
Halo readers bantu author lagi ikut kelas basic pemula. Dengan judul Balas dendam Istri Buta. Author mau promo novel ke dua author.
_____❤️❤️❤️❤️❤️_____
Aceh, 26 Desember 2004
Pukul 06.15 Alleyah Telah berada di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda untuk kembali ke Jakarta. Dia harus kembali lebih dulu sebelum suaminya. Tampak suasana bandara cukup lengang. Tampak Alleyah sedang duduk di sebuah sofa berbalut bludru dan berwarna merah di boarding room.
Ada rasa sakit dalam hati Alleyah bahkan setelah 3 hari di Aceh sang suami hanya menelpon nya satu kali itu pun ketika sang suami berada dipelukan selingkuhannya yang tepat Alleyah pun berada tak jauh dari suaminya berada.
Alleyah menelpon pembantu nya dirumah untuk menitipkan Hanna karena pagi ini setelah tiba dari Aceh dia akan langsung menemui Margaretha untuk mengurus berkas tuntutan perceraian nya.
“Bik.... Hanna sekolah bik?”
__ADS_1
“Iya Non, Non jadi pulang hari ini? non Hanna dari kemarin nanya terus kapan mommy nya pulang dari Surabaya”
“Iya bik pagi ini saya pulang. Nih lagi di bandara nunggu berangkat... Bik....” cukup lama Alleyah terdiam meneruskan kalimatnya, ada perasaan rindu dan sekelebat rasa sedih
“Non... Non baik-baik saja kan? Semalam bibik mimpi non sakit” Bik Iyah menceritakan apa yang dirasakan pada Alleyah.
“Baik-baik saja kok bik. Alleyah mau titip Hanna ya bik. Tolong jaga Hanna sampai Alleyah pulang”.
“Ya sudah bik pesawat nya mau berangkat, saya tutup dulu ya bik. Terima kasih selalu ada buat Alleyah dari dulu sampai sekarang”
“Iya non. Cepat pulang”
Alleyah menarik napas dalam ketika menutup panggilan nya pada bik Iyah. Pembantu sedari kecil yang merawat dan menemaninya selama orang tuanya sibuk bekerja. Bahkan setelah menikah Shreya tetap meminta bik Iyah ikut bersamanya walau ada beberapa ART lain dirumahnya.
__ADS_1
Alleyah berjalan keluar dari boarding room menuju pesawat namun tiba-tiba setelah mendekat ke pesawat terlihat banyak orang berteriak dari dalam bandara dan berhamburan keluar menuju lapangan tempat landas dan take off pesawat. Terasa getaran gempa yang cukup kuat bahkan di lapangan luas itu pun cukup terasa getaran gempa tersebut. Tidak lama terlihat beberapa mobil menabrak pagar pembatas bandara dan berhenti sejenak mengajak kami untuk naik seraya orang di dalam nya berteriak.
“Ayo.... Cepat... Naik... Ombak besar sedang mengarah kemari!”
Alleyah melihat kearah yang ditunjuk oleh orang-orang yang berada di beberapa mobil dan betul yang dikatakan orang tadi dan terlihat sebuah ombak yang sangat tinggi. Alleyah dengan cepat melepas sepatu high heels nya dan berlari kearah kendaraan yang tadi sejenak berhenti namun mulai berjalan menuju sebuah hutan yang terlihat seperti bukit tidak jauh dari bandara itu. Beruntung ada seorang laki-laki paruh baya menaiki motor yang terlihat sangat tidak layak pakai yang berknalpot bising berhenti dan tanpa berkata apa-apa Alleyah cepat melompat dan menaiki motor itu. Beruntung hari ini ia tidak mengenakan baju penyamaran nya seperti hari-hari sebelumnya karena jika tidak akan sulit untuk berlari dan melompat dengan mengenakan gamis seperti kemarin.
Alleyah menoleh kebelakang ada rasa takut yang begitu besar seketika bayangan putri semata wayang nya muncul di pelupuk matanya, dia menangis histeris menyebut nama Hanna. Namun kecepatan motor tua yang ia tumpangi bersama pria paruh baya ini ternyata tak mampu lebih dulu sampai di bukit. Mereka diseret oleh ombak yang begitu besar dan kencang bahkan 2 mobil yang lebih dulu di depan mereka ikut terseret oleh ombak itu. Alleyah terombang ambing dan mencoba menggapai sebuah kayu untuk berpegangan namun beberapa detik setelah itu gelombang kedua datang. Seketika tubuh Alleyah yang sudah mulai tak bertenaga kembali terbawa arus. Dan tiba-tiba kaki nya tersangkut sesuatu sehingga membuatnya hampir tenggelam namun Alleyah masih berusaha untuk menyelamatkan diri dari keganasan ombak ini.
Berhasil mengeluarkan kakinya yang tersangkut dan merasa sakit teramat yang berasal dari kaki kirinya membuat tubuhnya kian lemah. Alleyah kembali berpegangan kepada sebuah pohon kelapa yang tumbang, seolah ombak ini sedang menunjukan amarah dan keganasan nya pada Alleyah kepala nya terbentur sesuatu yang amat keras dan membuat nya memejamkan mata dan menyebut nama Putri nya.
“Han- Na ....”
mohon jangan boom like ya teman-teman pembaca setia dan tercinta 😍😍😍🥰🥰🥰
__ADS_1