Menikah Berujung Cinta.

Menikah Berujung Cinta.
BAB 59 MAKAN KETIKA LAPAR AKAN TERASA NIKMAT


__ADS_3

Aroma parfum Bulgari begitu membuat nyaman setiap memeluk suami ku disaat akan tidur. Ada rasa nyaman ketika memeluk dada bidang suami ku ini.


"Tidak ada yang ingin dibahas malam Ini sayang?" Mas Tama merekatkan pelukannya ke pinggang ku.


"Hem... permasalahan Tyo dan Lilik tadi apakah memang umum terjadi di setiap rumah tangga mas?" tanya ku masih penasaran karena menurut ku mereka bertengkar karena masalah sepele.


"Ya... mungkin kamu menganggap hal aneh karena kamu tidak mengalami apa yang Lilik rasakan. Dan begitu pun Tyo. Itu salah satu alasan mas melarang kamu untuk tidak update di medsos tentang kemesraan kita. Atau kebaikan suami kamu. Karena bisa jadi teman yang melihat chat story' kita akan bertambah insecure ketika pasangan mereka tidak seperti pasangan mu. Lalu yang kedua terlalu sering memuji pasangan kita di medsos membuat pasangan kita menjadi glowing Dimata pelakor....hehe...."


"Mas Tama...... " aku mencubit pinggangnya bekali-kal. Alhasil mas Tama meringis dan meminta ampun sambil tertawa dan memeluk ku kembali.


"Awas ya mas... Tiada maaf bagi mu kalau sudah berani itu main-main sama pelakor" ingat ku cukup serius.


"Makanya mas bilang... ga boleh umbar kemesraan di medsos, ga boleh tuh puji-puji suami ini di medsos... ."


"Mas nya juga ga boleh Deket perempuan sama chat perempuan lain terlalu sering.... Biar perempuan-perempuan itu tidak berharap"


"Kamu lihat sendiri mas selalu loud speaker kalua sedang berbicara dengan lawan jenis, mas selalu VC saja yang tentu ada kamu kalau sedang bahas bisnis sama rekan bisnis yang perempuan, kamu selalu mas ajak ketemuan kalau mereka ajak makan... maka mudah-mudahan pelakor itu akan minggat"


Aku diam cukup lama, aku mengingat beberapa kali diajak mas Tama makan siang dan malam bertemu rekan bisnis yang lama atau rekan bisnis yang baru serta arisan di tempatnya bekerja disana terlihat sekali begitu cantik-cantik perempuan teman mas Tama. Bahkan pakaian mereka pun begitu modis dan trendi. Sedangkan aku terkesan cukup sederhana dan simple. Aku tidak menyukai perhiasan atau pakaian yang terlalu mewah. Cukup nyaman, dan pantas maka itu yang selalu kedepankan.


"kenapa... kok diam... hayo jangan mikir yang aneh-aneh... cepat katakan apa yang kamu pikirkan" Mas Tama mengangkat wajah ku seolah mengerti apa yang aku pikirkan.

__ADS_1


"Mas.... beberapakali aku bisa lihat bagaimana cantiknya rekan bisnis sekaligus teman kerja mas Tama bahkan aku pernah dengar ada yang bilang aku biasa saja tidak terlalu cantik" Ucapku pelan.


"Sayang.... yang memandang kamu itu mas, yang mencintai kamu itu mas. Pantas tidak nya kamu untuk mas ya mas yang menilai. Bagi mas cantik bukan putih mulus nya tubuh saja tapi juga harus hati istri yang baik dan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, bukan seksi tubuhnya saja tapi bagaimana istri mas mampu menjaga tubuhnya agar hanya bisa mas yang menikmatinya tidak orang lain. Bukan tentang glowing atau tidaknya tapi bagaimana mas merasa menjadi raja dirumah ini hingga selalu ingin pulang karena istri mas itu cantik didalam hati dan memberikan kenyamanan, ketenangan didalam rumah. Mungkin mereka akan menganggap kamu biasa tapi andai para suami-suami lain yang sering mengeluh tentang istri mas cerita kan tentang istri mas ini.... alhasil mereka akan cemburu dan merasa iri..."


"Gombal...." aku memukul dada mas Tama.


"Ih... bener Lo yang. Bayangin nih mas punya temen istrinya cantiiiikk banget. Sempurna de disegala lini. Tapi si suami cuma bisa menyalurkan hasratnya cuma 2 Minggu sekali karena istri selalu sibuk. Ada lagi nih cantik, oke kalau di ajak olahraga dikamar tapi harga diri suami nya didepan orang lain ga dijaga. suami dibentak-bentak di depan orang lain, ada lagi nih kalau suami minta haknya di waktu kapan pun banyak banget alasan kayak Lilik tadi.... belum lagi ada yang cantik sekali tetapi selalu tidak mengukur finansial suami kalau beli apa-apa berdasarkan keinginan bukan kebutuhan. Tapi semua yang sering mas dengar tidak ada pada istri mas...."


Aku terpaku mendengar penuturan mas Tama. Aku cukup kaget ternyata para lelaki pun bisa seperti kami perempuan mereka akan mengeluh juga ada teman nya tentang istrinya.


"Berarti lelaki itu sama kayak perempuan ya mas Suka cerita juga tentang kekurangan pasangan nya diluar?" tanya ku penasaran.


"Ya Ndak semua lelaki seperti suami mu ini ya ga kayak begitu. Tetapi ada beberapa mungkin tidak ada tempat bercerita hingga butuh tong sampah. Dan mas bahagia istri mas selalu jadi tong sampah mas jadi mas tidak pernah berkeluh kesah kepada orang lain"


"Terima kasih juga mas Tama mau mendidik dan sabar mengajari Rana menjadi seperti ini mas... Rana sendiri menyadari ada banyak perubahan dalam diri Rana semenjak menikah"


"Kamu tahu salah satu yang paling mas suka akhir-akhir ini..... "


Aku terdiam dan menatap mas Tama.


"Apa mas?"

__ADS_1


"Kamu yang sering meminta duluan, kamu yang sering lebih mendominasi permainan.... dan selalu ada ronde-ronde selanjutnya jika ring nya sudah dimulai... mas Suka itu karena ketika pagi... Energi mas untuk mencari nafkah seperti baru di charge... full 100 % hehe" mas Tama menggoda ku karena rona wajah ku makin memerah dapat kurasakan itu.


"Ih... udah ah ga usah dibahas..... " aku merasa malu.


"Kalian para wanita selalu malu kalau diajak bahas masalah itu padahal komunikasi masalah itu juga penting. Agar terciptanya hubungan yang harmonis"


"Tapi malu mas...."


"Malu kenapa? beberapa suami kadang mengeluh hanya karena istri terlalu pasif Yo yang..."


"Iya beberapa istri juga sering mengeluh karena suami terlalu pasif dan monoton...."


Tiba-tiba kami tertawa bersama.


"Berarti kita berdua termasuk orang yang mendengar kan keluh kesah dari mereka yang merasa insecure dengan pasangan nya ya yang..." mas Tama berkata sambil sedikit tertawa.


"Udah ah.. udah malem tidur Yok. Ga enak kalau kesiangan ada ibu sama bapak"


"Haidnya belum selesai?"


"Belum sayang.... bersabar lah karena makan ketika lapar akan terasa sangat nikmat. Ibarat kata buka puasa akan nikmat kalau dengan yang segar-segar dan manis... dan aku Pastikan buka puasanya besok akan segar dan manis... hehe" Aku memeluk suami ku yang kurasa dari hembusan napas nya cukup menegang.

__ADS_1


Mas Tama pun kembali tertawa bersama dan akhirnya kami terlelap dalam mimpi.


__ADS_2