
Hari ini aku pulang dari acara perkemahan akhir tahun yang diadakan oleh SMA tempat aku mengajar. Kegiatan ini rutin diadakan oleh sekolah ku setiap tahunnya. Mas Tama tidak bisa ikut karena tidak bisa izin selama beberapa hari mengingat kepala dinas nya baru diganti bulan lalu dan lebih ketat untuk izin dibandingkan kepala dinasnya yang lama.
Mas Tama menjemput ku di depan sekolah, terlihat suami ku itu mengenakan denim jeans dan sepatu sneakers seperti Vans. Mas Tama berjalan ke arah ku dan mengambil tas ransel yang aku sandang. Dan dengan santainya suami ku ini mengandeng tangan ku didepan guru-guru lain yang baru turun dari bis dan menunggu jemputan dari keluarganya.
"cie.. cie.... Buk Kirana padahal sudah satu tahun lebih menikah masih kayak orang pacaran aja sih Bu...." goda Ibu Lingga Guru Agama Kristen yang kini berada di sebelah ku.
Aku hanya bisa tersenyum kikuk. Karena hal ini seolah menjadi konsumsi para teman-teman ku mengajar setiap mas Tama menjemput ku. Aku berpamitan kepada teman-teman untuk pulang terlebih dahulu karena 3 hari berkemah membuat tubuh ku rasanya begitu lelah dan mata yang kurang tidur pun ingin segera memejamkan mata lagi dikamar yang dirindukan tentu saja pelukan hangat suami saat tidur itu yang dirindukan.
"Lancar acara nya sayang?" tanya mas Tama didalam mobil yang masih satu tangannya menggenggam tangan ku.
"Alhamdulilah lancar mas... Tapi yang seru ketika ada kegiata di sawah mas... aku berasa nostalgia masa kecil ku... ah... dulu kalau pulang dari sawah dengan tubuh penuh lumpur Mak e bakal marah karena aku bolos mengaji hanya karena main disawah sekedar mencari keong, atau mencari ikan kecil-kecil... aku kangen Mak e mas..." Tatapan ku keluar jendela merindukan ma e yang sudah 6 bulan ini aku belum bertemu karena belum sempat pulang.
"Nanti libur sekolah kita ke kampung, kamu boleh menginap disana atau kita ajak Mak e kerumah selama kamu libur. Mas cuma libur Sabtu Minggu dan tanggal 1 sayang...."
Tidak lama kami sampai dirumah. Yang makin membuat aku selalu mencintai suami ku dia selalu bisa memberikan hal-hal kecil namun selalu hangat di hati ku. Seperti saat ini ketika pulang padahal baru beberapa hari aku tidak dirumah, posisi ruang tamu dan dapur sedikit berbeda. Mas Tama merubah posisi kursi dan meja sehingga terasa suasana baru belum lagi sebuah menu favorit ku Rica-rica Ayam kampung dan dan beberapa lalapan seperti kemangi dan selada membuat aku makin merasa selalu dimanjakan oleh suami ku.
"Sudah sampai kapan mau peluk mas kayak begini... ayo... makan dulu biar cepet fit lagi"
"Terima kasih suami ku sayangi.... "
Kami makan bersama dan setelah itu aku mencuci beberapa pakaian yang kotor selam aku berkemah.
setelah hari makin siang aku mencoba memejam kan mata namun sia-sia.
"Kenapa Ran... pasti badannya itu yang bikin kamu susah tidur..." mas Tama bangkit dari meja kerjanya dan duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Padahal capek banget,tapi ga bisa tidur mas.. ga biasa tidur siang kali ya mas...."
"mau cepat tidur nya...." mas Tama tersenyum smirk ke arah ku.
"Apa sih mas... "
"Hahaha.... ada yang merindukan permainan dibalik selimut seperti nya hahaha... "
"Mas...."
"Sudah.... sudah jangan mikir aneh-aneh. Sekarang kamu ganti baju. Mas tunggu dibawah ya..."
"Mau kemana mas...."
"Pokok nya ganti baju mas ajak ketempat biar istri mas makin fit dan cantik" mas Tama sudah berjalan kearah pintu luar dan mengambil kunci mobil serta kedua handphone nya.
Beberapa menit kami sampai di sebuah salon kecantikan Woman Spa yang terlihat cukup banyak kendaraan di halaman parkir nya.
Mas Tama menggandeng aku masuk kedalam Spa dan menuju lobby spa. lalu aku diarahkan ke ruangan oleh masseuse-nya.
Ini kali ke 4 aku ke spa ini selama menikah dengan mas Tama. Tempat ini adalah favorit ibu mertua ku ketika beliau kekota untuk merilekskan tubuh dan merawat kecantikannya.
"Mas tunggu disini ya... sana cepat masuk" Mas Tama duduk di ruang tunggu dan menyuruhku masuk kedalam.
Kelar melepaskan pakaian, aku keluar dan diminta duduk dan merendam kaki ke baskom berisi air hangat dan campuran garam laut, kemudian masseuse-nya mulai memijat kaki. Setelah mungkin sekitar 5-10 menit, aku diminta naik ke kasur pijat dan diminta tengkurap. pijatan demi pijatan nya terasa begitu nikmat dan aku pun sempat ketiduran dan dibangun kan ketika massage-nya selesai.
__ADS_1
Selesai spa, masseuse-nya bilang kalo aku bisa istirahat dulu di lounging area sambil minum water fusion timun. Terlihat disana seorang wanita yang seumuran dengan ku dan terlihat kecantikan alami dari wanita itu. Kulit putih mulus serta hidung nya yang mancung, dari wajah nya terlihat seperti keturunan orang Arab. Aku berasa basi menyapa wanita itu karena hanya ada kami berdua di ruangan ini.
"Boleh duduk disini mbak.." pinta ku sopan pada wanita yang tampak asyik dengan gawai nya
"Silahkan mbak..." tampak wanita itu sedikit menggeser tubuhnya memberi ruang pada ku di sebuah sofa berwarna coklat.
"Terima kasih...." tampak wanita tadi masih sibuk dengan gawai nya.
Beberapa menit aku pun sibuk dengan gawai ku. Namun terdengar suara lembut dari wanita disebelah ku.
"Customer tetap ya mbak?" tanya nya pada ku.
"Ya... tapi jarang kemari kalau memang tubuh sudah butuh perawatan baru" jawab ku ramah
"Owh... sama dong. Aku juga, aku nyaman disini karena tempatnya cukup privasi untuk kita perempuan dan pelayanannya juga. jadi tidak takut kalau kita akan dilihat orang tidak seharusnya melihat kita seperti ini" jelasnya padaku.
"Mbak juga pakai hijab?" tanya ku. Karena di spa ini tidak khusus untuk wanita berhijab namun pelayanan dan fasilitas ruangan yang ditawarkan yang sangat tertutup membuat wanita berhijab seperti ku cukup nyaman dengan spa ini.
"Alhamdulilah... mbak nya?" Tanya wanita itu.
"Owh, aku Sama... tapi belum lama" jawab ku sambil tersenyum.
"Lama tidaknya yang penting kita bisa Istiqomah mbak" jawab nya dengan suaranya yang begitu lembut.
Ah entah kenapa aku merasakan begitu hangat dan nyaman berbicara pada wanita ini. Seolah sudah tidak asing dengan wanita ini. karena merasa asyik mengobrol seputar tentang hijab dan beberapa menyangkut ilmu tentang wanita dalam pandangan Islam. Aku bisa menyimpulkan bahwa wanita ini bukan sembarang wanita. Dia paham hal-hal yang aku sendiri baru tahu setelah obrolan kami tadi. Aku kagum selain cantik tetapi dia juga pintar dan ilmu tentang agamanya menurut ku cukup memadai.
__ADS_1
"Kirana mbak... panggil Rana saja..." jawab ku ketika dia akan berpamitan dan ingin menyebut nama ku dan ku terima uluran tangannya.
"Owh... saya Mutiara... panggil Tiara Saja ga usah pakai mbak. Senang bisa kenal dan mengobrol dengan mbak Rana. Semoga dilain waktu bisa ngobrol bareng lagi" terlihat senyum wanita itu begitu menambah kecantikan nya. Wanita yang cantik tanpa berbalut make up begitu langka dizaman Sekaran batin ku setelah dia meninggalkan aku di lounging area. Sepertinya aku pernah bertemu dengannya namun entah Dimana. Entahlah tapi hati ku selalu bertanya-tanya siapa dia....