semoga kita bersama


Seketika air mata membasahi pipi ku dan aku mendengar bel, Bik Atun melihat aku sedang memejamkan mata berinisiatif membuka pintu dengan cepat setelah bel berbunyi. Bik Atun pergi kedepan. Aku masih tengelam dalam merdunya suara Andika.


Dengarkanlah


Di sepanjang malam aku berdoa


Cintaku untukmu selalu terjaga


Dan aku pasti setia


Ha


Labuhkanlah cintamu di hidupku


Ku ingin kau tahu betapa merindu


Hiduplah engkau denganku


Dengarkanlah


Di sepanjang malam aku berdoa

__ADS_1


Bersujud dan lalu aku meminta


Semoga kita bersama


Dengarkanlah


Di sepanjang malam aku berdoa


Cintaku untukmu selalu terjaga


Dan aku pasti setia


Dengarkanlah


Di sepanjang malam aku berdoa


Bersujud dan lalu aku meminta


Semoga kita bersama


Dengarkanlah


Di sepanjang malam aku berdoa


Cintaku untukmu selalu terjaga


Dan aku pasti setia dengarkanlah


Aku pun melanjutkan pekerjaan bik Atun yang tadi sedang menyiram tanaman di halaman belakang. Ku ambil selang berwarna hijau itu dan mengarah kan ke Tanaman-tanaman bunga serta beberapa apotik keluarga yang ku buat agak mepet ke pagar.


Aku dikagetkan dengan sebuah tangan menutup mata ku. Aku merasakan tangan itu sedikit kasar. Aku menarik napas untuk tahu aroma tubuh siapa yang sedang menutup mata ku dari arah belakang.

__ADS_1


"Mas Hardi?"


Tebak ku tetap memegang selang air.


__ADS_2