Menikah Berujung Cinta.

Menikah Berujung Cinta.
BAB 9 Mantu Kades


__ADS_3

"baiklah bapak ibu, pada hari ini sudah keluar hasil visum mbak Rana. dan dinyatakan bahwa mbak Rana dan Tama anak saya tidak melakukan perzinahan seperti yang dituduhka. 2 hari yang lalu, maka dari mohon kepada ibu2 dan bapak-bapak untuk meminta maaf kepada mereka berdua karena telah menuduh tanpa bukti hanya berlandaskan saksi yang punya misi politik terkait akan ada pildes di desa kita dalam waktu dekat."


"ah... aku bisa bernapas lega, setidaknya besok ketika dosen kami menjemput masalah ini sudah ada titik terangnya."


suana kembali hening ketika tidak ada lagi warga dirumah pak kades. akupun pamit kepada buk kades karena mau packing barang takut b sok jadwal penjemputan dari pihak kampus akan lebih cepat.


namu ketika hendak pamit lewat pintu dapur buk kades mengajak ku duduk sebentar di teras dapurnya yang menghadap ke dapur posko kami.


"mbak Rana bisa minta waktunya sebentar kalau mbak Rana Ndak keberatan?"


"iya buk, boleh" aku mengikuti duduk di kursi rotan yang sudah terlihat tua namun masih kokoh.


"kalau kapan-kapan ibu kekota boleh ya ibu mampir ke kost an nya mbak Rana?"


"boleh dong buk, saya malah senang sekali. kami disini berasa ga kayak KKN Bu. mau mandi tinggal hidupon Sanyo, kalau mati lampu, kami pasti ikut terang karena mesin jenset dari keluarga ibu. pokoknya ibu jangan sungkan. kalau memang lagi dikoa hubungi saya aja Bu atau ada yang bisa di bantu"

__ADS_1


"ah ibu senang sekaligus sedih, senang karena bisa kenal mbak Rana. sedih karena mbak Rana sudah mau pulang ke kota"


"ah ibu, kan setiap tahun akan ada anak KKN yang hadir didesa ini. apalagi katanya ibu sengaja mengosongkan rumah itu khusus untuk kalau ada anak KKN bisa jadi posko"


"sebenarnya ibu sering lihat mbak Rana dikota."


"hah???maksud ibu?"


"ibu sering lihat nak Rana di Fotokopi pak Agam, tapi ibu sering tunggu Dimobil, lalu ibu sering lihat mbak Rana di lampu merah dekat rumah Sakit TNI itu, mbak ranah sering membagikan nasi bungkus ke tukang becak dan ojek disana kan?"


"karena, ibu mengagumi kamu dari kejauhan sama Tama, Tama bilang kalau jodoh ga kemana. ternyata kamu KKN disini, maka ibu dari pertama klik sama kamu Ran, apa2 sejak ada kamu ibu ngobrolnya sama kamu"


"ah ibu belum tahu sisi jeleknya saya aja buk karena baru sebentar ibu mengenal saya"


"ibu mengenal kamu sifat jeleknya suka telat makan itu ibu tahu dari pak Agam"

__ADS_1


"berarti ibu sering ngobrol dengan pak Agam buk?


"ga, ibu cuma cari2 informasi lewat pak Agam kan ibu langganan atk dan urusan desa di Fotokopi pak Agam"


"......" aku tidak tahu harus berkata apa. aku betul betul blank.


"kamu sudah ada pacar Ran?


"eh.... itu... anu Bu..."


"kalau kamu ga keberatan ibu mau melamar kamu untuk Tama Ran. karena kalau nunggu anak nya ibu itu yang maju. dia dari dulu sampai sekarang yang namanya pacaran ga pernah terus kelamaan mikir"


"......eh... gimana ya Bu, kok kesannya kayak dijodohin"


"owh.... berarti kamu nunggu Tama yang bilang sama kamu ya?"

__ADS_1


"wah mbak Rana, kalau saya ditanya begitu langsung jawab iya mbak, secara lah wong bakal jadi mantu nya kades kok Yo jek mikir2 loh mbak ". tiba-tiba suara mbak Ijah yang dari tadi tak terlihat ternyata berada di balik tembok sambil membawa pakaian yang sudah kering dari jemuran.


__ADS_2