
Hampir satu bulan aku menikah. Dan satu bulan juga ternyata kami harus menyamakan pemikiran serta kebiasaan. Dan aku harus terbiasa dengan handuk yang basah diatas kasur sehabis mas Tama mandi, Sisir yang akan menghilang dari meja rias setelah mas Tama mandi, parfum atau deodoran yang tidak ditutup serta dikembalikan pada tempatnya. Belum lagi kunci mobil atau motor yang akan menghilang disaat akan dibutuhkan. Bahkan Sebuah handphone pun harus aku Telpon menggunakan ponsel ku dulu didalam rumah ketika mas Tama lupa meletakkannya.
Untuk di dapur akan lebih mengenaskan lagi ketika aku akan membuat teh tetapi tiba-tiba toples gula terlepas dari genggaman karena aku tinggal memegang tutup nya saja, diakibatkan tidak rapatnya tutup toples tersebut. Dan terkadang ada banyak semut di dalam toples karena tidak rapatnya tutup toples gula tersebut.
Terlihat mas Tama keluar dari kamar mandi dengan tersenyum ke arah ku yang sekarang telah menunggunya di atas sajadah untuk shalat Shubuh.
2 minggu kami tinggal dirumah ini berdua, kami Mulai mengenal satu sama lain. kekurangan satu sama lain dan kelebihan satu sama lain.
Dan kami telah memilih waktu setiap akan beristirahat kami memilih waktu satu atau setengah jam di atas tempat tidur untuk sekedar mengobrol aktifitas kami seharian di tempat kerja dan apa yang kami rasakan satu hari ini.
Dan pagi ini mas Tama untuk pertama kali nya meletakan handuk basahnya di Hanger handuk yang terdapat di sebelah balkon. Lalu ketika setelah memakai deodoran nya untuk pertama kalinya benda itu Kembali ke tempat semula. Begitu pun sisir.
Ketika mas Tama telah siap dengan baju Koko dan sarungnya dia berjalan ke arah ku masih degan senyuman nya.
"Solusi yang cerdas, karena berulang kali istri mas ini mengingatkan maka akan berulang kali pula mas mengulangi dan berakhir dengan rengekan kecil mas Tama....." Mas Tama menirukan gaya dan suara ku ketika kejadian-kejadian tentang sekelumit masalah dua orang yang satu atap, satu kamar dan harus saling melengkapi.
__ADS_1
Ya, aku merasakan hanya karena handuk, hanya karena parfum yang tidak ditutup kembali serta sisir yang tidak kembali pada tempatnya sering membuat ku merasa kesal. Dan rasa kesal kepada seorang suami itu tidak baik. Maka aku mencoba tips dari Mbah Google yang ku baca salah satu tipsnya yaitu menempelkan stiker-stiker kecil yang bertuliskan dimana harusnya barang-barang itu dikembalikan. Dan ternyata pagi ini stiker-stiker itu menunjukan keampuhannya. Dan untuk handuk aku menempel stiker di belakang pintu maka akan terbaca ketika akan keluar kamar.
"Kamu tidak ke sekolah sayang...."
"Tidak ada jam hari ini karena kemarin sempat tukeran jadwal sama guru bahasa Jepang".
"Baiklah, mas berangkat ya.... Eh.... tunggu dulu... sepertinya kamu lupa menempel satu stiker..."
"Stiker untuk apa lagi mas? di dapur sudah cukup, ada ditutup gula dan kopi, ada di kerangan air, ada di kulkas, dan untuk kunci mobil dan motormu memang tidak ku tempel stiker tapi ku sudah ku gantungkan mainan kunci alarm jadi ketika lupa cukup tinggal hidupkan bluetooth di hp mas atau bertepuk tangan 3 kali"
"Di sini....." tiba-tiba mas Tama mengecup kening ku cepat.
"Biar, kita suami istri masih pengantin baru hehe..."
"Kalau yang itu mas Tama tidak pernah lupa... Bahkan aku berharap ibu menginap disini agar setiap malam suami ku ini tidak menjadi membuat ku begadang" Aku mencubit pinggang mas Tama, salah satu hobi ku untuk mengganggu suami ku karena dia akan meringis kesakitan dan berujung akan memeluk ku Erat.
__ADS_1
"Sudah cepat pergi nanti terlambat, jangan lupa nanti sore kita ke rumah Lilik, dia minta kita datang sebelum magrib Ijabnya setelah isya" Aku melerai pelukan ku dari mas Tama.
"Baik, kado nya sudah siap kan?"
"Sudah... tapi apa ga kemewahan mas..."
"Tidak, biar istri mas ini mau juga kesana. Toh mas ingin menikmati hasil kerja keras mas selama ini selama hampir 4 tahun mas menjadi investor di RLK hotel mas belum pernah menginap disana. Dan ini momennya pas jadi kita bisa jadi Honeymoon Couples walau cuma satu 2 hari satu malam. Mas berangkat dulu ya Assalamualaikum" Mas Tama melihat kearah jam tangannya dan mencium kening ku setelah aku mencium punggung tangan nya.
"Walaikumsalam, hati-hati mas...."
Ya Lilik nanti malam akan menikah dan proses resepsinya satu Minggu lagi di kediaman nya.
Mas Tama memberikan paket liburan 2 hari untuk Lilik dan Tyo sebagai kado dari mas Tama. Dan kami ikut menginap disana 2 hari satu malam di hotel RLK yang memiliki restoran, pusat kebugaran, bar, dan lounge bersama. Serta terdapat taman, akomodasi ini terletak tidak jauh dari BK Mall salah satu Mall terbesar di kota Lampung.
Menurut cerita mas Tama, dia sudah hampir 4 tahun menjadi investor ditempat itu. Ternyata mas Tama semasa kuliah sudah mulai mencoba trading saham serta menjadi investor di beberapa temannya dan salah satu sahamnya yang paling besar yaitu pada temannya Ayla yang memilik hotel juga walau baru bintang 3 dan sebuah resto. Menurut cerita mas Tama saham nya pada Ayla hampir 60 persen.
__ADS_1
Kalau untuk di RLK hotel mas Tama hanya punya 5 % saham di hotel itu. Suami ku itu lebih memilih usaha seperti itu jadi ketika mendapatkan bagian hasil panen dari kebun orang tuanya dari SD sampai kuliah dia menyimpannya dan sekarang dia tidak tertarik di dunia perkebunan tetapi lebih ke Investasi saham dan trading saham.
Hampir satu bulan menikah dengan mas Tama, dia adalah suami yang nyaris sempurna. Bahkan hatiku kembali bergetar seperti masa-masa aku baru mengenal mas Ardi. Tidak bahkan lebih besar karena suami ku tidak pernah mendiamkan ku disaat dia marah, tidak suami bahkan tidak pernah marah.